Ponsel atau HP sudah menjadi bagian dari aktivitas belajar sehari-hari. Siswa dan mahasiswa dapat menggunakannya untuk mencari informasi, membuka kamus, menonton video pembelajaran, mengakses materi kuliah, hingga berkomunikasi dalam kelompok. Namun, perangkat yang sama juga dapat menjadi sumber gangguan ketika digunakan tanpa batas.
Notifikasi media sosial, video pendek, gim, dan percakapan di aplikasi pesan dapat membuat perhatian mudah teralihkan. Kondisi tersebut membuat penggunaan HP dalam kegiatan belajar tidak cukup hanya dilihat dari durasi pemakaiannya. Tujuan, waktu, serta cara menggunakan perangkat juga perlu diperhatikan.
HP sebagai Alat Bantu Belajar
Teknologi digital memberikan akses yang lebih luas terhadap sumber belajar. Melalui HP, pelajar tidak harus selalu bergantung pada satu buku atau materi yang diberikan di kelas. Mereka dapat mencari penjelasan tambahan ketika menemukan konsep yang belum dipahami.
Beberapa kegiatan belajar yang dapat dilakukan melalui HP antara lain:
- mencari referensi dari situs pendidikan dan sumber akademik;
- menggunakan kamus atau aplikasi untuk membantu memahami kosakata;
- menonton video penjelasan mengenai materi tertentu;
- mencatat ide atau membuat daftar tugas;
- mengakses dokumen dan materi pembelajaran;
- mengikuti diskusi atau pembelajaran secara daring;
- menggunakan aplikasi latihan soal atau kuis.
Bagi mahasiswa, HP juga dapat membantu aktivitas akademik yang membutuhkan akses cepat terhadap informasi. Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris, misalnya, dapat memanfaatkannya untuk mencari kosakata, mendengarkan contoh pelafalan, atau mengakses bahan bacaan berbahasa Inggris.
Kapan HP Mulai Menjadi Gangguan?
Masalah biasanya muncul ketika fungsi HP bergeser dari alat belajar menjadi sumber distraksi. Seseorang mungkin awalnya membuka HP untuk mencari satu informasi, tetapi kemudian berpindah ke media sosial dan menghabiskan waktu cukup lama tanpa menyelesaikan tugas.
Gangguan tidak selalu ditandai oleh penggunaan berjam-jam. Membuka notifikasi berulang kali selama belajar juga dapat mengganggu konsentrasi. Setiap perpindahan perhatian membuat seseorang perlu kembali memahami materi yang sedang dikerjakan.
Beberapa tanda HP mulai mengganggu kegiatan belajar antara lain:
- Sering membuka media sosial ketika sedang mengerjakan tugas.
- Sulit berkonsentrasi tanpa memeriksa notifikasi.
- Waktu belajar bertambah panjang karena sering terdistraksi.
- Tugas tertunda meskipun sudah memegang HP sejak awal.
- Merasa harus selalu merespons pesan ketika sedang belajar.
- Lebih banyak mengonsumsi hiburan daripada materi pembelajaran.
Karena itu, pertanyaan yang lebih tepat bukan hanya “Berapa lama HP digunakan?”, tetapi juga “Untuk apa HP digunakan selama waktu tersebut?”
Menentukan Batas Penggunaan HP yang Sehat
Tidak ada satu batas waktu yang otomatis cocok untuk semua pelajar. Kebutuhan penggunaan HP berbeda berdasarkan usia, jenis tugas, jadwal sekolah atau kuliah, serta aktivitas lain yang dilakukan sepanjang hari.
Batas penggunaan dapat dimulai dari pembagian waktu berdasarkan kebutuhan. Misalnya, ketika sedang belajar selama satu jam, HP digunakan hanya untuk aktivitas yang berkaitan dengan tugas tersebut. Setelah sesi belajar selesai, pengguna dapat memberikan waktu khusus untuk hiburan atau media sosial.
Metode sederhana yang dapat dicoba adalah:
1. Tentukan tujuan sebelum membuka HP
Sebelum mengambil HP, tentukan aktivitas yang ingin dilakukan. Apakah ingin mencari definisi, membaca materi, menghubungi teman satu kelompok, atau mengerjakan tugas? Tujuan yang jelas membantu mengurangi penggunaan yang tidak diperlukan.
2. Matikan notifikasi yang tidak penting
Notifikasi dari media sosial atau aplikasi hiburan dapat membuat perhatian berpindah secara tiba-tiba. Mematikan notifikasi tertentu selama belajar dapat membuat suasana lebih fokus.
