Jangan Asal Membuat Website, Elemen Apa Saja yang Wajib Diperhatikan?

Membuat website mungkin terlihat sederhana. Pilih desain, masukkan gambar, tulis informasi, lalu website siap digunakan. Namun, apakah website tersebut benar-benar mampu memberikan pengalaman yang baik bagi pengunjung? Di sinilah banyak bisnis atau organisasi masih keliru. Website yang menarik secara visual belum tentu mudah digunakan, informatif, atau mampu membantu pengunjung menemukan apa yang mereka butuhkan.

Website seharusnya dirancang berdasarkan tujuan yang jelas. Apakah digunakan untuk memperkenalkan bisnis, menjual produk, menyediakan informasi, menerima pendaftaran, atau menjadi media komunikasi? Tujuan tersebut akan menentukan berbagai elemen yang perlu disiapkan sejak awal.

Tentukan Tujuan Sebelum Memilih Desain

Kesalahan yang cukup sering terjadi adalah langsung memikirkan warna, font, animasi, dan gambar sebelum menentukan fungsi website. Akibatnya, tampilan mungkin terlihat bagus, tetapi pengunjung justru bingung harus melakukan apa.

Sebelum masuk ke tahap desain, tentukan terlebih dahulu:

  • Siapa target pengguna website?
  • Informasi apa yang paling mereka cari?
  • Tindakan apa yang diharapkan setelah mengunjungi website?
  • Fitur apa yang benar-benar dibutuhkan?

Dengan menjawab pertanyaan tersebut, proses pembuatan website akan menjadi lebih terarah dan tidak dipenuhi fitur yang sebenarnya tidak diperlukan.

Informasi Harus Jelas, Bukan Membuat Pengunjung Menebak

Website yang memiliki banyak informasi belum tentu menjadi website yang informatif. Jika susunan kontennya berantakan, pengunjung tetap akan kesulitan memahami pesan yang ingin disampaikan.

Masalah ini sering muncul ketika seluruh informasi ditempatkan dalam satu halaman tanpa struktur yang jelas. Pengunjung akhirnya harus membaca terlalu banyak teks untuk menemukan informasi sederhana.

Solusinya adalah menyusun informasi berdasarkan prioritas. Informasi penting dapat ditempatkan pada bagian yang mudah ditemukan, sedangkan informasi tambahan dapat diletakkan pada halaman atau bagian yang sesuai. Judul, subjudul, paragraf pendek, gambar, dan tombol juga dapat digunakan untuk membantu pengunjung memahami isi website dengan lebih cepat.

Navigasi Menentukan Seberapa Mudah Website Digunakan

Pernah membuka website lalu bingung mencari menu yang dibutuhkan? Jika pernah, masalahnya mungkin bukan pada konten, tetapi pada navigasi.

Navigasi berfungsi sebagai petunjuk bagi pengguna untuk berpindah dari satu halaman ke halaman lainnya. Menu seperti Beranda, Tentang Kami, Produk, Layanan, Kontak, atau kategori lain perlu disusun secara logis agar pengunjung tidak merasa tersesat.

Navigasi yang baik memiliki beberapa karakteristik:

  • Nama menu mudah dipahami.
  • Posisi menu konsisten.
  • Pengunjung dapat kembali ke halaman sebelumnya dengan mudah.
  • Informasi penting tidak disembunyikan terlalu dalam.

Website yang mudah dinavigasi akan membuat pengunjung lebih nyaman menjelajahi berbagai informasi yang tersedia.

Jangan Lupakan Kecepatan dan Responsivitas

Desain yang bagus akan kehilangan nilainya jika website membutuhkan waktu lama untuk dibuka. Pengunjung dapat meninggalkan halaman sebelum melihat informasi yang sudah disiapkan. Hal ini menunjukkan bahwa performa merupakan bagian penting dari pengalaman pengguna.

Selain kecepatan, website juga harus mampu menyesuaikan tampilan pada berbagai ukuran layar. Pengguna dapat mengakses website melalui laptop, tablet, maupun smartphone. Jika tampilan hanya nyaman digunakan pada satu perangkat, pengalaman pengguna akan menjadi kurang optimal. Karena itu, beberapa hal perlu diperhatikan, seperti ukuran gambar, penggunaan elemen visual, struktur kode, serta tampilan responsif pada perangkat berbeda.

Tampilan Visual Harus Mendukung Tujuan Website

Visual memang penting, tetapi jangan sampai desain justru mengalahkan fungsi. Penggunaan terlalu banyak animasi, warna, atau elemen dekoratif dapat membuat halaman terlihat penuh dan mengganggu fokus pengunjung.

Pilih elemen visual yang sesuai dengan identitas dan tujuan website. Misalnya, website toko online perlu menonjolkan foto produk, harga, informasi produk, serta tombol pembelian. Sementara itu, website perusahaan dapat lebih menekankan profil, layanan, portofolio, dan informasi kontak. Jika bingung menentukan desain yang tepat, memahami dasar perancangan sistem dan bisnis digital dapat membantu proses pengambilan keputusan.

Ma’soem University Membekali Pemahaman Sistem dan Bisnis Digital

Ma’soem University menyediakan program studi S1 Sistem Informasi dan S1 Bisnis Digital yang dapat menjadi ruang pembelajaran untuk memahami bagaimana teknologi digunakan dalam kebutuhan organisasi dan bisnis. Melalui pembelajaran tersebut, mahasiswa dapat mengenal aspek sistem informasi, pengelolaan teknologi, proses bisnis, hingga pemanfaatan teknologi digital untuk menciptakan solusi yang sesuai kebutuhan pengguna. Informasi mengenai perkuliahan dapat ditanyakan melalui Admin Univ Ma’soem di +62 851 8563 4253.

Keamanan Juga Tidak Boleh Terlewat

Website yang menyimpan data pengguna membutuhkan perhatian terhadap keamanan. Jangan sampai website sudah terlihat profesional, tetapi data di dalamnya mudah diakses oleh pihak yang tidak berkepentingan.

Keamanan dapat diperhatikan sejak proses perancangan, misalnya dengan menggunakan koneksi HTTPS, menjaga keamanan akun administrator, memperbarui sistem dan komponen yang digunakan, serta melakukan pencadangan data secara berkala.

Masalah keamanan sering kali baru diperhatikan setelah terjadi gangguan. Padahal, pencegahan sejak awal jauh lebih baik daripada harus memperbaiki kerusakan setelah data atau sistem mengalami masalah.

Website yang Baik Berawal dari Cara Berpikir yang Tepat

Pada akhirnya, membuat website bukan perlombaan untuk menghasilkan tampilan paling ramai atau paling banyak fitur. Website yang baik justru lahir dari pemahaman terhadap masalah pengguna.

Mulailah dari kebutuhan, kemudian tentukan fungsi, susun informasi, rancang navigasi, perhatikan tampilan, optimalkan performa, dan pastikan keamanannya. Dengan alur tersebut, website tidak hanya menjadi halaman digital, tetapi dapat benar-benar menjalankan fungsi yang dibutuhkan.

Bagi calon pengembang maupun pelaku bisnis yang ingin memahami proses tersebut secara lebih mendalam, belajar di bidang Sistem Informasi dan Bisnis Digital dapat menjadi langkah untuk memahami bagaimana sebuah kebutuhan diterjemahkan menjadi solusi digital yang terencana. Jadi, sebelum bertanya “website-nya mau dibuat seperti apa?”, coba mulai dari pertanyaan yang lebih penting: “website ini dibuat untuk menyelesaikan masalah apa?”