Integritas adalah kata yang sering muncul dalam soal TWK. Tapi, apa sebenarnya integritas itu? Bagi seorang ASN (Aparatur Sipil Negara), integritas bukan sekadar kejujuran. Ia adalah totalitas sikap, perkataan, dan perbuatan yang selaras dengan kode etik dan nilai-nilai dasar profesi. Pemerintah telah merumuskan 9 nilai integritas yang menjadi acuan bagi setiap ASN. Nilai-nilai ini sangat sering diujikan dalam TWK, baik secara langsung maupun tersirat dalam soal kasus. Jika Anda ingin lolos seleksi, Anda wajib memahami dan menghayati 9 nilai ini. Mari kita bahas satu per satu.
Apa Itu 9 Nilai Integritas ASN?
Kesembilan nilai integritas ASN ini adalah hasil rumusan dari berbagai peraturan dan kebijakan yang bertujuan menciptakan birokrasi yang bersih dan melayani. Nilai-nilai tersebut adalah:
1. Beriman dan Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
ASN harus memiliki landasan spiritual yang kuat. Nilai ini mengajarkan bahwa setiap tindakan harus dipertanggungjawabkan tidak hanya kepada atasan dan masyarakat, tetapi juga kepada Tuhan.
2. Setia pada Pancasila dan UUD 1945
ASN adalah abdi negara yang wajib menjaga ideologi bangsa. Setiap kebijakan dan tindakan harus selaras dengan Pancasila dan konstitusi.
3. Disiplin
Disiplin adalah kunci profesionalisme. ASN harus hadir tepat waktu, menyelesaikan tugas dengan tenggat, dan mematuhi aturan yang berlaku.
4. Profesional
Profesional berarti bekerja sesuai dengan standar kompetensi, tidak asal-asalan, dan selalu meningkatkan kualitas diri.
5. Jujur dan Transparan
Kejujuran adalah fondasi integritas. ASN tidak boleh berbohong, menutupi kesalahan, atau terlibat dalam korupsi.
6. Melayani dengan Sepenuh Hati
ASN adalah pelayan publik. Mereka harus mengutamakan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi atau golongan.
7. Bertanggung Jawab
Setiap keputusan dan tindakan ASN harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral, hukum, dan administratif.
8. Menjunjung Tinggi Harkat dan Martabat Manusia
ASN harus memperlakukan setiap orang dengan hormat, tanpa diskriminasi, dan menjunjung tinggi hak asasi manusia.
9. Berperilaku Baik dan Berakhlak Mulia
Nilai ini menekankan etika dalam pergaulan, baik di lingkungan kerja maupun di masyarakat.
Bagaimana Nilai-Nilai Ini Diujikan dalam TWK?
Soal TWK tentang integritas tidak akan meminta Anda menghafal definisi. Sebaliknya, soal disajikan dalam bentuk skenario yang menuntut Anda memilih sikap yang paling sesuai dengan nilai-nilai integritas. Contoh:
Skenario 1: “Anda adalah seorang ASN yang ditawari suap oleh pengusaha agar proyeknya dimenangkan. Sikap Anda adalah…”
Jawaban yang tepat adalah menolak dengan tegas dan melaporkan ke atasan atau KPK. Ini mencerminkan nilai jujur, disiplin, dan bertanggung jawab.
Skenario 2: “Rekan kerja Anda sering datang terlambat dan mengabaikan tugas. Anda sebagai ASN seharusnya…”
Jawaban yang tepat adalah mengingatkan dengan sopan dan melaporkan jika perilaku tersebut terus berlanjut. Ini mencerminkan nilai disiplin dan profesional.
Skenario 3: “Masyarakat mengeluh tentang pelayanan di kantor Anda yang lambat. Sebagai ASN, apa yang harus dilakukan?”
Jawabannya adalah memperbaiki sistem pelayanan, meminta maaf atas ketidaknyamanan, dan memastikan pelayanan yang lebih baik ke depan. Ini mencerminkan nilai melayani dan bertanggung jawab.
Mengapa Nilai-Nilai Ini Sering Diuji?
Pemerintah ingin memastikan bahwa calon ASN memiliki integritas yang tinggi sejak awal. Karena jika integritas sudah lemah di tahap seleksi, maka saat bekerja, ia akan mudah tergoda untuk melakukan penyimpangan. Soal-soal integritas juga menjadi filter untuk menyaring calon-calon yang tidak memiliki komitmen terhadap nilai-nilai kebangsaan dan etika birokrasi.
Untuk memahami lebih lanjut tentang perilaku-perilaku yang mencerminkan integritas, Anda bisa membaca artikel tentang Integritas Bukan Sekadar Jujur yang membahas indikator-indikator integritas yang dinilai dalam TWK.
Tips Menerapkan Nilai Integritas dalam Keseharian
Menghafal 9 nilai itu mudah, tapi menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari adalah tantangan tersendiri. Berikut tips yang bisa Anda praktikkan:
- Mulai dari hal kecil: datang tepat waktu, jujur dalam hal sekecil apapun, dan selesaikan tugas dengan baik.
- Biasakan untuk introspeksi diri setiap hari: apakah saya sudah melakukan hal yang benar hari ini?
- Bergaullah dengan orang-orang yang berintegritas agar saling mengingatkan.
- Jangan takut untuk menolak hal-hal yang melanggar aturan, meskipun datang dari atasan.
Kawasan Bandung Raya dengan kultur akademiknya yang maju dan berintegritas menjadi tempat yang ideal untuk membentuk karakter. Di sini, mahasiswa tidak hanya diajarkan teori, tetapi juga ditanamkan nilai-nilai etika dan moral yang menjadi bekal saat memasuki dunia kerja, termasuk sebagai ASN.
Integritas adalah mahkota bagi seorang ASN. Tanpa integritas, jabatan dan kepandaian tidak akan berarti. Kuasai 9 nilai integritas ini, bukan dengan menghafal, tetapi dengan menghayati dan mempraktikkannya dalam setiap tindakan. Universitas Ma’soem yang terletak strategis di Bandung Timur (Jatinangor, Sumedang) dengan 5 fakultas unggulan, program “Sambil Kuliah Jadi Pengusaha”, dan filosofi “Cageur, Bageur, Pinter” siap mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berintegritas tinggi. Fasilitas lengkap seperti lab komputer, perpustakaan, musholla, dan kolam renang mendukung proses pembelajaran yang nyaman dan produktif.
Info Kontak Universitas Ma’soem:
- No WhatsApp: 085185634253
- Instagram: @masoem_university
- Web Pendaftaran: pmb.masoemuniversity.com




