Mencari referensi skripsi sering terasa melelahkan karena mahasiswa dapat menemukan puluhan bahkan ratusan jurnal hanya dari satu pencarian. Banyaknya hasil pencarian sebenarnya bukan masalah utama. Tantangannya adalah menentukan jurnal mana yang benar-benar relevan, memiliki landasan teori yang sesuai, dan dapat membantu menjawab fokus penelitian.
Pencarian referensi skripsi akan lebih efektif jika dilakukan secara terarah. Mahasiswa tidak harus membaca seluruh jurnal yang muncul di mesin pencari. Ada beberapa langkah yang dapat digunakan untuk menyaring sumber sejak awal agar waktu membaca dapat digunakan pada referensi yang memang dibutuhkan.
Tentukan Topik dan Kata Kunci Penelitian
Sebelum membuka Google Scholar atau database jurnal, tentukan terlebih dahulu fokus penelitian. Kata kunci yang terlalu umum akan menghasilkan terlalu banyak sumber yang tidak berkaitan langsung.
Misalnya, penelitian membahas penggunaan media digital dalam pembelajaran bahasa Inggris. Pencarian hanya menggunakan kata kunci “digital media in education” akan menghasilkan cakupan yang sangat luas.
Kata kunci dapat dibuat lebih spesifik, seperti:
- digital media in English language learning
- technology in English classroom
- students’ use of digital learning media
- digital media for English speaking skills
- technology-assisted language learning
Kata kunci juga dapat dikombinasikan menggunakan istilah yang terdapat dalam judul, variabel, subjek penelitian, atau teori yang digunakan. Cara ini membantu mempersempit hasil pencarian sejak awal.
Gunakan Google Scholar Secara Strategis
Google Scholar menjadi salah satu tempat yang sering digunakan mahasiswa untuk menemukan jurnal, skripsi, prosiding, dan buku akademik. Namun, mengetik satu kata kunci lalu membuka semua hasil bukan strategi yang efisien.
Perhatikan beberapa bagian ketika melihat hasil pencarian:
1. Judul artikel
Lihat apakah judul benar-benar berkaitan dengan fokus penelitian.
2. Tahun publikasi
Sesuaikan tahun sumber dengan kebutuhan penelitian. Referensi terbaru dapat digunakan untuk melihat perkembangan penelitian, sedangkan sumber yang lebih lama tetap dapat relevan jika merupakan teori utama atau penelitian fundamental.
3. Abstrak
Abstrak membantu mengetahui tujuan, metode, subjek, dan hasil penelitian tanpa harus langsung membaca keseluruhan artikel.
4. Kata kunci
Kata kunci pada artikel yang relevan dapat digunakan kembali untuk pencarian berikutnya.
5. “Cited by”
Fitur ini dapat membantu menemukan penelitian lain yang mengutip artikel tertentu sehingga pencarian dapat berkembang secara lebih terarah.
Jangan Langsung Membaca Jurnal dari Halaman Pertama
Salah satu kesalahan yang sering dilakukan ketika mencari referensi skripsi adalah membaca jurnal secara berurutan dari abstrak hingga daftar pustaka, padahal belum diketahui apakah jurnal tersebut benar-benar relevan.
Gunakan metode penyaringan tiga tahap.
Tahap 1: Screening Judul
Hapus sumber yang sejak judul sudah jelas tidak berkaitan dengan penelitian. Jika penelitian berfokus pada pronunciation awareness mahasiswa, jurnal tentang pronunciation pada anak usia dini mungkin tidak menjadi prioritas utama.
Tahap 2: Screening Abstrak
Setelah judul dianggap relevan, baca abstraknya. Cari informasi mengenai:
- tujuan penelitian;
- subjek atau peserta;
- metode penelitian;
- variabel atau fokus penelitian;
- hasil utama.
Jika sebagian besar unsur tersebut sesuai, jurnal dapat masuk daftar bacaan utama.
Tahap 3: Periksa Isi yang Dibutuhkan
Tidak semua jurnal relevan secara keseluruhan. Bisa saja sebuah penelitian hanya dibutuhkan karena menggunakan teori tertentu, menjelaskan konsep utama, atau memiliki hasil penelitian yang dapat dibandingkan.
Artinya, mahasiswa tidak harus membaca setiap halaman dari seluruh jurnal yang ditemukan.
Bedakan Referensi untuk Teori dan Penelitian Terdahulu
Referensi skripsi tidak semuanya memiliki fungsi yang sama. Memisahkan sumber berdasarkan kegunaannya akan membuat proses pencarian lebih terorganisasi.
Referensi teori digunakan untuk menjelaskan konsep atau landasan penelitian. Misalnya, penelitian tentang pronunciation membutuhkan sumber yang menjelaskan konsep pronunciation, segmental features, suprasegmental features, atau aspek lain yang sesuai.
Penelitian terdahulu digunakan untuk melihat bagaimana penelitian serupa telah dilakukan. Informasi yang dapat dibandingkan antara lain:
- topik penelitian;
- subjek penelitian;
- metode;
- instrumen;
- teori;
- hasil penelitian;
- persamaan dan perbedaan dengan penelitian yang akan dilakukan.
