Kuesioner merupakan salah satu instrumen utama dalam penelitian, terutama di bidang pendidikan. Pemahaman tentang jenis pertanyaan dalam kuesioner sangat penting agar data yang dikumpulkan akurat dan relevan. Di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Ma’soem University, mahasiswa jurusan Bimbingan Konseling (BK) dan Pendidikan Bahasa Inggris sering menggunakan kuesioner sebagai alat penelitian untuk mengukur sikap, persepsi, atau tingkat pengetahuan peserta didik. Artikel ini membahas berbagai jenis pertanyaan dalam kuesioner dan tips menyusunnya agar penelitian berjalan efektif.
1. Pertanyaan Tertutup (Closed-Ended Questions)
Pertanyaan tertutup adalah jenis pertanyaan yang menyediakan pilihan jawaban yang sudah ditentukan sebelumnya. Mahasiswa FKIP Ma’soem University biasanya menggunakan pertanyaan ini untuk mengukur sikap, opini, atau frekuensi tertentu secara kuantitatif.
Contoh tipe pertanyaan tertutup:
- Pilihan ganda (Multiple Choice)
Peserta memilih satu jawaban dari beberapa opsi yang tersedia. Contoh:
“Seberapa sering Anda mengikuti kegiatan ekstrakurikuler di sekolah?”
A. Sangat sering
B. Sering
C. Kadang-kadang
D. Tidak pernah - Skala Likert
Digunakan untuk mengukur tingkat persetujuan atau kepuasan. Contohnya:
“Guru memberikan materi pembelajaran dengan jelas.”
1 = Sangat tidak setuju, 2 = Tidak setuju, 3 = Netral, 4 = Setuju, 5 = Sangat setuju - Checklist atau centang
Peserta dapat memilih lebih dari satu jawaban yang relevan. Misalnya, “Jenis media pembelajaran apa yang sering Anda gunakan di kelas?”
Keunggulan: Memudahkan analisis data karena jawaban sudah terstruktur.
Kekurangan: Tidak memberikan ruang bagi peserta untuk menjelaskan alasan di balik jawaban mereka.
2. Pertanyaan Terbuka (Open-Ended Questions)
Pertanyaan terbuka membiarkan responden menjawab secara bebas tanpa batasan opsi. Jenis ini sering digunakan di penelitian kualitatif atau ketika peneliti ingin memperoleh insight mendalam dari peserta.
Contoh pertanyaan terbuka:
“Bagaimana pendapat Anda tentang metode pembelajaran bahasa Inggris yang digunakan guru?”
Keunggulan: Mendapatkan informasi yang lebih kaya dan mendalam, cocok untuk penelitian kualitatif di jurusan BK atau Pendidikan Bahasa Inggris.
Kekurangan: Analisis data memerlukan waktu lebih lama karena jawaban harus dikategorikan atau dikodekan.
3. Pertanyaan Semi-Tertutup (Semi-Closed Questions)
Pertanyaan semi-tertutup menggabungkan elemen pertanyaan tertutup dan terbuka. Responden dapat memilih jawaban yang tersedia atau menambahkan jawaban sendiri.
Contoh:
“Media pembelajaran apa yang paling sering Anda gunakan di kelas?”
- Buku teks
- Video pembelajaran
- Aplikasi pembelajaran
- Lainnya: …………………………
Jenis pertanyaan ini fleksibel karena memberikan struktur sekaligus memungkinkan ekspresi bebas peserta.
4. Pertanyaan Demografis
Pertanyaan demografis digunakan untuk mengumpulkan informasi dasar tentang responden, seperti usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, atau jurusan. Di FKIP Ma’soem University, pertanyaan demografis penting untuk memahami karakteristik mahasiswa yang menjadi sampel penelitian.
Contoh:
“Jurusan Anda di FKIP Ma’soem University?”
- Bimbingan Konseling
- Pendidikan Bahasa Inggris
Manfaat: Data demografis membantu peneliti melakukan analisis perbandingan antar kelompok.
5. Pertanyaan Filter (Filter Questions)
Pertanyaan filter digunakan untuk menentukan apakah responden perlu menjawab pertanyaan berikutnya. Teknik ini berguna untuk menghindari pertanyaan yang tidak relevan bagi sebagian responden.
Contoh:
“Apakah Anda pernah mengikuti program bimbingan konseling di sekolah?”
- Ya → Lanjut ke pertanyaan 2
- Tidak → Lewati pertanyaan 2
Jenis pertanyaan ini membuat kuesioner lebih efisien dan mengurangi kebingungan bagi peserta.
6. Pertanyaan Rating atau Skala
Pertanyaan skala membantu peneliti mengukur intensitas atau tingkat kepuasan tertentu. Selain skala Likert, ada beberapa jenis skala lain yang bisa digunakan:
- Skala Semantic Differential
Responden menilai sesuatu di antara dua kutub yang berlawanan. Misal:
“Bagaimana menurut Anda suasana kelas bahasa Inggris?”
1 = Sangat membosankan … 5 = Sangat menyenangkan - Skala Rating Bintang atau Numeric
Sering digunakan untuk menilai kualitas layanan, misalnya pengalaman belajar daring.
Jenis pertanyaan ini cocok untuk mengukur persepsi mahasiswa secara kuantitatif dan mudah dianalisis.
7. Pertanyaan Checklist Prioritas atau Ranking
Pertanyaan ini meminta responden untuk memberi peringkat pada beberapa pilihan berdasarkan preferensi atau kepentingan.
Contoh:
“Urutkan media pembelajaran berikut berdasarkan frekuensi penggunaan Anda: Buku teks, Video, Aplikasi, Lainnya.”
Metode ini efektif untuk mengetahui prioritas atau preferensi peserta didik dan mendukung analisis data yang lebih terstruktur.
Tips Menyusun Kuesioner Penelitian di FKIP Ma’soem University
- Sesuaikan jenis pertanyaan dengan tujuan penelitian
Jika ingin data kuantitatif yang mudah dianalisis, gunakan pertanyaan tertutup atau skala. Untuk memahami pendapat mendalam, pilih pertanyaan terbuka. - Perhatikan bahasa dan instruksi
Gunakan bahasa yang mudah dipahami oleh mahasiswa FKIP, khususnya jurusan BK dan Pendidikan Bahasa Inggris. Hindari istilah teknis yang membingungkan. - Urutkan pertanyaan secara logis
Mulai dari pertanyaan demografis, kemudian pertanyaan utama, dan akhiri dengan pertanyaan terbuka atau tambahan. - Uji coba kuesioner
Sebelum disebarkan, lakukan pre-test pada beberapa mahasiswa. Hal ini membantu memastikan pertanyaan jelas dan tidak ambigu. - Gunakan format yang rapi dan menarik
Kuesioner yang rapi meningkatkan respons responden. Di era digital, penggunaan Google Forms atau Microsoft Forms juga mempermudah distribusi dan pengolahan data.





