Bagi mahasiswa Fakultas Pertanian di Universitas Ma’soem, program magang atau Praktik Kerja Lapangan (PKL) adalah “panggung pembuktian” yang sesungguhnya. Di program studi Agribisnis, Anda tidak hanya belajar cara mengelola lahan, tetapi juga cara mengelola bisnis dan manusia secara profesional. Saat terjun ke dunia industri, ada satu hal yang bobot penilaiannya seringkali lebih tinggi daripada kecerdasan akademik: Etika Kerja.
Dalam sektor agribisnis yang dinamis, etika bukan sekadar formalitas, melainkan fondasi kepercayaan antara Anda, perusahaan, dan mitra di lapangan. Berikut adalah poin-poin etika kerja yang wajib dijaga agar Anda meninggalkan kesan profesional yang mendalam.
1. Integritas dalam Data dan Laporan
Sebagai mahasiswa Agribisnis, Anda akan sering bersinggungan dengan data—baik itu data biaya produksi, hasil panen, maupun analisis pasar. Di Universitas Ma’soem, kejujuran adalah nilai utama.
- Etika: Jangan pernah memanipulasi data hanya agar laporan terlihat “bagus”. Jika terjadi kegagalan di lapangan atau ketidaksesuaian target, laporkan apa adanya disertai analisis penyebabnya. Integritas Anda dalam menyajikan data adalah modal utama untuk menjadi manajer agribisnis yang terpercaya.
2. Kedisiplinan Waktu di Berbagai Medan
Sektor pertanian memiliki ritme kerja yang unik. Sering kali, aktivitas di perkebunan atau unit produksi dimulai jauh lebih pagi daripada jam kantor pada umumnya.
- Etika: Datang tepat waktu adalah bentuk penghormatan terhadap ritme kerja tim. Jika Anda dijadwalkan meninjau lahan pukul 06.00 pagi, pastikan Anda sudah siap di lokasi sebelumnya. Kedisiplinan mencerminkan kesiapan Anda dalam menghadapi tanggung jawab yang lebih besar.
3. Komunikasi Adaptif: Dari Direksi hingga Petani
Salah satu tantangan terbesar di jurusan Agribisnis adalah kemampuan berkomunikasi dengan lawan bicara yang beragam latar belakangnya.
- Etika: Gunakan bahasa yang formal dan sopan saat berdiskusi dengan atasan atau pihak manajemen di kantor. Namun, saat berada di lapangan, ubah pendekatan Anda menjadi lebih rendah hati, komunikatif, dan menghargai pengalaman para pekerja lapangan atau petani. Jangan bersikap menggurui; seraplah ilmu praktis dari mereka dengan sikap hormat.
4. Inisiatif dan Sikap Proaktif
Perusahaan tidak mencari mahasiswa magang yang hanya duduk diam menunggu perintah. Mereka mencari calon talenta yang memiliki sense of belonging terhadap pekerjaan.
- Etika: Jika tugas utama Anda sudah selesai, jangan hanya bermain ponsel. Tanyakan kepada mentor, “Apa lagi yang bisa saya bantu?” atau “Bolehkah saya membantu merapikan data inventaris ini?”. Inisiatif kecil menunjukkan bahwa Anda memiliki etos kerja yang produktif.
5. Menjaga Kerahasiaan Perusahaan
Selama magang, Anda mungkin akan melihat rahasia dagang, strategi pemasaran, atau formula produksi perusahaan.
- Etika: Jaga kerahasiaan informasi internal tersebut. Jangan membagikan data sensitif perusahaan ke media sosial atau pihak luar tanpa izin. Profesionalitas dalam menjaga rahasia adalah standar tertinggi yang harus dimiliki setiap praktisi agribisnis.
Menjaga Reputasi Almamater
Ingatlah bahwa saat Anda magang, Anda membawa nama besar Universitas Ma’soem. Etika kerja yang buruk tidak hanya merugikan diri sendiri, tetapi juga menutup pintu bagi adik tingkat yang ingin magang di tempat yang sama. Sebaliknya, etika kerja yang unggul bisa menjadi tiket emas Anda untuk langsung direkrut (hired) oleh perusahaan tersebut sesaat setelah lulus.
Kesimpulan Magang adalah investasi jangka panjang untuk karier Anda. Dengan menjaga etika kerja yang kuat—mulai dari integritas, disiplin, hingga cara berkomunikasi—mahasiswa Agribisnis Universitas Ma’soem tidak hanya akan sukses secara akademik, tetapi juga siap menjadi pemimpin di industri pangan global yang kompetitif.





