Food Technologist vs Food Scientist: Mana yang Lebih Cocok untuk Kamu yang Suka Riset dan Inovasi?

Suka melakukan eksperimen, penasaran dengan kandungan makanan, atau tertarik menciptakan produk pangan baru? Jika iya, bidang teknologi pangan bisa menjadi pilihan kuliah yang menarik. Namun, ada dua istilah yang sering membuat calon mahasiswa bingung, yaitu Food Technologist dan Food Scientist.

Keduanya sama-sama berkaitan dengan ilmu pangan, riset, inovasi, keamanan makanan, hingga pengembangan produk. Perbedaannya lebih terlihat dari fokus pekerjaan dan bagaimana ilmu tersebut diterapkan dalam dunia industri.

Bagi calon mahasiswa yang sedang mencari jurusan Teknologi Pangan di Bandung, memahami perbedaan ini dapat membantu menentukan arah karier sejak awal. Salah satu pilihan yang bisa dipertimbangkan adalah Program Studi S1 Teknologi Pangan di Ma’soem University yang berada di bawah Fakultas Pertanian.

Apa Itu Food Scientist?

Food Scientist merupakan tenaga profesional yang banyak berfokus pada penelitian dan pemahaman ilmiah mengenai pangan. Aktivitasnya dapat berkaitan dengan komposisi bahan makanan, reaksi kimia, mikroorganisme, nilai gizi, sifat fisik pangan, hingga perubahan yang terjadi selama proses pengolahan.

Seseorang yang tertarik menjadi Food Scientist biasanya memiliki rasa ingin tahu tinggi terhadap pertanyaan seperti:

  • Mengapa makanan bisa mengalami perubahan warna?
  • Bagaimana cara mempertahankan kandungan gizi?
  • Mengapa suatu bahan pangan cepat rusak?
  • Bagaimana mikroorganisme memengaruhi kualitas makanan?
  • Bagaimana menghasilkan formulasi pangan dengan karakteristik tertentu?

Karena itu, riset pangan menjadi salah satu bagian penting dalam bidang ini. Kemampuan analisis, eksperimen, pengolahan data, serta pemahaman biologi dan kimia sangat dibutuhkan.

Lalu, Apa Itu Food Technologist?

Jika Food Scientist lebih banyak berkaitan dengan pemahaman dan penelitian ilmiah, Food Technologist lebih dekat dengan penerapan ilmu tersebut dalam proses pengembangan dan produksi pangan.

Food Technologist dapat terlibat dalam pengembangan produk, pengujian kualitas, pemilihan bahan baku, pengembangan proses produksi, keamanan pangan, hingga pengawasan mutu.

Contohnya, sebuah perusahaan ingin membuat produk minuman baru. Food Technologist dapat ikut menentukan karakteristik produk, menguji formulasi, memperhatikan stabilitas produk, memastikan proses produksi berjalan sesuai standar, serta membantu menjaga konsistensi kualitas.

Di dunia industri, peran ini dapat berhubungan dengan bidang Research and Development (R&D), Quality Control (QC), Quality Assurance (QA), keamanan pangan, hingga produksi.

Food Scientist vs Food Technologist, Apa Bedanya?

Perbedaan keduanya bukan berarti Food Scientist dan Food Technologist merupakan dua jurusan kuliah yang benar-benar terpisah. Dalam praktiknya, bidang pekerjaan mereka dapat saling beririsan.

Perbedaannya lebih mudah dilihat dari fokusnya.

Food Scientist:

  • Lebih kuat pada penelitian dan pemahaman ilmiah.
  • Banyak melakukan eksperimen dan analisis.
  • Mempelajari karakteristik bahan pangan.
  • Mengembangkan pengetahuan baru tentang pangan.
  • Dapat terlibat dalam penelitian laboratorium dan pengembangan konsep produk.

Food Technologist:

  • Lebih kuat pada penerapan ilmu pangan.
  • Berhubungan dengan pengembangan dan proses produksi.
  • Memperhatikan mutu dan keamanan produk.
  • Dapat terlibat dalam R&D, QC, QA, dan produksi.
  • Menerapkan hasil penelitian untuk menghasilkan produk yang konsisten dan aman.

Bagi mahasiswa yang menyukai kombinasi sains, riset, eksperimen, dan inovasi produk, teknologi pangan menjadi bidang yang cukup luas untuk mengeksplorasi kedua sisi tersebut.