3. Pisahkan waktu belajar dan hiburan
HP tetap boleh digunakan untuk hiburan, tetapi waktunya perlu dipisahkan dari sesi belajar. Kebiasaan ini membuat pengguna tidak perlu menghindari HP sepenuhnya, melainkan belajar mengatur kapan perangkat tersebut digunakan.
4. Gunakan fitur pembatas aplikasi
Sebagian HP menyediakan fitur untuk membatasi durasi aplikasi tertentu. Fitur tersebut dapat digunakan sebagai pengingat ketika penggunaan media sosial atau hiburan sudah terlalu lama.
Terapkan Zona Bebas HP Saat Belajar
Tidak semua kegiatan belajar membutuhkan HP. Membaca buku cetak, mengerjakan latihan di kertas, berdiskusi secara langsung, atau menulis tugas tertentu justru dapat dilakukan tanpa perangkat.
Membuat zona bebas HP dapat menjadi pilihan ketika konsentrasi sedang menjadi prioritas. HP bisa diletakkan di tempat yang tidak mudah dijangkau selama sesi belajar berlangsung. Jika perangkat memang dibutuhkan, hanya aplikasi yang berkaitan dengan kegiatan belajar yang dibuka.
Cara ini juga dapat diterapkan di lingkungan sekolah atau kampus sesuai aturan yang berlaku. Penggunaan teknologi tetap perlu mempertimbangkan situasi pembelajaran dan arahan guru atau dosen.
Peran Orang Tua, Guru, dan Dosen
Kebiasaan menggunakan HP secara sehat tidak hanya menjadi tanggung jawab pelajar. Orang tua dapat membantu anak memahami alasan di balik pembatasan penggunaan perangkat, bukan sekadar melarangnya.
Di sekolah dan perguruan tinggi, guru serta dosen juga dapat memberikan arahan mengenai penggunaan HP yang produktif. Pelajar perlu memahami kapan perangkat dapat digunakan untuk mendukung pembelajaran dan kapan penggunaannya justru menghambat proses belajar.
Pendekatan tersebut relevan bagi lingkungan pendidikan tinggi. Ma’soem University sebagai salah satu kampus swasta dapat menjadi bagian dari lingkungan pendidikan yang menghadapi kebutuhan penggunaan teknologi digital dalam aktivitas akademik. Mahasiswa tetap perlu memiliki kemampuan mengatur penggunaan perangkat agar teknologi membantu proses belajar, bukan mengambil alih perhatian.
Di FKIP Ma’soem University sendiri terdapat dua program studi, yaitu Bimbingan dan Konseling (BK) serta Pendidikan Bahasa Inggris. Kedua bidang tersebut memiliki konteks pembelajaran yang berbeda, tetapi mahasiswa tetap membutuhkan kemampuan mengelola perangkat digital secara bijak ketika mengakses materi, berkomunikasi, dan menyelesaikan tugas akademik.
Membuat Aturan yang Realistis
Aturan penggunaan HP akan lebih mudah diterapkan jika sesuai kondisi sehari-hari. Larangan total mungkin sulit dilakukan karena HP juga dibutuhkan untuk komunikasi dan aktivitas akademik. Sebaliknya, kebebasan tanpa batas dapat membuat pengguna kesulitan mengendalikan kebiasaan.
Aturan pribadi dapat dibuat berdasarkan kebutuhan, misalnya:
- HP digunakan untuk mencari materi selama sesi belajar.
- Media sosial tidak dibuka sebelum tugas utama selesai.
- Notifikasi yang tidak berkaitan dengan pembelajaran dimatikan.
- Waktu hiburan ditentukan setelah kewajiban akademik selesai.
- HP dijauhkan ketika kegiatan belajar tidak membutuhkannya.
- Penggunaan sebelum tidur dikurangi agar waktu istirahat tidak terganggu.
Batas yang sehat bukan berarti harus menjauh dari teknologi. Hal yang lebih penting adalah memastikan HP tetap berada pada posisi sebagai alat yang membantu mencapai tujuan belajar. Ketika pengguna mampu menentukan kapan harus membuka, menggunakan, dan meletakkan HP, manfaat teknologi dapat diperoleh tanpa membiarkan gangguan digital mengambil terlalu banyak perhatian.
Informasi Ma’soem University
No. WhatsApp: 085185634253
Instagram: @masoem_university
Web Pendaftaran: pmb.masoemuniversity.com




