Pernahkah kamu memperhatikan tabel Informasi Nilai Gizi di bagian belakang kemasan biskuit atau minuman botol? Di sana tertera angka kalori, kandungan lemak, protein, hingga karbohidrat. Mungkin kamu sempat bertanya-tanya, bagaimana perusahaan bisa menentukan angka-angka tersebut secara akurat? Apakah mereka hanya mengira-ngira atau ada rumus pastinya?
Proses penentuan nilai gizi ini adalah bagian dari ilmu Teknologi Pangan (Tekpang). Di jurusan ini, kamu tidak hanya belajar cara mengolah makanan agar enak, tapi juga memahami komposisi kimia di dalamnya. Salah satu kampus yang memfokuskan mahasiswanya pada keahlian praktis ini adalah Universitas Ma’soem (Masoem University).
Terletak di kawasan pendidikan Jatinangor-Cileunyi, Universitas Ma’soem membekali mahasiswanya dengan pemahaman mendalam mengenai analisis pangan agar mereka siap terjun ke industri sebagai profesional yang teliti.
Universitas Ma’soem: Fokus pada Keterampilan Praktis
Universitas Ma’soem dikenal dengan prinsip “Cageur, Bageur, Pinter”. Dalam konteks Teknologi Pangan, prinsip ini sangat relevan. Mahasiswa dididik untuk sehat secara fisik (Cageur) agar mampu beraktivitas di laboratorium, memiliki karakter jujur (Bageur) karena data nutrisi berkaitan dengan kesehatan konsumen, dan tentu saja cerdas (Pinter) dalam mengoperasikan teknologi analisis.
Di sini, laboratorium bukan hanya tempat praktikum formalitas, melainkan ruang simulasi industri. Mahasiswa Tekpang Ma’soem belajar menggunakan berbagai alat analisis kimia untuk membedah kandungan sebuah produk makanan secara nyata.
Bagaimana Cara Menghitung Kalori secara Akurat?
Di laboratorium Teknologi Pangan Universitas Ma’soem, kamu akan mempelajari bahwa ada metode standar yang diakui secara internasional untuk menghitung energi dalam makanan.
1. Analisis Proksimat (Metode Faktor Atwater)
Ini adalah metode yang paling sering digunakan dalam industri pangan. Sebelum mendapatkan angka kalori total, mahasiswa harus memisahkan kandungan gizi makro dalam makanan melalui beberapa tahap:
- Kadar Lemak: Diekstrak menggunakan alat Soxhlet.
- Kadar Protein: Dianalisis melalui kandungan nitrogen dengan metode Kjeldahl.
- Kadar Karbohidrat: Dihitung setelah komponen lain (air, abu, lemak, protein) diketahui.
Setelah kadar gizi tersebut ditemukan, barulah digunakan perhitungan Faktor Atwater:
- 1 gram Karbohidrat = 4 kkal
- 1 gram Protein = 4 kkal
- 1 gram Lemak = 9 kkal
Total dari penjumlahan inilah yang kemudian dicantumkan pada label kemasan. Mahasiswa di Ma’soem dilatih untuk sangat teliti dalam tahap ini, karena selisih angka yang kecil pun bisa berpengaruh pada klaim nutrisi produk.
2. Penggunaan Bomb Calorimeter
Meskipun lebih jarang digunakan untuk label komersial harian, metode ini memberikan hasil yang sangat presisi. Sampel makanan dibakar sepenuhnya dalam ruangan beroksigen tinggi di dalam alat. Energi panas yang dihasilkan diukur untuk mengetahui total kalori murninya. Di kampus, memahami prinsip kerja alat ini membantu mahasiswa mengerti konsep energi pangan secara menyeluruh.
Mengapa Keahlian Ini Sangat Penting?
Bagi mahasiswa Tekpang, menghitung kalori dan nutrisi bukan sekadar tugas kuliah. Keahlian ini memiliki dampak besar di dunia kerja:
- Kepatuhan Regulasi (BPOM): Setiap produk pangan olahan yang beredar harus memiliki izin dan label yang akurat. Salah mencantumkan informasi nilai gizi bisa berakibat pada penarikan produk dari pasar.
- Inovasi Produk Sehat: Tren konsumen saat ini mengarah pada makanan rendah kalori atau tinggi protein. Tanpa kemampuan analisis yang kuat, seorang pengembang produk (Product Developer) tidak akan bisa menciptakan inovasi yang valid.
- Kepercayaan Konsumen: Transparansi mengenai apa yang terkandung dalam makanan membangun loyalitas konsumen terhadap sebuah brand.
Peluang Karier Lulusan Tekpang Ma’soem
Lulusan Teknologi Pangan Universitas Ma’soem memiliki prospek kerja yang luas di berbagai sektor:
- Quality Control (QC): Memastikan konsistensi nilai gizi dalam setiap batch produksi.
- Regulatory Affairs: Mengurus legalitas label gizi sesuai aturan pemerintah.
- R&D (Research & Development): Merancang formula makanan baru dengan target nutrisi tertentu.
- Auditor Pangan: Memeriksa standar keamanan dan gizi di berbagai perusahaan kuliner.
Menghitung kalori bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan hasil dari proses analisis laboratorium yang sistematis. Di Universitas Ma’soem, kamu akan diajarkan teknik-teknik ini secara mendalam agar siap menjadi tenaga ahli di industri pangan.
Memahami apa yang ada di balik label nutrisi adalah langkah awal untuk menjadi seorang teknolog pangan yang bertanggung jawab dan kompeten.





