Followers Banyak tapi Penjualan Segitu-Gitu Saja? Mungkin Strategi Digital Marketing Makananmu yang Perlu Diubah!

Jumlah followers yang besar sering dianggap sebagai tanda bahwa bisnis makanan sudah berhasil membangun pasar di media sosial. Namun, banyaknya followers belum tentu membuat penjualan meningkat. Akun bisnis makanan bisa memiliki ribuan pengikut, tetapi jumlah pesanan tetap tidak banyak. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa strategi digital marketing makanan perlu diperhatikan kembali, terutama dalam mengubah perhatian audiens menjadi keputusan pembelian.

Followers Bukan Satu-Satunya Ukuran Keberhasilan Bisnis Makanan

Followers memang dapat membantu meningkatkan jangkauan sebuah bisnis. Akan tetapi, followers yang tidak tertarik dengan produk belum tentu memberikan dampak terhadap penjualan. Bisnis makanan membutuhkan audiens yang sesuai dengan target pasar, mulai dari mahasiswa, pekerja, keluarga, hingga konsumen yang memiliki kebutuhan tertentu.

Digital marketing makanan perlu diarahkan agar konten tidak hanya mendapatkan likes dan followers, tetapi juga mampu memperkenalkan produk, membangun kepercayaan, memberikan informasi yang jelas, dan mendorong konsumen melakukan pembelian.

Konten yang menarik secara visual juga perlu disertai informasi mengenai harga, varian produk, keunggulan, lokasi pembelian, cara pemesanan, serta promosi yang sedang berlangsung. Dengan begitu, calon konsumen tidak berhenti hanya pada tahap melihat konten.

Kenali Target Pasar Sebelum Membuat Konten

Kesalahan yang sering terjadi dalam pemasaran digital adalah membuat konten tanpa mengetahui siapa yang ingin dituju. Produk makanan untuk mahasiswa tentu memiliki pendekatan pemasaran yang berbeda dengan produk yang ditujukan untuk keluarga atau konsumen yang mencari makanan premium.

Target pasar dapat dilihat berdasarkan usia, aktivitas, kebutuhan, kebiasaan membeli makanan, hingga kemampuan membeli. Setelah target pasar diketahui, pemilik usaha dapat menentukan gaya bahasa, jenis konten, platform media sosial, serta bentuk promosi yang lebih sesuai.

Bagi pelaku usaha makanan yang ingin mengembangkan kemampuan pemasaran digital, pemahaman mengenai konsumen dan pengelolaan bisnis menjadi keterampilan yang penting. Pengetahuan tersebut juga memiliki keterkaitan dengan bidang Agribisnis di Ma’soem University.

Konten Makanan Harus Membuat Konsumen Tertarik Membeli

Foto dan video makanan yang menarik memang dapat meningkatkan perhatian audiens. Namun, konten digital marketing makanan sebaiknya tidak hanya menampilkan produk secara berulang. Konten dapat dikembangkan menjadi informasi mengenai bahan, proses produksi, cara penyajian, keunggulan produk, cerita di balik usaha, hingga testimoni pelanggan.

Video pendek dapat digunakan untuk memperlihatkan tekstur makanan, proses memasak, pengemasan, atau suasana ketika produk dinikmati. Konten edukasi juga dapat digunakan untuk memberikan informasi yang relevan dengan produk sehingga akun tidak terasa seperti hanya melakukan promosi.

Konsistensi juga penting. Akun bisnis yang aktif secara teratur lebih mudah membangun hubungan dengan audiens dibandingkan akun yang hanya muncul ketika sedang memiliki promo.

Manfaatkan Strategi Promosi yang Lebih Terarah

Promosi digital bukan sekadar memberikan potongan harga. Pemilik usaha dapat membuat berbagai bentuk penawaran yang disesuaikan dengan karakter target pasar. Misalnya, promo khusus pelanggan baru, paket pembelian, bonus produk tertentu, atau program yang mendorong pelanggan melakukan pembelian kembali.

