Menyusun skripsi atau tugas akhir dengan ratusan referensi bisa menjadi mimpi buruk jika semuanya menumpuk di satu tempat. Bagi mahasiswa teknik atau bisnis, kemampuan mengelola data secara sistematis adalah bentuk ketelitian yang akan sangat membantu saat proses revisi bersama dosen pembimbing.
Agar daftar pustaka tetap rapi dan kamu tidak pusing mencari sumber kutipan, berikut adalah trik mengatur folder di Mendeley agar referensi tiap bab tetap terorganisir:
1. Gunakan Fitur “Collections” (Folder Khusus Bab)
Jangan biarkan semua PDF menumpuk di menu All References. Buatlah struktur folder yang spesifik di panel sebelah kiri Mendeley.
- Klik “New Collection”.
- Buat folder dengan penamaan: [SKRIPSI] – BAB 1, [SKRIPSI] – BAB 2, dan seterusnya.
- Masukkan jurnal yang hanya relevan dengan latar belakang di folder Bab 1, dan jurnal teori di folder Bab 2. Dengan cara ini, saat kamu menulis di Word, kamu bisa memfilter referensi berdasarkan folder bab tersebut.
2. Manfaatkan “Sub-Collections” untuk Topik Spesifik
Jika Bab 2 (Tinjauan Pustaka) kamu memiliki banyak sub-bab, buatlah sub-collection. Misalnya, di bawah folder Bab 2, buat folder kecil “IoT”, “Efisiensi Energi”, atau “Manajemen SDM”. Pemisahan ini sangat efektif untuk menjaga kedisiplinan riset agar kamu tidak salah mengutip teori yang mirip namun berbeda konteks.
3. Gunakan Fitur “Tags” sebagai Penanda Tambahan
Kadang satu jurnal bisa dipakai di Bab 2 sekaligus Bab 5 (Pembahasan). Daripada menduplikasi file, gunakan fitur Tags di panel sebelah kanan.
- Tambahkan tag seperti “Penting”, “Metode”, atau “Bandingkan”.
- Kamu bisa mencari jurnal hanya dengan mengetik tag tersebut di kolom pencarian. Ini adalah trik teknis untuk menghubungkan berbagai referensi tanpa harus memindah-mindahkan file secara manual.
4. Sinkronisasi dengan “Watch Folder”
Agar tidak perlu menarik file satu per satu, buatlah folder khusus di laptopmu (misalnya di Documents). Masuk ke pengaturan Mendeley, lalu aktifkan “Watch Folder” pada folder tersebut. Setiap kali kamu mengunduh jurnal baru dan menyimpannya di folder laptop, Mendeley akan otomatis mendeteksinya. Kamu tinggal memindahkannya ke koleksi bab yang sesuai.
5. Bersihkan Folder “Unsorted” Secara Berkala
Mendeley memiliki folder bawaan untuk dokumen yang belum dimasukkan ke koleksi mana pun. Jadikan kebiasaan untuk memeriksa folder ini setiap akhir pekan. Jika dibiarkan menumpuk, metadata jurnal yang berantakan akan semakin sulit dirapikan. Pastikan setiap file sudah memiliki tempatnya masing-masing sebelum kamu mulai menulis draf bab selanjutnya.
Manajemen referensi yang rapi mencerminkan karakter mahasiswa yang amanah dalam mengelola data penelitian. Dengan folder yang teratur, proses pengerjaan skripsi di atmosfer belajar Bandung Timur yang tenang akan terasa jauh lebih ringan dan terstruktur.
Ingin tahu cara mengekspor daftar pustaka dari Mendeley ke format APA atau IEEE secara otomatis agar sesuai dengan standar kampus? Kamu bisa melihat panduan teknisnya di:
- Website: masoemuniversity.ac.id
- Instagram: @masoem_university





