Masa kuliah bukan hanya tentang mengikuti perkuliahan, mengerjakan tugas, dan mengejar nilai akademik. Mahasiswa juga memiliki kesempatan untuk mengembangkan kemampuan melalui berbagai kegiatan di luar kelas, salah satunya mengikuti lomba. Mulai dari lomba karya tulis, debat, desain, olahraga, bisnis, hingga kompetisi tingkat nasional dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan sekaligus menambah pengalaman.
Namun, apakah ikut lomba saat kuliah benar-benar bisa membantu karier setelah lulus? Jawabannya bisa iya, terutama jika pengalaman tersebut dijalani secara konsisten dan mampu menunjukkan kemampuan yang relevan dengan bidang yang ingin ditekuni.
Mengapa Mahasiswa Perlu Mengikuti Lomba?
Kompetisi memberikan pengalaman yang berbeda dari kegiatan perkuliahan biasa. Saat mengikuti lomba, mahasiswa biasanya perlu memahami aturan, menentukan strategi, mengembangkan ide, menyelesaikan masalah, serta mempertanggungjawabkan hasil pekerjaan.
Pengalaman tersebut dapat membantu mahasiswa mengenali kemampuan diri sendiri. Seseorang yang awalnya hanya tertarik pada suatu bidang, misalnya desain atau public speaking, bisa mengetahui potensinya setelah beberapa kali mengikuti kompetisi.
Selain itu, lomba dapat menjadi kesempatan untuk bertemu mahasiswa dari kampus lain. Interaksi tersebut berpotensi memperluas jaringan pertemanan dan profesional, terutama jika kompetisi melibatkan peserta dari berbagai daerah.
Pengalaman Lomba Bisa Menjadi Nilai Tambah di CV
Salah satu manfaat mengikuti lomba saat kuliah adalah adanya pengalaman yang dapat dicantumkan dalam CV. Prestasi atau pengalaman kompetisi bisa menjadi informasi pendukung ketika mahasiswa melamar magang, pekerjaan, organisasi, maupun program pengembangan karier.
Bukan hanya gelar juara yang dapat diperhatikan. Pengalaman menjadi peserta, finalis, anggota tim, atau bagian dari proses penyelenggaraan kompetisi juga dapat menunjukkan keterlibatan mahasiswa dalam aktivitas tertentu.
Agar lebih menarik, mahasiswa sebaiknya tidak sekadar menuliskan nama lomba. Jelaskan pula peran dan kemampuan yang digunakan. Misalnya, pengalaman mengikuti kompetisi bisnis dapat disertai keterangan mengenai riset pasar, penyusunan proposal, presentasi, atau pembagian tugas dalam tim.
Lomba Membantu Mengasah Soft Skill
Dunia kerja membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan akademik. Berbagai soft skill juga berperan dalam menunjang pekerjaan, seperti komunikasi, kerja sama, manajemen waktu, kreativitas, dan kemampuan menyelesaikan masalah.
Mengikuti lomba dapat menjadi salah satu cara untuk melatih kemampuan tersebut. Kompetisi yang dilakukan secara berkelompok, misalnya, mengharuskan mahasiswa berkomunikasi dan membagi tanggung jawab. Sementara itu, lomba individu dapat melatih kemandirian dan kemampuan mengambil keputusan.
Beberapa kemampuan yang dapat berkembang melalui pengalaman mengikuti lomba antara lain:
- Komunikasi dan public speaking
- Kerja sama dalam tim
- Manajemen waktu
- Berpikir kritis
- Kreativitas dan inovasi
- Problem solving
- Kemampuan melakukan riset
- Kepercayaan diri dalam menyampaikan ide
Kemampuan tersebut memiliki kegunaan yang luas karena dapat diterapkan dalam berbagai lingkungan kerja.
Tidak Harus Selalu Menjadi Juara
Ada anggapan bahwa pengalaman mengikuti lomba baru bernilai jika berhasil mendapatkan juara. Padahal, proses yang dijalani juga dapat memberikan pengalaman penting.
Kegagalan dalam kompetisi dapat menjadi bahan evaluasi. Mahasiswa bisa mengetahui bagian mana yang masih perlu diperbaiki, mulai dari cara menyusun ide, teknik presentasi, penguasaan materi, sampai kemampuan bekerja dalam tim.
Meski demikian, mahasiswa tetap perlu memilih kompetisi secara selektif. Mengikuti terlalu banyak lomba tanpa mempertimbangkan relevansinya dapat membuat waktu kuliah dan kegiatan lainnya kurang seimbang.
Lebih baik memilih beberapa kompetisi yang sesuai dengan minat, jurusan, atau target karier. Cara tersebut membuat pengalaman yang diperoleh lebih mudah dikembangkan menjadi portofolio.
