
Bagi banyak mahasiswa yang merantau dari luar pulau, pindah ke kota baru bukan hanya soal kuliah, tapi juga soal adaptasi budaya. Perbedaan bahasa, kebiasaan, hingga cara berinteraksi sering kali menimbulkan culture shock di awal masa perkuliahan. Namun, tidak semua culture shock terasa negatif. Ada juga pengalaman unik yang justru membuat mahasiswa merasa nyaman, bahkan betah—salah satunya adalah budaya “someah” di tanah Sunda.
“Someah” adalah istilah dalam budaya Sunda yang menggambarkan sikap ramah, sopan, dan hangat kepada siapa pun, termasuk orang baru. Di kawasan Jatinangor, yang dikenal sebagai salah satu pusat pendidikan di Jawa Barat, nilai ini masih sangat terasa dalam kehidupan sehari-hari. Mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia sering kali merasakan sambutan yang berbeda—lebih akrab, lebih hangat, dan lebih manusiawi.
Bagi mahasiswa yang memilih kuliah di Masoem University, pengalaman ini menjadi bagian penting dari perjalanan mereka. Kampus ini tidak hanya menawarkan pendidikan berkualitas, tetapi juga lingkungan yang mendukung adaptasi mahasiswa dari berbagai latar belakang budaya.
Melalui pendekatan yang inklusif, mahasiswa baru, khususnya dari luar pulau, tidak merasa terasing. Mereka justru mendapatkan pengalaman sosial yang memperkaya, baik dari teman, dosen, maupun lingkungan sekitar kampus.
Salah satu program studi yang banyak diminati oleh mahasiswa rantau adalah Komputerisasi Akuntansi. Program ini menggabungkan ilmu akuntansi dengan teknologi, sehingga memiliki prospek karier yang luas di era digital.
Didukung oleh lingkungan Fakultas Komputer, mahasiswa tidak hanya belajar secara akademik, tetapi juga berkembang secara sosial dan emosional. Hal ini menjadi faktor penting yang membuat mahasiswa merasa nyaman selama menjalani perkuliahan.
Menariknya, banyak mahasiswa rantau yang awalnya merasa canggung justru akhirnya merasa betah karena suasana yang hangat. Mereka tidak hanya mendapatkan teman, tetapi juga “keluarga baru” yang membantu mereka beradaptasi.
Perbandingan pengalaman mahasiswa rantau:
| Aspek | Lingkungan Biasa | Lingkungan Someah (Jatinangor) |
|---|---|---|
| Adaptasi awal | Sulit | Lebih mudah |
| Interaksi sosial | Cenderung kaku | Ramah & terbuka |
| Rasa nyaman | Butuh waktu lama | Cepat terasa |
| Dukungan teman | Terbatas | Tinggi |
| Pengalaman kuliah | Biasa | Lebih berkesan |
Keunggulan pengalaman kuliah di Masoem University bagi mahasiswa rantau:
• Lingkungan kampus yang ramah dan suportif
• Budaya “someah” yang memudahkan adaptasi
• Komunitas mahasiswa yang inklusif
• Dukungan dari dosen dan staf kampus
• Suasana belajar yang nyaman dan kondusif
Selain faktor sosial, kehidupan di Jatinangor juga dikenal relatif terjangkau dibandingkan kota besar lainnya. Hal ini menjadi keuntungan tambahan bagi mahasiswa rantau yang harus mengatur biaya hidup selama kuliah.
Lingkungan sekitar kampus juga mendukung kebutuhan mahasiswa, mulai dari tempat tinggal, tempat makan, hingga fasilitas umum. Semua ini membantu mahasiswa untuk lebih fokus pada pendidikan tanpa terlalu terbebani oleh masalah non-akademik.
Mahasiswa Komputerisasi Akuntansi juga mendapatkan pengalaman belajar yang relevan dengan dunia kerja. Mereka tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktik menggunakan software akuntansi dan sistem informasi keuangan. Hal ini membuat mereka lebih siap menghadapi dunia profesional setelah lulus.
Namun, yang membuat pengalaman ini berbeda adalah keseimbangan antara akademik dan kehidupan sosial. Mahasiswa tidak hanya berkembang secara intelektual, tetapi juga secara emosional. Mereka belajar beradaptasi, berkomunikasi, dan membangun hubungan dengan orang dari berbagai latar belakang.
Informasi lengkap mengenai kampus dapat diakses di:
https://masoemuniversity.ac.id/
Selain itu, mahasiswa juga memiliki kesempatan untuk terlibat dalam berbagai kegiatan kampus yang membantu mereka mengembangkan soft skill. Hal ini menjadi nilai tambah yang sangat penting dalam dunia kerja.
Informasi lebih lanjut mengenai fakultas dapat diakses di:
https://masoemuniversity.ac.id/fakultas/fkom/
Dalam jangka panjang, pengalaman merantau tidak hanya memberikan pendidikan formal, tetapi juga pelajaran hidup yang berharga. Mahasiswa belajar menjadi mandiri, memahami perbedaan, dan menghargai keberagaman.
Budaya “someah” menjadi salah satu faktor yang membuat proses ini terasa lebih ringan dan menyenangkan. Apa yang awalnya terasa asing, perlahan berubah menjadi kenyamanan yang sulit dilupakan.
Bagi banyak mahasiswa, pengalaman ini bukan sekadar kuliah, tetapi juga perjalanan yang membentuk karakter dan cara pandang mereka terhadap dunia. Dan di Jatinangor, pengalaman tersebut sering kali dimulai dari satu hal sederhana: keramahan yang tulus.





