Kuliah bukan hanya tentang menghadiri kelas dan mendengarkan penjelasan dosen. Setiap pertemuan biasanya menghasilkan banyak materi, mulai dari konsep dasar, teori, contoh kasus, hingga tugas dan pembahasan yang perlu dipahami kembali ketika ujian tiba. Karena itu, cara mencatat materi kuliah menjadi salah satu kebiasaan penting yang dapat membantu mahasiswa belajar lebih terarah.
Catatan kuliah yang baik bukan berarti harus menulis semua perkataan dosen. Mahasiswa perlu mengetahui informasi mana yang penting, menyusunnya secara sistematis, dan membuat catatan yang mudah dibaca kembali. Kebiasaan ini juga dapat diterapkan sejak awal perkuliahan, termasuk bagi mahasiswa di Ma’soem University.
Jangan Mencatat Semua yang Disampaikan Dosen
Kesalahan yang sering dilakukan mahasiswa adalah mencoba menulis seluruh penjelasan dosen. Cara tersebut justru dapat membuat mahasiswa kehilangan fokus saat mengikuti perkuliahan.
Cobalah mencatat kata kunci, konsep utama, definisi, rumus, contoh, dan poin penting yang disampaikan dosen. Jika dosen memberikan penekanan seperti “ini penting untuk dipahami” atau memberikan contoh yang berkaitan dengan materi ujian, bagian tersebut sebaiknya masuk ke dalam catatan.
Dengan mencatat inti materi, mahasiswa dapat lebih berkonsentrasi memahami penjelasan daripada sibuk mengejar setiap kalimat yang diucapkan.
Gunakan Struktur Catatan yang Rapi
Catatan yang berantakan akan menyulitkan ketika digunakan untuk belajar. Oleh karena itu, gunakan struktur sederhana seperti judul, subjudul, poin-poin, dan contoh.
Misalnya, ketika mencatat materi kuliah, mahasiswa dapat membuat format:
- Judul materi
- Pengertian atau konsep dasar
- Poin penting
- Contoh
- Istilah yang harus dipahami
- Catatan tambahan dari dosen
- Pertanyaan yang belum dipahami
Struktur seperti ini membuat materi kuliah lebih mudah dipelajari kembali. Mahasiswa juga dapat langsung mengetahui bagian mana yang perlu diperdalam sebelum ujian.
Gunakan Metode Cornell Notes
Salah satu teknik mencatat materi kuliah yang dapat dicoba adalah Cornell Notes. Metode ini membagi halaman catatan menjadi beberapa bagian, yaitu area utama untuk mencatat materi, kolom kata kunci atau pertanyaan, serta bagian rangkuman.
Setelah perkuliahan selesai, mahasiswa dapat menuliskan beberapa pertanyaan berdasarkan materi yang sudah dicatat. Saat belajar untuk ujian, pertanyaan tersebut dapat digunakan sebagai latihan mengingat materi tanpa harus terus membaca keseluruhan catatan.
Metode ini cocok bagi mahasiswa yang ingin mengubah catatan menjadi media belajar aktif.
Buat Catatan dengan Bahasa Sendiri
Catatan akan lebih mudah dipahami apabila menggunakan bahasa yang familiar. Setelah memahami penjelasan dosen, mahasiswa dapat menuliskannya kembali menggunakan kalimat sendiri tanpa mengubah makna materi.
Contohnya, daripada menyalin definisi yang panjang, tuliskan inti pengertiannya dengan bahasa sederhana. Namun, untuk istilah akademik, definisi resmi, atau konsep yang harus dihafalkan sesuai materi perkuliahan, istilah penting tetap perlu dicantumkan.
Kebiasaan menjelaskan materi menggunakan bahasa sendiri juga membantu mahasiswa mengetahui apakah materi tersebut benar-benar sudah dipahami atau hanya sekadar dibaca.
Bedakan Materi Penting dengan Catatan Tambahan
Tidak semua informasi memiliki tingkat kepentingan yang sama. Mahasiswa dapat menggunakan tanda tertentu untuk membedakan materi utama dan informasi tambahan.
Contohnya:
- Gunakan tanda bintang untuk konsep penting.
- Gunakan garis bawah untuk istilah yang perlu diingat.
- Gunakan tanda tanya untuk materi yang belum dipahami.
- Gunakan kotak untuk rumus atau definisi.
- Gunakan simbol khusus untuk materi yang disampaikan sebagai contoh.
