Membuat makalah dari jurnal sering dianggap rumit oleh mahasiswa, terutama ketika harus memahami isi penelitian yang penuh istilah akademik. Padahal, jika mengetahui langkah yang tepat, proses penyusunan makalah bisa menjadi lebih mudah, terstruktur, dan hemat waktu. Banyak dosen juga kini lebih sering meminta sumber dari jurnal karena dianggap lebih valid dibandingkan artikel biasa di internet.
Kemampuan mengolah jurnal menjadi makalah penting dimiliki mahasiswa sejak awal perkuliahan. Tidak hanya membantu menyelesaikan tugas, keterampilan ini juga melatih kemampuan berpikir kritis, menganalisis data, serta menyusun argumen secara akademik.
Di lingkungan kampus yang mendukung budaya akademik, mahasiswa biasanya lebih terbiasa membaca referensi ilmiah sejak semester awal. Salah satunya di Ma’soem University yang mendorong mahasiswa aktif mengembangkan kemampuan literasi akademik melalui proses pembelajaran yang terarah, termasuk di lingkungan FKIP untuk program studi Pendidikan Bahasa Inggris dan Bimbingan Konseling.
Memahami Isi Jurnal Sebelum Menulis
Kesalahan yang sering terjadi saat membuat makalah adalah langsung menyalin isi jurnal tanpa memahami inti pembahasannya. Akibatnya, tulisan menjadi tidak runtut dan sulit dipahami.
Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah membaca bagian penting jurnal terlebih dahulu, seperti:
- abstrak
- pendahuluan
- metode penelitian
- hasil penelitian
- kesimpulan
Bagian abstrak biasanya sudah menggambarkan tujuan penelitian dan hasil utama penelitian tersebut. Setelah itu, pahami masalah yang dibahas penulis dan catat poin pentingnya.
Gunakan stabilo atau catatan kecil agar ide utama lebih mudah ditemukan kembali saat proses penulisan makalah dimulai.
Menentukan Tema Makalah yang Jelas
Makalah yang baik memiliki fokus pembahasan yang spesifik. Jangan mencoba memasukkan seluruh isi jurnal ke dalam satu tulisan karena hasilnya akan terlalu luas.
Contohnya, jika jurnal membahas penggunaan media digital dalam pembelajaran bahasa Inggris, fokus makalah bisa diarahkan pada:
- pengaruh media digital terhadap motivasi belajar
- efektivitas aplikasi pembelajaran
- tantangan penggunaan teknologi di kelas
Tema yang jelas membuat isi makalah lebih terarah dan memudahkan proses penyusunan argumen.
Membuat Kerangka Sebelum Menulis
Kerangka membantu mahasiswa menyusun isi makalah secara sistematis. Tanpa kerangka, tulisan biasanya mudah melebar ke mana-mana.
Struktur sederhana makalah umumnya terdiri dari:
1. Pendahuluan
Berisi latar belakang masalah dan alasan topik dipilih.
2. Pembahasan
Menjelaskan hasil analisis jurnal dan pendapat penulis makalah.
3. Daftar Pustaka
Memuat sumber jurnal yang digunakan.
Kerangka juga membantu menghemat waktu karena penulis sudah mengetahui alur pembahasan sejak awal.
Mengubah Bahasa Jurnal Menjadi Bahasa Sendiri
Jurnal ilmiah sering menggunakan bahasa formal dan cukup kompleks. Karena itu, mahasiswa perlu menuliskan kembali isi jurnal menggunakan kalimat sendiri tanpa mengubah makna utamanya.
Teknik ini disebut parafrase. Selain membuat tulisan lebih natural, parafrase juga membantu menghindari plagiarisme.
Contoh sederhana:
Kalimat jurnal:
“Penggunaan teknologi digital meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran.”
Parafrase:
“Pemanfaatan teknologi digital membuat siswa lebih aktif selama kegiatan belajar berlangsung.”
Tulisan yang menggunakan bahasa sendiri biasanya lebih enak dibaca dan menunjukkan pemahaman penulis terhadap materi.
Memilih Jurnal yang Kredibel
Tidak semua jurnal di internet dapat digunakan sebagai referensi akademik. Pilih jurnal yang berasal dari sumber terpercaya agar isi makalah lebih kuat.
