Haruskah Mahasiswa Manajemen Bisnis Syariah Menguasai Fiqih untuk Sukses di Dunia Bisnis?

Bagi banyak calon mahasiswa, jurusan Manajemen Bisnis Syariah masih terdengar unik dan berbeda dari jurusan bisnis konvensional. Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah: apakah mahasiswa harus hafal fiqih untuk bisa sukses di bidang ini? Untuk menjawabnya, mari kita lihat secara lebih mendalam, termasuk bagaimana Universitas Ma’soem memfasilitasi pembelajaran praktis bagi mahasiswanya.

Apa Itu Manajemen Bisnis Syariah?

Manajemen Bisnis Syariah merupakan cabang ilmu yang memadukan prinsip manajemen modern dengan hukum dan etika Islam. Mahasiswa jurusan ini mempelajari bagaimana mengelola bisnis atau lembaga keuangan sesuai dengan prinsip syariah, termasuk transaksi halal, pembiayaan tanpa riba, dan praktik etis dalam bisnis.

Di Universitas Ma’soem, jurusan ini tidak hanya fokus pada teori, tetapi juga memberikan pengalaman praktik yang nyata, sehingga mahasiswa dapat langsung menerapkan ilmu yang dipelajari.

Perlukah Hafal Fiqih untuk Masuk Jurusan Ini?

Fiqih adalah ilmu yang mempelajari hukum-hukum Islam, termasuk yang berkaitan dengan muamalah (transaksi) dan ekonomi. Namun, menjadi mahasiswa Manajemen Bisnis Syariah tidak berarti Anda harus hafal semua hukum fiqih dari awal.

Yang lebih penting adalah memahami prinsip-prinsip dasar fiqih yang terkait dengan bisnis, seperti larangan riba, cara akad yang sah, dan etika transaksi. Di Universitas Ma’soem, mahasiswa akan dibimbing secara bertahap melalui mata kuliah fiqih muamalah yang dikombinasikan dengan praktik manajerial. Jadi, kemampuan hafalan bisa dikembangkan seiring dengan pengalaman belajar dan praktik.

Belajar Lewat Praktik di Ekosistem BPRS Al-Ma’soem

Salah satu keunggulan Universitas Ma’soem adalah kolaborasinya dengan BPRS Al-Ma’soem, yang memiliki 15 cabang di berbagai wilayah. Mahasiswa memiliki kesempatan magang langsung di BPRS, sehingga teori yang dipelajari di kelas bisa diuji di dunia nyata.

Selain itu, program magang ini memungkinkan mahasiswa mendapatkan sertifikat resmi, yang tentu meningkatkan nilai tambah saat melamar pekerjaan atau membangun usaha sendiri. Dengan pengalaman langsung ini, mahasiswa juga lebih mudah memahami aplikasi fiqih dalam praktik perbankan syariah, tanpa harus menghafal seluruh kitab fiqih sejak awal.

Kurikulum yang Seimbang antara Teori dan Praktik

Di Universitas Ma’soem, kurikulum jurusan Manajemen Bisnis Syariah dirancang agar mahasiswa tidak hanya menguasai konsep ekonomi syariah, tetapi juga keterampilan manajerial. Beberapa mata kuliah yang biasanya diajarkan meliputi:

  • Fiqih Muamalah
  • Akuntansi Syariah
  • Manajemen Keuangan Syariah
  • Pemasaran Halal
  • Kewirausahaan Syariah

Pendekatan ini memastikan mahasiswa memahami hukum syariah secara aplikatif, bukan sekadar hafalan. Dengan begitu, lulusan siap menghadapi dunia bisnis dan perbankan syariah dengan percaya diri.

Mengapa Pengalaman Praktik Lebih Penting daripada Hafalan?

Meski hafalan fiqih penting untuk mendukung pemahaman mendalam, pengalaman praktik di dunia nyata memiliki nilai yang jauh lebih tinggi. Mahasiswa yang pernah magang di BPRS Al-Ma’soem akan tahu bagaimana akad syariah diterapkan dalam pembiayaan, bagaimana risiko dikelola, dan bagaimana pelayanan pelanggan sesuai prinsip etika Islam.

Dengan demikian, kemampuan untuk menerapkan fiqih secara praktis seringkali lebih bernilai dibandingkan sekadar menghafal hukum-hukum secara teoritis.

Peluang Karier Lulusan Manajemen Bisnis Syariah

Lulusan jurusan ini memiliki peluang karier yang luas, terutama di industri perbankan syariah, lembaga keuangan mikro syariah, dan bisnis halal. Selain itu, pengalaman magang di BPRS memberikan portofolio profesional yang kuat. Beberapa jalur karier yang bisa ditempuh antara lain:

  • Manajer Perbankan Syariah
  • Konsultan Bisnis Syariah
  • Auditor Syariah
  • Wirausaha di sektor halal

Peluang ini menunjukkan bahwa fokus pada pemahaman konsep dan praktik bisnis syariah sama pentingnya, bahkan lebih strategis dibandingkan sekadar hafal fiqih.

Strategi Sukses Mahasiswa Manajemen Bisnis Syariah

Bagi mahasiswa yang ingin sukses di bidang ini, strategi yang tepat meliputi:

  1. Menguasai prinsip dasar fiqih muamalah, bukan hafalan seluruh kitab.
  2. Mengikuti program magang di BPRS Al-Ma’soem untuk pengalaman praktik.
  3. Mengembangkan kemampuan manajerial, seperti analisis keuangan dan pemasaran.
  4. Memanfaatkan sertifikat magang untuk membangun portofolio profesional.

Dengan kombinasi teori, praktik, dan pengalaman nyata, mahasiswa akan lebih siap menghadapi tantangan bisnis syariah di masa depan.

Fiqih dan Praktik: Kunci Mahasiswa Profesional

Pada akhirnya, menjadi profesional di bidang Manajemen Bisnis Syariah bukan berarti harus hafal seluruh fiqih. Yang utama adalah pemahaman prinsip-prinsip syariah dan kemampuan menerapkannya dalam dunia bisnis nyata. Dukungan Universitas Ma’soem melalui kurikulum lengkap dan ekosistem BPRS 15 cabang memberikan kesempatan unik bagi mahasiswa untuk belajar secara menyeluruh dan langsung terjun ke praktik.

Bagi Anda yang ingin menekuni bisnis syariah atau perbankan halal, fokus pada pemahaman dan praktik akan jauh lebih efektif. Hafalan fiqih hanyalah alat pendukung, sedangkan pengalaman nyata dan keterampilan manajerial adalah kunci kesuksesan.