Call to action juga perlu dibuat secara jelas. Kalimat seperti “Pesan sekarang”, “Hubungi kontak berikut untuk pemesanan”, atau “Cek menu lengkap sebelum melakukan pemesanan” dapat membantu mengarahkan audiens menuju tindakan berikutnya.

Penggunaan iklan digital juga dapat dipertimbangkan ketika bisnis sudah mengetahui target konsumennya. Iklan yang diarahkan kepada audiens yang sesuai dapat membantu produk menjangkau calon pelanggan yang memiliki kemungkinan lebih besar untuk tertarik.

Data Media Sosial Perlu Dijadikan Dasar Evaluasi

Jumlah followers memang mudah dilihat, tetapi pemilik bisnis perlu memperhatikan data lain. Interaksi terhadap konten, jumlah orang yang mengunjungi profil, pesan masuk, klik menuju kontak pemesanan, serta transaksi dari promosi digital dapat menjadi bahan evaluasi.

Jika sebuah konten memiliki banyak penonton tetapi hampir tidak menghasilkan pertanyaan atau pesanan, strategi kontennya perlu dievaluasi. Sebaliknya, konten dengan jumlah penonton lebih sedikit tetapi mampu menghasilkan banyak pertanyaan dari calon pelanggan dapat menjadi petunjuk mengenai jenis konten yang lebih relevan bagi target pasar.

Kemampuan membaca data tersebut menjadi bagian penting dalam pemasaran modern. Digital marketing tidak hanya membutuhkan kreativitas dalam membuat konten, tetapi juga kemampuan memahami perilaku konsumen dan mengambil keputusan berdasarkan data.

Peluang Belajar Digital Marketing di Ma’soem University

Perkembangan bisnis makanan juga berkaitan dengan kebutuhan sumber daya manusia yang memahami teknologi, bisnis, dan pengelolaan produk. Lingkungan pendidikan dapat menjadi tempat untuk mengembangkan berbagai keterampilan tersebut secara lebih terarah.

Di Ma’soem University, Fakultas Pertanian memiliki dua pilihan program studi, yaitu Teknologi Pangan dan Agribisnis. Teknologi Pangan dapat menjadi pilihan bagi mahasiswa yang tertarik dengan pengolahan dan pengembangan produk pangan, sedangkan Agribisnis berkaitan dengan pengelolaan usaha dan aktivitas bisnis di bidang pertanian serta pangan.

Kombinasi pemahaman mengenai produk dan bisnis dapat menjadi bekal bagi mahasiswa yang ingin mengembangkan usaha makanan, termasuk memanfaatkan media digital sebagai bagian dari strategi pemasaran.

Pendaftaran Ma’soem University

Bagi calon mahasiswa yang ingin mendapatkan informasi mengenai pendaftaran Ma’soem University, informasi penerimaan mahasiswa baru dapat diperoleh melalui WhatsApp +62 851 8563 4253.

Informasi tersebut dapat digunakan untuk menanyakan proses pendaftaran, pilihan program studi, serta informasi akademik yang berkaitan dengan pilihan pendidikan di Ma’soem University.

Bangun Penjualan, Bukan Sekadar Menambah Followers

Strategi digital marketing makanan perlu diarahkan pada tujuan bisnis yang lebih luas daripada sekadar meningkatkan jumlah pengikut. Followers yang relevan, konten yang sesuai dengan kebutuhan konsumen, promosi yang terarah, serta evaluasi berdasarkan data dapat membantu bisnis memahami perjalanan konsumen dari melihat produk hingga melakukan pembelian.

Bagi mahasiswa dan calon mahasiswa yang tertarik pada dunia pangan dan bisnis, kemampuan tersebut dapat dikembangkan bersamaan dengan pemahaman mengenai produk dan pengelolaan usaha. Di Ma’soem University, pilihan Teknologi Pangan dan Agribisnis di Fakultas Pertanian memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mempelajari bidang pangan dan bisnis sesuai minat akademiknya.