Organisasi atau Fokus Belajar? Ini yang Perlu Kamu Tahu Sebelum Memilih
Setiap awal semester, pertanyaan ini selalu muncul di benak mahasiswa apalagi mahasiswa baru termasuk mahasiswa Universitas Masoem : “Ikut organisasi atau fokus belajar saja?” Kakak tingkat bilang ikut organisasi biar pengalaman. Orang tua bilang kuliah itu yang utama. Teman-teman pun terbagi dua kubu.
Jawabannya tidak sesimpel memilih salah satu. Ada banyak sisi yang perlu dipahami sebelum memutuskan.
Alasan untuk Ikut Organisasi
Organisasi menawarkan sesuatu yang tidak bisa kamu dapat hanya dari duduk di kelas. Beberapa alasan kenapa banyak mahasiswa memilih untuk aktif berorganisasi:
- Softskill yang sulit diajarkan: Kepemimpinan, komunikasi, manajemen konflik, dan kerja tim adalah hal-hal yang hanya bisa diasah lewat pengalaman langsung bukan dari membaca buku.
- Relasi dan jaringan: Orang-orang yang kamu kenal di organisasi bisa jadi rekan kerja, atasan, atau bahkan partner bisnis di masa depan.
- Nilai tambah di CV: Rekruter tidak hanya melihat IPK. Pengalaman organisasi menunjukkan bahwa kamu mampu bekerja di luar zona nyaman dan berkontribusi dalam tim.
- Menemukan passion: Banyak mahasiswa yang justru menemukan minat dan arah hidupnya lewat kegiatan organisasi, bukan dari mata kuliah.
Alasan untuk Fokus Belajar Dulu
Di sisi lain, ada juga alasan yang sangat valid untuk tidak terburu-buru masuk organisasi:
- Masa adaptasi itu penting: Semester awal adalah waktu untuk mengenali ritme kuliah, cara belajar yang efektif, dan lingkungan baru. Terlalu banyak kegiatan bisa memecah fokus di saat yang paling krusial.
- Akademik adalah fondasi: Tanpa pemahaman ilmu yang kuat, kontribusimu di organisasi pun jadi terbatas. IPK yang baik juga tetap membuka banyak pintu, termasuk beasiswa dan program bergengsi.
- Tidak semua orang cocok dengan semua organisasi: Masuk organisasi yang salah lebih buruk daripada tidak masuk sama sekali. Butuh waktu untuk mengenali diri sendiri sebelum memilih wadah yang tepat.
- Kualitas lebih penting dari kuantitas: Lebih baik satu organisasi yang kamu jalani dengan serius daripada tiga organisasi tapi setengah-setengah.
Jadi, Harus Pilih yang Mana?
Tidak ada jawaban tunggal yang berlaku untuk semua orang. Yang perlu kamu lakukan adalah jujur pada diri sendiri seberapa kuat kemampuanmu membagi waktu dan energi.
Kalau kamu merasa masih butuh waktu untuk menyesuaikan diri, tidak ada salahnya menunda masuk organisasi hingga semester dua atau tiga. Tapi kalau kamu tipe orang yang justru lebih produktif saat banyak kegiatan, maka organisasi bisa jadi bahan bakar yang tepat.
Yang paling berbahaya adalah ikut organisasi hanya karena ikut-ikutan, atau menghindari organisasi hanya karena takut nilai turun. Keputusan terbaik selalu lahir dari kesadaran, bukan tekanan.
Kuliah bukan cuma soal lulus. Tapi juga soal siapa kamu setelah lulus.
Organisasi atau belajar? dua-duanya bisa jadi benar, tergantung bagaimana kamu menjalaninya.





