Bukan Sekadar Pengawet: Mengenal Berbagai Jenis BTP (Bahan Tambahan Pangan) yang Aman dan Legal Bersama Tekpang Ma’soem

Program studi S1 Teknologi Pangan (Tekpang) di Universitas Ma’soem (Masoem University) merupakan kawah candradimuka bagi para calon ahli pangan yang ingin menguasai seluk-beluk pemrosesan makanan secara saintifik dan profesional. Di jurusan ini, mahasiswa tidak hanya belajar cara mengolah bahan mentah menjadi produk jadi, tetapi juga mendalami aspek keamanan dan legalitas bahan-bahan yang digunakan dalam industri.

Menjadi bagian dari Teknologi Pangan Universitas Ma’soem berarti Anda akan dipersiapkan dengan karakter “Cageur, Bageur, Pinter”. Karakter ini memastikan lulusannya memiliki ketahanan fisik dan mental (Cageur), kejujuran serta etika dalam menggunakan bahan kimia pangan (Bageur), serta kecerdasan dalam berinovasi (Pinter). Salah satu topik paling krusial yang dipelajari dalam mata kuliah Kimia Pangan dan Regulasi Pangan di Ma’soem adalah mengenai Bahan Tambahan Pangan (BTP). Pemahaman yang benar tentang BTP menjadi pembeda antara produk rumahan biasa dengan produk industri yang memenuhi standar keamanan nasional maupun internasional.


Apa Itu BTP? Definisi dari Sudut Pandang Tekpang

Bagi masyarakat awam, istilah “bahan tambahan” sering kali diasosiasikan secara negatif dengan pengawet berbahaya. Namun, di laboratorium Teknologi Pangan Universitas Ma’soem, mahasiswa belajar bahwa Bahan Tambahan Pangan (BTP) adalah bahan yang ditambahkan ke dalam pangan untuk memengaruhi sifat atau bentuk pangan. BTP bukan merupakan bahan baku utama, melainkan “sentuhan sains” yang berfungsi untuk memperbaiki tekstur, menjaga nutrisi, meningkatkan cita rasa, hingga mempercantik tampilan.

Penting untuk dicatat bahwa penggunaan BTP diatur sangat ketat oleh BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) dan standar internasional seperti Codex Alimentarius. Mahasiswa Tekpang Ma’soem dididik untuk memahami dosis ADI (Acceptable Daily Intake) agar produk yang dihasilkan tetap aman dikonsumsi dalam jangka panjang.


Jenis-Jenis BTP yang Aman dan Sering Digunakan di Industri

Dalam kurikulum Teknologi Pangan Universitas Ma’soem, mahasiswa membedah berbagai golongan BTP yang legal sesuai regulasi. Berikut adalah beberapa di antaranya yang bukan sekadar pengawet:

1. Pengemulsi (Emulsifier)

Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa margarin tidak memisah antara air dan lemaknya? Atau mengapa es krim terasa sangat lembut? Itu adalah jasa dari pengemulsi. BTP ini berfungsi membantu tercampurnya dua bahan yang secara alami tidak bisa menyatu. Di Tekpang Ma’soem, mahasiswa belajar menggunakan bahan alami seperti lecitin kedelai sebagai pengemulsi yang aman.

2. Penstabil dan Pengental (Stabilizer & Thickener)

Bahan seperti gelatin, agar-agar, atau xanthan gum masuk dalam kategori ini. Mereka memberikan tekstur yang pas pada saus, selai, hingga yoghurt. Mahasiswa belajar bagaimana mengatur viskositas (kekentalan) sebuah produk agar memiliki mouthfeel yang nyaman di lidah konsumen.

3. Pemanis Buatan (Sweetener)

BTP ini sering digunakan untuk produk rendah kalori atau produk khusus penderita diabetes. Mahasiswa diajarkan perbedaan antara pemanis alami (seperti Stevia) dan buatan (seperti Aspartam atau Asesulfam-K) serta batas aman penggunaannya agar tidak memberikan rasa pahit (aftertaste).