Kuliah Teknologi Pangan di Ma’soem University

Di Ma’soem University, Fakultas Pertanian memiliki dua program studi, yaitu S1 Teknologi Pangan dan S1 Agribisnis. Keduanya memiliki fokus yang berbeda sehingga calon mahasiswa dapat menyesuaikan pilihan dengan minat akademiknya.

Program Studi S1 Teknologi Pangan berfokus pada bagaimana pangan dapat diolah menjadi produk yang aman, berkualitas, bernilai gizi, dan memiliki nilai tambah. Bidang yang dipelajari juga berkaitan dengan proses pengolahan, pengawetan, inovasi produk, serta pengawasan mutu pangan.

Bagi mahasiswa yang memiliki karakter sebagai problem solver, senang mencari tahu penyebab suatu masalah, dan tertarik melakukan eksperimen, lingkungan pembelajaran teknologi pangan dapat menjadi ruang untuk mengembangkan kemampuan tersebut.

Materi seperti mikrobiologi pangan, kimia pangan, analisis pangan, keamanan pangan, HACCP, pengawasan dan pengendalian mutu, serta pengembangan produk dapat menjadi bekal untuk memahami industri pangan secara lebih luas.

Pendaftaran Ma’soem University Bisa Dicek Sekarang

Buat kamu yang sudah menemukan ketertarikan pada Teknologi Pangan Ma’soem University, informasi pendaftaran bisa langsung ditanyakan kepada pihak kampus.

Untuk mendapatkan informasi mengenai proses pendaftaran, persyaratan, dan pilihan perkuliahan, calon mahasiswa dapat menghubungi WhatsApp +62 851 8563 4253.

Informasi langsung melalui kontak pendaftaran juga membantu calon mahasiswa mendapatkan keterangan terbaru sesuai periode penerimaan mahasiswa yang sedang berlangsung.

Cocok untuk Kamu yang Suka Riset dan Inovasi

Teknologi pangan tidak hanya berbicara mengenai bagaimana makanan dibuat. Di dalamnya terdapat proses panjang mulai dari memahami bahan baku, melakukan analisis, mengembangkan formulasi, menguji kualitas, menjaga keamanan, hingga menghasilkan produk yang dapat diterima konsumen.

Karena itu, jurusan ini dapat menjadi pilihan bagi kamu yang memiliki beberapa karakter berikut:

1. Suka eksperimen

Kegiatan praktikum dan penelitian membutuhkan ketelitian serta kemauan untuk mencoba berbagai pendekatan.

2. Senang memecahkan masalah

Dalam pengembangan produk pangan, hasil yang diperoleh tidak selalu langsung sesuai harapan. Kemampuan menemukan penyebab masalah menjadi penting.

3. Tertarik dengan sains

Kimia, biologi, mikrobiologi, dan berbagai ilmu dasar menjadi bagian dari pembelajaran teknologi pangan.

4. Suka menciptakan sesuatu yang baru

Inovasi produk pangan membutuhkan kreativitas sekaligus dasar ilmiah yang kuat.

5. Tertarik bekerja di industri

Lulusan Teknologi Pangan dapat mengembangkan karier pada berbagai bidang seperti R&D, Quality Control, Quality Assurance, keamanan pangan, pengembangan produk, maupun produksi pangan. Ma’soem University juga mencantumkan Food Innovator & Developer, Quality Control/Assurance Analyst, konsultan keamanan pangan, dan manajer produksi pangan sebagai contoh bidang karier lulusan Teknologi Pangan.

Teknologi Pangan Bukan Sekadar Belajar Membuat Makanan

Kesalahan yang masih sering terjadi adalah menganggap teknologi pangan sama dengan belajar memasak. Padahal, bidang ini jauh lebih luas karena menggunakan pendekatan sains untuk memahami karakteristik bahan pangan dan menghasilkan produk yang aman serta berkualitas.

Di Ma’soem University, mahasiswa Teknologi Pangan diarahkan untuk memahami hubungan antara ilmu pengetahuan, teknologi pengolahan, keamanan pangan, dan kebutuhan industri. Hal ini membuat ruang eksplorasi bagi mahasiswa tidak berhenti pada satu jenis produk saja.

Jika kamu membayangkan diri sebagai seseorang yang senang berada di laboratorium, melakukan penelitian, menguji formulasi, mencari solusi ketika produk tidak sesuai target, atau mengembangkan ide pangan menjadi produk nyata, Teknologi Pangan Ma’soem University dapat menjadi salah satu pilihan studi yang relevan dengan minat tersebut.