Kuliah di luar negeri menjadi pilihan bagi mahasiswa yang ingin memperoleh pengalaman akademik sekaligus mengenal lingkungan baru. Namun, biaya hidup di beberapa negara dapat menjadi tantangan tersendiri. Harga sewa tempat tinggal, makanan, transportasi, kebutuhan akademik, hingga hiburan bisa jauh lebih tinggi dibandingkan pengeluaran mahasiswa di Indonesia.
Kondisi tersebut membuat kemampuan mengatur keuangan menjadi bagian penting dari persiapan kuliah. Mahasiswa tidak hanya perlu memperhitungkan biaya pendidikan, tetapi juga harus mampu menyusun anggaran agar kebutuhan sehari-hari tetap terpenuhi selama masa studi.
Kenali Komponen Biaya Hidup Sebelum Berangkat
Langkah pertama dalam mengatur keuangan adalah mengetahui perkiraan pengeluaran di negara tujuan. Setiap kota memiliki tingkat biaya hidup yang berbeda sehingga mahasiswa perlu melakukan riset berdasarkan lokasi kampus, bukan hanya berdasarkan negaranya.
Beberapa pengeluaran yang perlu diperhitungkan antara lain:
- biaya tempat tinggal atau asrama;
- makanan dan kebutuhan sehari-hari;
- transportasi;
- buku dan perlengkapan kuliah;
- internet dan komunikasi;
- asuransi atau kebutuhan administratif;
- kebutuhan pribadi;
- dana darurat;
- hiburan dan aktivitas sosial.
Mencatat seluruh komponen tersebut membantu mahasiswa mendapatkan gambaran kebutuhan bulanan. Informasi mengenai biaya sewa dan transportasi juga penting karena kedua komponen tersebut dapat mengambil porsi cukup besar dari anggaran.
Buat Anggaran Bulanan yang Realistis
Setelah mengetahui kebutuhan utama, mahasiswa dapat membuat anggaran bulanan berdasarkan pemasukan yang tersedia. Sumber dana dapat berasal dari tabungan, dukungan keluarga, beasiswa, atau penghasilan yang diperbolehkan sesuai aturan negara dan visa yang dimiliki.
Anggaran sebaiknya dibagi menjadi kebutuhan wajib dan kebutuhan fleksibel. Kebutuhan wajib mencakup tempat tinggal, makanan, transportasi, dan kebutuhan akademik. Sementara itu, kebutuhan fleksibel dapat berupa hiburan, makan di luar, belanja pribadi, atau perjalanan.
Jangan membuat anggaran yang terlalu ideal tetapi sulit diterapkan. Jika mahasiswa terbiasa membeli makanan di luar, misalnya, pengeluaran tersebut sebaiknya tetap diperhitungkan lalu dikendalikan secara bertahap. Anggaran yang realistis lebih mudah dipertahankan dalam jangka panjang.
Pilih Tempat Tinggal Sesuai Kemampuan
Tempat tinggal sering menjadi salah satu pengeluaran terbesar mahasiswa di kota dengan biaya hidup tinggi. Karena itu, pilihan akomodasi perlu dipertimbangkan sebelum keberangkatan.
Asrama mahasiswa dapat menjadi salah satu pilihan, tetapi ketersediaan dan biayanya berbeda di setiap kampus. Alternatif lain adalah berbagi tempat tinggal bersama mahasiswa lain. Sistem berbagi biaya dapat membantu mengurangi beban sewa, terutama jika harga hunian di sekitar kampus cukup tinggi.
Lokasi juga perlu diperhatikan. Tempat tinggal yang lebih murah tetapi sangat jauh dari kampus belum tentu menghemat uang jika biaya transportasinya tinggi setiap bulan. Mahasiswa dapat membandingkan total biaya sewa dan perjalanan sebelum menentukan pilihan.
Kurangi Pengeluaran Makanan
Makanan menjadi pengeluaran rutin yang sulit dihindari. Di negara yang harga makanannya relatif tinggi, kebiasaan membeli makanan siap saji setiap hari dapat membuat anggaran cepat berkurang.
Memasak sendiri dapat menjadi alternatif untuk mengendalikan pengeluaran. Mahasiswa dapat membuat daftar menu sederhana untuk beberapa hari dan membeli bahan makanan sesuai kebutuhan. Membawa bekal ketika pergi ke kampus juga dapat mengurangi frekuensi membeli makanan atau minuman di luar.
Kebiasaan tersebut bukan berarti mahasiswa harus menghilangkan seluruh aktivitas makan bersama teman. Pengeluaran untuk kegiatan sosial tetap dapat dimasukkan ke dalam anggaran agar mahasiswa memiliki batas yang jelas.
