Menentukan jumlah sampel merupakan salah satu tahap paling krusial dalam penelitian di Fakultas Teknik. Jika sampel terlalu sedikit, hasil penelitian kamu mungkin tidak akurat atau tidak mewakili populasi. Sebaliknya, jika terlalu banyak, penelitian menjadi tidak efisien dari segi waktu dan biaya.
Di Masoem University, mahasiswa Teknik Informatika dan Teknik Industri dididik untuk memiliki ketajaman analisis sistem agar mampu menyajikan data yang jujur dan profesional. Berikut adalah panduan menentukan jumlah sampel menggunakan rumus yang paling sering digunakan dalam skripsi.
1. Memahami Populasi dan Sampel
Sebelum masuk ke rumus, kamu harus memahami perbedaan keduanya:
- Populasi: Keseluruhan objek yang diteliti (misalnya, seluruh mesin di sebuah pabrik atau seluruh pengguna aplikasi tertentu).
- Sampel: Bagian dari populasi yang diambil untuk mewakili karakteristik keseluruhan.
Tahun 2026 ini, integritas data sangat bergantung pada seberapa tepat sampel yang kamu ambil untuk membuktikan hipotesis yang telah disusun.
2. Rumus Slovin (Paling Populer)
Rumus Slovin sering menjadi pilihan utama mahasiswa karena penggunaannya yang simpel dan praktis, terutama jika jumlah populasi sudah diketahui secara pasti.
n = N:(1 + N(e)^2)
Keterangan:
- n: Jumlah sampel.
- N: Jumlah populasi.
- e: Tingkat kesalahan yang ditoleransi (biasanya 0,05 atau 5%).
Contoh Kasus:
Jika kamu meneliti efisiensi kerja 500 karyawan di sebuah industri di Rancaekek dengan tingkat kesalahan 5%, maka:
n = 500 : 1 + 500(0,05)^2 = 500 : 1 + 500(0,0025) = 500 : 2,25= 222
Jadi, kamu membutuhkan minimal 222 responden agar risetmu dianggap tangguh.
3. Rumus Lemeshow (Jika Populasi Tidak Diketahui)
Mahasiswa Teknik Informatika sering menghadapi situasi di mana jumlah populasi tidak diketahui secara pasti, misalnya jumlah pengguna internet secara umum atau calon pengguna sistem baru. Dalam kondisi ini, Rumus Lemeshow adalah solusinya:
n = Z^2 P(1-P) : d^2
Keterangan:
- Z: Skor Z pada tingkat kepercayaan tertentu (biasanya 1,96 untuk tingkat kepercayaan 95%).
- P: Maksimal estimasi (biasanya menggunakan 0,5).
- d: Tingkat kesalahan atau limit dari error (biasanya 0,05).
4. Teknik Sampling yang Profesional
Setelah mendapatkan angka atau jumlahnya, cara kamu mengambil sampel tersebut juga harus dilakukan secara disiplin:
- Probability Sampling: Setiap anggota populasi punya peluang yang sama untuk dipilih (Random Sampling).
- Non-Probability Sampling: Pemilihan berdasarkan kriteria tertentu, seperti Purposive Sampling yang sering dipakai di Teknik Industri untuk memilih operator mesin dengan masa kerja tertentu.
Kesalahan yang Sering Terjadi di Meja Sidang
Dosen penguji di Masoem University sering menyoroti mahasiswa yang asal menentukan angka tanpa alasan logis. Pastikan kamu:
- Bisa menjelaskan alasan memilih tingkat kesalahan (e) tertentu.
- Menyesuaikan jumlah sampel dengan kemampuan teknis dan waktu penelitian agar tetap produktif.
- Menyajikan proses pengambilan sampel secara inovatif namun tetap berpegang pada aturan statistik yang amanah.
Menentukan sampel yang tepat akan membuat analisis sistem dalam penelitianmu jauh lebih kuat dan sulit dibantah.
Mau tahu cara menentukan tingkat kesalahan (margin of error) yang paling standar untuk penelitian di bidang teknik agar tidak didebat oleh dosen penguji? Cek juga panduan teknis riset kami di:
- Website: masoemuniversity.ac.id
- Instagram: @masoem_university