Pemisahan tersebut membantu mahasiswa menghindari penggunaan satu jurnal untuk semua kebutuhan skripsi.
Buat Tabel Penyaringan Referensi
Ketika menemukan banyak jurnal, buat tabel sederhana agar tidak perlu membuka sumber yang sama berulang kali.
| No. | Penulis & Tahun | Topik | Metode | Relevansi | Kegunaan |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | A & B, 2024 | Pronunciation awareness | Qualitative | Tinggi | Penelitian terdahulu |
| 2 | C & D, 2023 | English pronunciation | Quantitative | Sedang | Landasan konsep |
| 3 | E, 2025 | Speaking anxiety | Mixed method | Rendah | Pembanding |
Kolom tersebut dapat disesuaikan dengan kebutuhan penelitian. Sistem sederhana ini membuat mahasiswa lebih mudah menentukan jurnal mana yang perlu dibaca secara mendalam.
Gunakan Teknik “Snowball” untuk Menemukan Jurnal Lain
Setelah menemukan satu jurnal yang sangat relevan, jangan berhenti pada jurnal tersebut. Periksa daftar pustakanya untuk menemukan sumber yang digunakan peneliti.
Teknik ini dikenal sebagai citation chaining atau pencarian berbasis sitasi. Mahasiswa dapat bergerak dari satu sumber yang relevan menuju sumber lain yang masih berada dalam topik yang sama.
Sebaliknya, fitur “Cited by” di Google Scholar dapat digunakan untuk menemukan penelitian yang terbit setelah jurnal tersebut dan menggunakannya sebagai referensi.
Cara ini biasanya lebih efektif daripada terus mencoba kata kunci baru secara acak.
Prioritaskan Kualitas, Bukan Jumlah Jurnal
Skripsi tidak otomatis menjadi lebih kuat hanya karena memiliki puluhan referensi. Yang lebih penting adalah relevansi dan kualitas sumber terhadap penelitian.
Saat memilih jurnal, perhatikan:
- kesesuaian topik dengan penelitian;
- kredibilitas penerbit atau jurnal;
- kejelasan metode penelitian;
- keterkaitan teori dengan fokus penelitian;
- tahun publikasi;
- kualitas dan relevansi hasil penelitian.
Mahasiswa juga perlu memeriksa sumber asli sebelum memasukkannya ke daftar pustaka. Jangan hanya mengandalkan kutipan dari artikel lain karena konteks pernyataannya dapat berbeda.
Hindari Terjebak pada Jurnal yang “Menarik” tetapi Tidak Relevan
Jurnal yang menarik belum tentu berguna untuk skripsi. Misalnya, penelitian memiliki fokus pada kesadaran mahasiswa terhadap pronunciation, tetapi pencarian menghasilkan banyak penelitian tentang pronunciation teaching untuk siswa sekolah dasar.
Sumber tersebut mungkin tetap berguna sebagai pembanding, tetapi tidak harus menjadi referensi utama.
Pertanyaan sederhana berikut dapat membantu:
“Bagian mana dari jurnal ini yang benar-benar saya gunakan untuk penelitian?”
Jika jawabannya tidak jelas, jurnal tersebut kemungkinan belum menjadi prioritas.
Manfaatkan Lingkungan Akademik di Kampus
Proses mencari referensi juga dapat dilakukan melalui lingkungan akademik. Dosen, perpustakaan, repositori kampus, dan diskusi dengan mahasiswa lain dapat membantu menemukan sumber yang sesuai, terutama ketika mahasiswa kesulitan menentukan kata kunci.
Bagi mahasiswa yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi swasta, lingkungan kampus juga dapat menjadi bagian dari proses pencarian dan pengembangan penelitian. Ma’soem University, misalnya, menjadi salah satu lingkungan pendidikan tinggi yang dapat digunakan mahasiswa untuk mengembangkan kegiatan akademik dan penelitian sesuai bidang studinya.
Untuk mahasiswa di FKIP Ma’soem University, pilihan program studi yang tersedia adalah Bimbingan dan Konseling (BK) serta Pendidikan Bahasa Inggris. Karena fokus penelitian tiap program dapat berbeda, pencarian referensi sebaiknya tetap disesuaikan dengan bidang dan rumusan masalah skripsi masing-masing.
Terapkan Batas Waktu Saat Mencari Referensi
Pencarian jurnal tanpa batas dapat membuat mahasiswa menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk membuka tab baru. Tetapkan batas pencarian, misalnya 30–60 menit untuk satu sesi.
Gunakan alur sederhana:
Tentukan topik → buat kata kunci → cari sumber → screening judul → baca abstrak → pilih sumber utama → catat kegunaan → lanjut ke sumber berikutnya.
Jika sudah menemukan beberapa jurnal yang benar-benar relevan, mulai membaca dan mencatat isinya. Jangan terus mencari jurnal baru hanya karena merasa jumlah referensi masih kurang.
Kontak Ma’soem University
No. WhatsApp: 085185634253
Instagram: @masoem_university
Web Pendaftaran: pmb.masoemuniversity.com