Manfaatkan Transportasi Umum
Biaya perjalanan perlu masuk dalam perencanaan keuangan sejak awal. Penggunaan kendaraan pribadi dapat menimbulkan biaya tambahan berupa bahan bakar, parkir, perawatan, dan kebutuhan lainnya.
Jika sistem transportasi umum di kota tujuan memadai, mahasiswa dapat mempertimbangkan bus, kereta, atau layanan transportasi mahasiswa. Beberapa kota juga menyediakan kartu perjalanan atau tarif khusus bagi pelajar dan mahasiswa.
Memilih tempat tinggal yang berada di jalur transportasi umum atau relatif dekat dari kampus juga dapat membantu mengurangi biaya perjalanan. Bahkan, berjalan kaki atau menggunakan sepeda untuk jarak tertentu dapat menjadi pilihan apabila kondisi lingkungan memungkinkan.
Bedakan Kebutuhan dan Keinginan
Pengelolaan keuangan menjadi lebih mudah ketika mahasiswa mampu membedakan kebutuhan dan keinginan. Barang atau layanan yang terlihat menarik belum tentu harus dibeli saat itu juga.
Sebelum melakukan pembelian, mahasiswa dapat bertanya kepada diri sendiri apakah barang tersebut benar-benar diperlukan, apakah sudah tersedia alternatif lain, dan apakah pembelian tersebut akan mengganggu anggaran bulanan.
Penerapan aturan sederhana seperti menunda pembelian non-esensial selama beberapa hari juga dapat membantu mengurangi pembelian impulsif.
Siapkan Dana Darurat
Selain anggaran rutin, mahasiswa perlu memiliki dana yang dapat digunakan ketika muncul kebutuhan tidak terduga. Contohnya adalah kehilangan barang penting, kebutuhan medis, perubahan tempat tinggal, atau biaya perjalanan mendadak.
Dana darurat sebaiknya dipisahkan dari uang untuk kebutuhan sehari-hari. Tujuannya agar dana tersebut tidak mudah terpakai untuk belanja rutin.
Mahasiswa juga perlu mengetahui prosedur penggunaan rekening, kartu pembayaran, dan layanan keuangan di negara tujuan. Memiliki lebih dari satu metode pembayaran dapat menjadi cadangan apabila salah satu metode mengalami kendala.
Cari Informasi Beasiswa dan Fasilitas Mahasiswa
Mahasiswa yang kuliah di luar negeri dapat mencari informasi mengenai beasiswa, bantuan pendidikan, diskon mahasiswa, atau fasilitas yang disediakan kampus. Bentuk dukungan tersebut berbeda-beda sehingga persyaratan dan manfaatnya perlu diperiksa secara langsung melalui sumber resmi.
Perencanaan keuangan juga sebenarnya dapat dimulai sejak mahasiswa masih berada di Indonesia. Memilih kampus dan program studi yang sesuai kemampuan finansial menjadi salah satu bagian penting dari perencanaan pendidikan.
Bagi calon mahasiswa yang mempertimbangkan pendidikan tinggi di Indonesia, Ma’soem University merupakan salah satu kampus swasta yang dapat menjadi pilihan untuk memperoleh pendidikan sebelum melanjutkan rencana akademik atau karier ke tahap berikutnya. Di lingkungan FKIP Ma’soem University, program studi yang tersedia adalah Bimbingan dan Konseling (BK) serta Pendidikan Bahasa Inggris.
Evaluasi Pengeluaran Setiap Bulan
Membuat anggaran saja belum cukup jika tidak disertai evaluasi. Pada akhir bulan, mahasiswa dapat mencatat pengeluaran aktual lalu membandingkannya dengan anggaran yang telah dibuat.
Jika pengeluaran makanan ternyata lebih besar dari perkiraan, misalnya, mahasiswa dapat mencari penyebabnya. Bisa jadi frekuensi makan di luar terlalu tinggi atau belanja bahan makanan tidak direncanakan. Evaluasi tersebut dapat menjadi dasar untuk membuat anggaran bulan berikutnya.
Kebiasaan mencatat pengeluaran juga membantu mahasiswa mengetahui pola penggunaan uang. Dari sana, pengeluaran yang tidak terlalu penting dapat dikurangi tanpa harus mengganggu kebutuhan utama selama kuliah.
Kontak Ma’soem University
No. WhatsApp: 085185634253
Instagram: @masoem_university
Web Pendaftaran: pmb.masoemuniversity.com