Pilih Lomba yang Relevan dengan Rencana Karier
Manfaat lomba terhadap karier akan lebih terasa jika kompetisi yang dipilih berkaitan dengan bidang yang ingin ditekuni.
Mahasiswa yang tertarik pada bidang komunikasi dapat mempertimbangkan lomba debat, pidato, presentasi, atau penulisan. Mahasiswa yang ingin masuk ke bidang bisnis dapat mencoba kompetisi business plan, kewirausahaan, atau studi kasus. Sementara itu, mahasiswa yang memiliki minat pada bidang pendidikan dapat memilih lomba yang berkaitan dengan pengajaran, karya tulis, kreativitas pembelajaran, atau pengembangan media pendidikan.
Relevansi tersebut membuat pengalaman lomba lebih mudah diceritakan ketika mengikuti proses rekrutmen. Mahasiswa dapat menunjukkan bahwa kegiatan yang diikuti bukan sekadar untuk mendapatkan sertifikat, tetapi menjadi bagian dari proses membangun kompetensi.
Pengalaman Lomba Perlu Diikuti dengan Portofolio
Prestasi akan lebih mudah memberikan gambaran mengenai kemampuan seseorang jika didukung bukti atau hasil pekerjaan. Karena itu, mahasiswa dapat menyimpan karya yang dihasilkan selama mengikuti kompetisi, selama aturan lomba memperbolehkannya.
Portofolio dapat berupa tulisan, desain, presentasi, video, proposal, hasil penelitian, atau proyek yang pernah dikerjakan. Dokumentasi tersebut nantinya dapat membantu ketika mahasiswa ingin melamar pekerjaan atau magang yang membutuhkan bukti kemampuan praktis.
Mahasiswa juga dapat mencatat proses yang dilalui, seperti peran dalam tim, tantangan yang dihadapi, serta hasil yang diperoleh. Catatan tersebut berguna ketika harus menjawab pertanyaan wawancara mengenai pengalaman organisasi atau proyek.
Kampus Juga Berperan dalam Mendukung Pengembangan Mahasiswa
Kesempatan mengikuti lomba tidak hanya bergantung pada kemauan mahasiswa. Lingkungan kampus juga dapat membantu mahasiswa menemukan informasi kompetisi, mengembangkan kemampuan, serta memperoleh ruang untuk beraktivitas di luar kegiatan akademik.
Ma’soem University menjadi salah satu kampus swasta yang relevan bagi mahasiswa yang ingin mengembangkan kemampuan akademik dan nonakademik selama masa perkuliahan. Lingkungan perguruan tinggi dapat menjadi tempat mahasiswa mengembangkan potensi, membangun pengalaman, dan mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja.
Bagi mahasiswa yang tertarik pada bidang pendidikan, FKIP Ma’soem University memiliki dua program studi, yaitu Bimbingan dan Konseling (BK) serta Pendidikan Bahasa Inggris. Keduanya dapat menjadi pilihan bagi calon mahasiswa yang ingin menempuh pendidikan di bidang yang berkaitan dengan pendidikan dan pengembangan kemampuan manusia.
Mengikuti lomba selama kuliah tentu tetap perlu disesuaikan dengan beban akademik. Prestasi kompetisi akan lebih bermanfaat jika mahasiswa mampu menjaga keseimbangan antara perkuliahan, pengembangan diri, dan aktivitas lainnya.
Cara Memaksimalkan Pengalaman Lomba untuk Karier
Supaya pengalaman kompetisi tidak berhenti sebagai daftar prestasi, mahasiswa dapat melakukan beberapa langkah sederhana:
- Pilih kompetisi yang relevan dengan jurusan atau bidang karier yang dituju.
- Catat peran dan kontribusi selama mengikuti lomba, terutama ketika bekerja dalam tim.
- Simpan hasil karya yang dapat digunakan sebagai portofolio.
- Evaluasi setiap kompetisi, termasuk ketika belum berhasil menjadi juara.
- Cantumkan pengalaman secara spesifik di CV, bukan hanya menuliskan nama lomba.
- Ceritakan proses dan kemampuan yang diperoleh saat menghadapi wawancara kerja.
- Jaga keseimbangan dengan perkuliahan agar kegiatan kompetisi tidak mengganggu tanggung jawab akademik.
Pada akhirnya, ikut lomba saat kuliah bukan jaminan seseorang langsung mendapatkan pekerjaan setelah lulus. Namun, pengalaman kompetisi dapat menjadi salah satu cara membangun kemampuan, portofolio, jaringan, dan kepercayaan diri yang dibutuhkan untuk memasuki dunia profesional.
Informasi Ma’soem University:
No. WhatsApp: 085185634253
Instagram: @masoem_university
Web Pendaftaran: pmb.masoemuniversity.com