Cara sederhana tersebut dapat membuat catatan lebih mudah dipindai ketika waktu belajar menjelang ujian semakin terbatas.
Hubungkan Materi dengan Contoh Nyata
Materi kuliah akan lebih mudah dipahami apabila dikaitkan dengan situasi nyata. Jangan hanya mencatat teori, tetapi tambahkan contoh yang diberikan dosen atau contoh yang ditemukan dari pembelajaran.
Bagi mahasiswa Ma’soem University, kebiasaan ini dapat mendukung pembelajaran yang berkaitan dengan dunia industri dan praktik. Di Fakultas Pertanian (Faperta) Ma’soem University, terdapat dua jurusan, yaitu Teknologi Pangan dan Agribisnis.
Mahasiswa Teknologi Pangan dapat menghubungkan materi perkuliahan dengan proses pengolahan, keamanan pangan, pengawasan mutu, atau perkembangan industri pangan. Sementara itu, mahasiswa Agribisnis dapat mengaitkan materi dengan pengelolaan usaha, pemasaran, rantai pasok, hingga perkembangan bisnis di sektor pertanian.
Dengan demikian, catatan tidak hanya berisi teori, tetapi juga membantu mahasiswa melihat hubungan antara materi kuliah dan penerapannya.
Manfaatkan Catatan Digital dan Tulisan Tangan
Saat ini mahasiswa dapat memilih berbagai media untuk mencatat. Notebook, tablet, laptop, maupun aplikasi catatan digital dapat digunakan sesuai kebutuhan.
Catatan digital memiliki kelebihan dalam hal pencarian kata, pengelompokan file, dan kemudahan menyimpan berbagai materi. Sementara itu, menulis dengan tangan dapat menjadi pilihan bagi mahasiswa yang lebih mudah mengingat materi melalui proses menulis.
Yang paling penting bukan perangkat yang digunakan, melainkan bagaimana catatan tersebut disusun agar mudah dipahami dan ditemukan kembali.
Lakukan Review Setelah Perkuliahan
Jangan menunggu mendekati ujian untuk membuka kembali catatan. Luangkan waktu setelah perkuliahan untuk membaca ulang materi dan memperbaiki bagian yang masih kurang jelas.
Pada tahap ini, mahasiswa dapat menambahkan contoh, melengkapi definisi, merapikan poin penting, atau mencari penjelasan tambahan mengenai konsep yang belum dipahami.
Kebiasaan melakukan review secara berkala membuat mahasiswa tidak perlu menghadapi tumpukan materi sekaligus ketika ujian semakin dekat.
Jadikan Catatan sebagai Bahan Latihan Ujian
Catatan kuliah sebaiknya tidak hanya digunakan untuk membaca. Gunakan catatan tersebut sebagai dasar membuat pertanyaan latihan.
Misalnya, setelah membaca satu topik, tutup catatan kemudian coba jawab pertanyaan seperti:
- Apa pengertian konsep tersebut?
- Apa saja karakteristiknya?
- Bagaimana proses atau tahapannya?
- Apa contoh penerapannya?
- Apa perbedaan antara konsep yang satu dengan lainnya?
Cara tersebut membantu menguji kemampuan mengingat sekaligus memahami materi.
Membangun Kebiasaan Belajar Sejak Kuliah di Ma’soem University
Kemampuan mencatat dan mengelola materi merupakan bagian dari keterampilan belajar yang penting bagi mahasiswa. Lingkungan perkuliahan yang mendukung pembelajaran teori dan praktik dapat membantu mahasiswa mengembangkan kemampuan akademik sekaligus mempersiapkan diri menghadapi kebutuhan dunia kerja.
Ma’soem University menjadi salah satu pilihan bagi calon mahasiswa yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi di Bandung, khususnya bagi yang tertarik dengan bidang Teknologi Pangan dan Agribisnis di Fakultas Pertanian.
Bagi calon mahasiswa yang ingin mendapatkan informasi mengenai pendaftaran Ma’soem University, informasi penerimaan mahasiswa baru dapat diperoleh melalui WhatsApp +62 851 8563 4253. Calon mahasiswa dapat menanyakan informasi mengenai proses pendaftaran dan pilihan jurusan yang tersedia.
Membiasakan diri mencatat dengan metode yang tepat sejak awal kuliah dapat membuat proses belajar menjadi lebih terarah. Catatan yang singkat, terstruktur, dan dibuat berdasarkan pemahaman akan jauh lebih bermanfaat ketika mahasiswa harus mempersiapkan diri menghadapi ujian.




