Dalam penelitian Fakultas Teknik, baik itu di bidang Teknik Informatika maupun Teknik Industri, menentukan teknik sampling bukan sekadar memilih jumlah orang atau barang. Ini adalah soal bagaimana kamu mengambil data yang valid agar hasil analisis sistem kamu bisa dipercaya secara ilmiah dan profesional.
Di Masoem University, kita dididik untuk memiliki integritas dalam pengumpulan data. Memilih teknik yang salah bisa membuat skripsimu ditolak saat sidang karena dianggap tidak representatif. Berikut adalah panduan langkah demi langkah untuk menentukan teknik sampling yang tangguh.
1. Pahami Dua Kategori Besar Sampling
Sebelum melangkah lebih jauh, kamu harus tahu bahwa secara garis besar, teknik sampling dibagi menjadi dua kelompok utama:
- Probability Sampling: Setiap anggota populasi punya peluang yang sama untuk terpilih. Teknik ini sangat disiplin dan biasanya wajib digunakan untuk penelitian kuantitatif yang hasilnya ingin digeneralisasi ke seluruh populasi.
- Non-Probability Sampling: Anggota populasi tidak punya peluang yang sama untuk terpilih. Biasanya digunakan untuk penelitian awal, kualitatif, atau jika populasi sangat sulit dijangkau.
2. Langkah Demi Langkah Menentukan Teknik yang Tepat
Langkah 1: Identifikasi Karakteristik Populasi
Apakah populasi kamu seragam (homogen) atau bertingkat (heterogen)?
- Jika seragam (misal: semua mesin di satu lini produksi punya spek sama), gunakan Simple Random Sampling.
- Jika bertingkat (misal: pengguna aplikasi terdiri dari level basic, medium, dan premium), gunakan Stratified Random Sampling.
Langkah 2: Tentukan Area atau Kelompok
Jika populasi kamu tersebar luas secara geografis (misal: industri manufaktur di seluruh Jawa Barat), gunakan Cluster Sampling. Kamu membagi populasi berdasarkan area, lalu memilih area secara acak untuk diteliti.
Langkah 3: Sesuaikan dengan Kendala Penelitian
Jika kamu memiliki keterbatasan waktu atau akses:
- Convenience Sampling: Mengambil sampel yang paling mudah ditemui (paling tidak disarankan untuk skripsi teknik karena kurang akurat).
- Purposive Sampling: Mengambil sampel berdasarkan kriteria spesifik yang kamu tentukan secara inovatif (misal: hanya pakar IT dengan pengalaman di atas 10 tahun).
3. Teknik Sampling yang Sering Digunakan di Fakultas Teknik
Untuk memberikan gambaran yang lebih amanah, berikut adalah contoh penerapannya di jurusan masing-masing:
- Teknik Informatika: Sering menggunakan Systematic Sampling. Misalnya, kamu menguji performa server setiap kelipatan 10 request yang masuk untuk melihat konsistensi sistem.
- Teknik Industri: Sering menggunakan Stratified Sampling untuk kontrol kualitas. Kamu membagi sampel berdasarkan shift kerja (pagi, siang, malam) karena suhu mesin atau kelelahan operator mungkin berbeda di setiap waktu tersebut.
Tips Tambahan: Rumus Menentukan Jumlah Sampel
Setelah tahu tekniknya, kamu butuh angka pasti. Di tahun 2026, penggunaan Rumus Slovin atau Tabel Isaac & Michael masih menjadi standar yang diakui oleh dosen penguji di Masoem University untuk menentukan jumlah minimal sampel agar penelitianmu tetap profesional.
n = N : {1 + Ne^2}
Keterangan: n = jumlah sampel, N = jumlah populasi, e = batas toleransi kesalahan (error).
Menentukan teknik sampling dengan benar menunjukkan bahwa kamu adalah calon sarjana yang memiliki pola pikir sistemik dan suportif terhadap kebenaran data. Jangan sampai kerja kerasmu dalam koding atau observasi pabrik sia-sia hanya karena salah mengambil sampel.
Mau tahu cara menghitung jumlah sampel yang akurat menggunakan Rumus Slovin untuk berbagai tingkat kesalahan (error rate)? Cek juga panduan teknis riset kami di:
- Website: masoemuniversity.ac.id
- Instagram: @masoem_university