4. Pewarna (Colorant)

Tampilan visual adalah kunci pertama konsumen membeli produk. Mahasiswa belajar menggunakan pewarna alami (seperti kurkumin dari kunyit atau antosianin dari bunga telang) maupun pewarna sintetik yang terdaftar resmi (seperti Tartrazin) dengan takaran yang tidak melampaui ambang batas.

5. Penguat Rasa (Flavor Enhancer)

MSG (Monosodium Glutamat) adalah contoh paling populer. Di Universitas Ma’soem, mahasiswa membedah sains di balik rasa umami dan bagaimana menggunakan penguat rasa secara bijak tanpa mengesampingkan kesehatan.


Mengapa Edukasi BTP Sangat Penting di Era Sekarang?

Di tengah maraknya isu pangan berbahaya dan penggunaan bahan ilegal seperti formalin atau boraks, peran lulusan Teknologi Pangan Universitas Ma’soem menjadi sangat vital. Melalui pilar Bageur, mahasiswa ditekankan untuk memiliki integritas moral. Mereka diajarkan untuk menjadi “benteng” bagi kesehatan masyarakat dengan hanya menggunakan BTP yang legal dan aman.

Lulusan Tekpang Ma’soem dibekali kemampuan untuk:

  • Membaca Label Pangan: Mengidentifikasi bahan apa saja yang masuk ke dalam produk.
  • Formulasi Produk: Menciptakan resep makanan yang tetap awet secara alami atau dengan BTP minimal.
  • Kepatuhan Regulasi: Memastikan perusahaan tempat mereka bekerja nantinya tidak melanggar aturan hukum yang berlaku.

Fasilitas Laboratorium dan Metode Belajar di Ma’soem University

Universitas Ma’soem yang terletak strategis di perbatasan Cileunyi-Jatinangor menyediakan fasilitas laboratorium Kimia dan Mikrobiologi Pangan yang lengkap. Di sini, mahasiswa melakukan praktikum seperti:

  1. Uji Identifikasi BTP: Mendeteksi apakah suatu produk mengandung pewarna tekstil atau pengawet terlarang.
  2. Uji Organoleptik: Melihat pengaruh penambahan BTP terhadap rasa dan tekstur produk.
  3. Analisis Dosis: Belajar menghitung secara matematis jumlah BTP yang boleh dimasukkan ke dalam satu ton adonan produksi.

Dukungan dosen yang merupakan praktisi industri pangan membuat suasana belajar menjadi sangat aplikatif. Mahasiswa sering diajak berdiskusi mengenai tren clean label, yaitu gerakan industri untuk meminimalkan penggunaan BTP kimiawi dan menggantinya dengan bahan-bahan yang lebih alami.


Peluang Karier: Menjadi Ahli Regulasi dan Formulasi Pangan

Penguasaan tentang BTP membuka peluang karier yang sangat luas bagi lulusan Universitas Ma’soem, antara lain:

  • Quality Assurance (QA): Memastikan setiap bahan tambahan yang masuk ke pabrik sesuai dengan spesifikasi dan standar keamanan.
  • Product Developer (R&D): Meracik formula makanan baru yang lezat, stabil, namun tetap sehat.
  • Regulatory Officer: Menangani urusan legalitas produk dan pendaftaran izin edar ke BPOM.
  • Auditor Pangan: Memeriksa kepatuhan UMKM atau perusahaan besar terhadap standar keamanan pangan nasional.

BTP bukanlah “monster” di dunia pangan. Selama digunakan sesuai jenis, tujuan, dan dosis yang benar, BTP adalah alat yang sangat membantu manusia untuk mendapatkan pangan yang berkualitas, tahan lama, dan terjangkau.

Jika Anda adalah seseorang yang peduli pada apa yang dikonsumsi masyarakat dan ingin menjadi ahli yang mampu menciptakan inovasi pangan aman, maka S1 Teknologi Pangan Universitas Ma’soem adalah tempat yang tepat. Di sini, Anda akan belajar bahwa sains pangan adalah bentuk nyata dari pengabdian untuk menyejahterakan umat melalui asupan gizi yang terjamin.