Beberapa ciri jurnal yang baik antara lain:
- memiliki identitas penulis yang jelas
- diterbitkan institusi pendidikan atau jurnal ilmiah resmi
- memiliki tahun publikasi yang relevan
- pembahasannya sesuai topik
Mahasiswa juga perlu memperhatikan apakah jurnal tersebut masih relevan dengan kondisi terbaru, terutama untuk topik pendidikan dan teknologi.
Menggabungkan Beberapa Jurnal agar Pembahasan Lebih Kaya
Makalah akan terlihat lebih akademis jika menggunakan lebih dari satu referensi jurnal. Isi pembahasan menjadi lebih luas karena terdapat perbandingan pendapat dari beberapa penelitian.
Misalnya:
- jurnal pertama membahas metode pembelajaran
- jurnal kedua membahas hasil penerapan metode tersebut
- jurnal ketiga membahas hambatan dalam pelaksanaannya
Gabungan referensi seperti ini membuat isi makalah lebih mendalam dan tidak monoton.
Pentingnya Sitasi dan Daftar Pustaka
Masih banyak mahasiswa yang lupa mencantumkan sumber saat mengambil teori dari jurnal. Padahal, sitasi menjadi bagian penting dalam penulisan akademik.
Penulisan sumber dapat menggunakan format yang diminta dosen, seperti:
- APA Style
- MLA Style
- Harvard Style
Daftar pustaka juga harus sesuai dengan sumber yang benar-benar digunakan dalam isi makalah.
Jika masih bingung mengenai penulisan akademik atau kebutuhan informasi perkuliahan, mahasiswa bisa menghubungi admin Ma’soem University di nomor +62 851 8563 4253 untuk mendapatkan informasi kampus dan program studi yang tersedia.
Menghindari Copy Paste Berlebihan
Dosen biasanya mudah mengetahui makalah yang hanya hasil salin-tempel dari internet atau jurnal. Selain mengurangi kualitas tulisan, tindakan tersebut juga bisa dianggap plagiarisme.
Tulisan yang baik justru memperlihatkan hasil pemahaman pribadi terhadap isi jurnal. Karena itu, pahami materi terlebih dahulu sebelum mulai menulis.
Gunakan kutipan langsung hanya jika memang diperlukan, misalnya untuk definisi penting atau teori tertentu.
Mengatur Waktu Pengerjaan Makalah
Banyak mahasiswa merasa kesulitan membuat makalah karena mengerjakannya mendekati deadline. Akibatnya, isi tulisan kurang maksimal dan sering terdapat kesalahan.
Pembagian waktu sederhana bisa membantu proses pengerjaan menjadi lebih ringan:
- hari pertama mencari jurnal
- hari kedua membaca dan membuat catatan
- hari ketiga menyusun kerangka
- hari keempat mulai menulis
- hari kelima revisi
Cara ini membuat proses penulisan lebih tenang dan hasilnya lebih rapi.
Memanfaatkan Perpustakaan Digital Kampus
Saat ini banyak kampus mulai menyediakan akses jurnal digital untuk mahasiswa. Fasilitas tersebut mempermudah pencarian referensi ilmiah tanpa harus membeli jurnal berbayar.
Mahasiswa dapat memanfaatkan Google Scholar, repository kampus, atau portal jurnal nasional untuk menemukan referensi yang sesuai.
Lingkungan akademik yang aktif biasanya juga membantu mahasiswa lebih terbiasa melakukan penelitian sederhana sejak awal kuliah. Hal ini penting terutama bagi mahasiswa FKIP yang nantinya akan sering berhubungan dengan penulisan laporan, penelitian pendidikan, dan karya ilmiah lainnya.
Melakukan Revisi Sebelum Dikumpulkan
Makalah yang sudah selesai ditulis sebaiknya tidak langsung dikumpulkan. Luangkan waktu untuk membaca ulang isi tulisan agar kesalahan dapat diperbaiki.
Periksa beberapa hal berikut:
- typo atau salah penulisan
- kalimat yang terlalu panjang
- kesesuaian isi pembahasan
- format daftar pustaka
- struktur paragraf
Revisi sederhana sering membuat kualitas makalah meningkat secara signifikan. Tulisan menjadi lebih nyaman dibaca dan terlihat lebih profesional secara akademik.





