Cara Mengerjakan 150 Soal UTBK dalam 195 Menit Tanpa Kehabisan Waktu!

Menghadapi 150 soal dalam waktu 195 menit berarti Anda memiliki waktu rata-rata 1,3 menit per soal. Namun, tantangan sebenarnya bukan hanya menghitung angka, melainkan mengelola transisi antar sub-tes yang memiliki tingkat kesulitan berbeda.

Agar Anda tetap tenang dan presisi hingga menit terakhir di UTBK 2026, berikut adalah strategi manajemen waktu yang wajib Anda terapkan.


1. Strategi “Cut-Loss” (Batasi Waktu Per Soal)

Jangan biarkan satu soal mencuri peluang Anda di soal lainnya. Gunakan aturan batas waktu berikut:

  • Penalaran Umum & Literasi: Maksimal 60–80 detik. Jika sudah membaca dua kali dan belum paham maksudnya, segera tandai “Ragu-Ragu” dan lanjut.
  • Pengetahuan Kuantitatif & Penalaran Matematika: Maksimal 90–120 detik. Jika langkah pengerjaan mulai terasa terlalu panjang atau rumit, besar kemungkinan ada cara logika yang lebih singkat yang Anda lewatkan. Lewati dulu!

2. Teknik Membaca “Question-First”

Pada sub-tes Literasi Bahasa Indonesia dan Inggris, teks yang panjang adalah jebakan waktu.

  • Langkah: Baca pertanyaan dan pilihan jawaban terlebih dahulu. Dengan begitu, otak Anda akan bekerja seperti search engine saat memindai teks, hanya mencari informasi yang relevan (scanning) daripada membaca narasi dari awal sampai akhir.

3. Skala Prioritas Sub-Tes

Sistem UTBK 2026 biasanya membagi waktu per sub-tes secara kaku. Artinya, Anda tidak bisa menggunakan sisa waktu Literasi untuk mengerjakan Matematika.

  • Fokus: Kerjakan soal-soal yang bersifat “bonus” (soal grafik, tabel, atau sinonim) di 5 menit pertama.
  • Energi: Simpan konsentrasi penuh untuk bagian tengah waktu sub-tes. Di 2 menit terakhir, jangan lagi mencoba menghitung soal baru; gunakan untuk memastikan tidak ada jawaban yang kosong.

4. Manfaatkan “Zero-Penalty” (Jangan Ada Kolom Kosong)

Ingat, tidak ada pengurangan nilai (poin minus) untuk jawaban yang salah.

  • Strategi: Jika waktu tersisa tinggal 60 detik dan masih ada 5 soal kosong, jangan menebak secara acak (A, C, E, B, D). Secara statistik, memilih satu huruf konsisten untuk semua soal yang tersisa (misal semuanya C) memberikan peluang skor lebih tinggi daripada menebak acak.

5. Jaga Ritme Napas dan Postur

Kehabisan waktu sering kali diawali oleh kepanikan fisik. Saat otak merasa terdesak, fokus akan pecah.

  • Tips: Setiap berpindah sub-tes, ambil napas dalam selama 5 detik untuk melakukan reset mental. Jangan membungkuk terlalu dalam ke arah monitor; postur yang tegak membantu aliran oksigen ke otak tetap stabil, sehingga Anda tidak cepat lelah secara kognitif.

UTBK adalah uji ketangkasan, bukan sekadar uji hafalan. Peserta yang sukses adalah mereka yang tahu kapan harus “berhenti bertarung” pada soal yang sulit demi mengamankan poin pada soal yang lebih mudah.

Persiapan mental dan strategi teknis seperti ini adalah bagian dari karakter mahasiswa yang adaptif terhadap tekanan. Di Universitas Ma’soem, kami membekali mahasiswa dengan kemampuan manajemen waktu dan logika digital agar siap menghadapi tantangan akademis maupun dunia kerja yang serba cepat.


Ingin tahu tips sukses seleksi masuk perguruan tinggi lainnya atau info beasiswa di Universitas Ma’soem? Cek selengkapnya di:

Website: masoemuniversity.ac.id

Instagram: @masoem_university