8 20260218 123556 0007.jpg

Ide Penelitian Pendidikan yang Relevan dengan Kurikulum Merdeka

Kurikulum Merdeka hadir sebagai jawaban atas kebutuhan pendidikan Indonesia yang lebih adaptif, kontekstual, dan berpusat pada peserta didik. Kurikulum ini menekankan fleksibilitas pembelajaran, penguatan karakter melalui Profil Pelajar Pancasila, serta pemberian ruang bagi guru dan satuan pendidikan untuk berinovasi. Perubahan paradigma ini membuka peluang besar bagi mahasiswa, dosen, dan praktisi pendidikan untuk melakukan penelitian yang relevan dan berdampak langsung pada dunia pendidikan.

Bagi mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Kurikulum Merdeka bukan hanya kebijakan, tetapi juga ladang penelitian yang kaya. Mulai dari penelitian skripsi, tugas akhir, hingga riset kolaboratif dosen dan mahasiswa, tema-tema yang berkaitan dengan Kurikulum Merdeka sangat potensial untuk dikaji secara ilmiah. Artikel ini membahas berbagai ide penelitian pendidikan yang relevan dengan Kurikulum Merdeka, khususnya yang dapat dikembangkan oleh mahasiswa FKIP, termasuk di lingkungan Ma’soem University.

Kurikulum Merdeka sebagai Objek Penelitian Pendidikan

Kurikulum Merdeka memiliki karakteristik utama berupa pembelajaran berbasis projek, diferensiasi pembelajaran, serta penekanan pada kompetensi dan karakter. Karakteristik ini menuntut guru untuk memiliki kreativitas dan kemampuan reflektif yang tinggi. Oleh karena itu, banyak aspek dalam Kurikulum Merdeka yang dapat dijadikan objek penelitian, baik dari sisi perencanaan, pelaksanaan, maupun evaluasi pembelajaran.

Penelitian tentang Kurikulum Merdeka tidak harus selalu berskala besar. Penelitian tindakan kelas (PTK), studi kasus, penelitian kualitatif deskriptif, hingga penelitian kuantitatif eksperimen sederhana sangat relevan untuk mengkaji efektivitas implementasi kurikulum ini di sekolah.

Ide Penelitian tentang Pembelajaran Berbasis Projek (PjBL)

Salah satu ciri utama Kurikulum Merdeka adalah penerapan pembelajaran berbasis projek, khususnya melalui Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Tema ini sangat potensial untuk diteliti karena implementasinya masih beragam di setiap sekolah.

Beberapa ide penelitian yang dapat dikembangkan antara lain:

  • Pengaruh pembelajaran berbasis projek terhadap kemampuan berpikir kritis siswa.
  • Implementasi P5 dalam membentuk karakter gotong royong dan kemandirian siswa.
  • Kendala guru dalam merancang projek pembelajaran berbasis Kurikulum Merdeka.
  • Peran kolaborasi guru dan siswa dalam keberhasilan projek P5.

Penelitian semacam ini sangat relevan bagi mahasiswa FKIP karena berkaitan langsung dengan kompetensi pedagogik dan profesional calon guru.

Ide Penelitian Diferensiasi Pembelajaran

Diferensiasi pembelajaran menjadi pendekatan utama dalam Kurikulum Merdeka untuk mengakomodasi perbedaan kemampuan, minat, dan gaya belajar siswa. Namun, penerapannya di lapangan masih menjadi tantangan.

Topik penelitian yang dapat dikaji antara lain:

  • Strategi guru dalam menerapkan diferensiasi konten, proses, dan produk pembelajaran.
  • Pengaruh diferensiasi pembelajaran terhadap motivasi belajar siswa.
  • Persepsi siswa terhadap pembelajaran yang bersifat fleksibel dan personal.
  • Hubungan antara diferensiasi pembelajaran dengan hasil belajar siswa.

Tema ini sangat cocok untuk penelitian kualitatif maupun kuantitatif, serta relevan dengan kebutuhan sekolah di era Kurikulum Merdeka.

Ide Penelitian Asesmen dalam Kurikulum Merdeka

Kurikulum Merdeka menekankan asesmen formatif sebagai bagian dari proses pembelajaran, bukan sekadar penilaian akhir. Perubahan ini membuka peluang penelitian tentang efektivitas dan pemahaman guru terhadap asesmen.

Beberapa ide penelitian yang bisa diangkat:

  • Implementasi asesmen formatif dalam meningkatkan pemahaman konsep siswa.
  • Pemanfaatan asesmen diagnostik pada awal pembelajaran.
  • Tantangan guru dalam merancang instrumen asesmen Kurikulum Merdeka.
  • Hubungan asesmen autentik dengan keterlibatan belajar siswa.

Penelitian tentang asesmen sangat penting karena berkaitan langsung dengan kualitas pembelajaran dan pengambilan keputusan pedagogik guru.

Ide Penelitian Penguatan Profil Pelajar Pancasila

Profil Pelajar Pancasila menjadi fondasi karakter dalam Kurikulum Merdeka. Nilai-nilai seperti beriman, berkebinekaan global, gotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif dapat dijadikan fokus penelitian.

Contoh ide penelitian yang relevan:

  • Implementasi nilai Profil Pelajar Pancasila dalam pembelajaran intrakurikuler.
  • Peran guru sebagai teladan dalam membentuk karakter siswa.
  • Dampak kegiatan projek P5 terhadap sikap sosial dan karakter siswa.
  • Integrasi nilai Pancasila dalam mata pelajaran tertentu.

Tema ini sangat kontekstual dengan kebutuhan pendidikan nasional dan memiliki nilai kebaruan yang tinggi.

Peluang Penelitian di Lingkungan FKIP Ma’soem University

Sebagai institusi yang fokus pada pengembangan calon pendidik, FKIP Ma’soem University memiliki peluang besar untuk menjadi pusat penelitian pendidikan berbasis Kurikulum Merdeka. Mahasiswa dapat melakukan penelitian di sekolah mitra, baik melalui program magang kependidikan, praktik pengalaman lapangan, maupun penelitian mandiri.

Lingkungan akademik yang mendukung, dosen pembimbing yang kompeten, serta jejaring kerja sama dengan sekolah-sekolah menjadi modal penting dalam menghasilkan penelitian yang berkualitas. Selain itu, penelitian yang dilakukan mahasiswa FKIP dapat memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah.

Strategi Menyusun Penelitian yang Relevan dan Berkualitas

Agar penelitian tentang Kurikulum Merdeka memiliki nilai ilmiah dan praktis, mahasiswa perlu memperhatikan beberapa hal. Pertama, pilih masalah penelitian yang nyata dan relevan dengan kondisi di lapangan. Kedua, gunakan pendekatan dan metode penelitian yang sesuai dengan tujuan penelitian. Ketiga, pastikan hasil penelitian memberikan rekomendasi yang aplikatif bagi guru dan sekolah.

Strategi yang tepat, penelitian tidak hanya menjadi syarat akademik, tetapi juga sarana kontribusi nyata bagi dunia pendidikan.

Kurikulum Merdeka membuka ruang luas bagi pengembangan penelitian pendidikan yang inovatif dan relevan. Berbagai aspek seperti pembelajaran berbasis projek, diferensiasi pembelajaran, asesmen, serta penguatan Profil Pelajar Pancasila dapat dijadikan fokus penelitian yang bernilai akademik dan praktis.