Keinginan anak untuk melanjutkan sekolah atau kuliah di luar negeri perlu dipersiapkan sejak jauh hari. Salah satu persiapan yang sering menjadi perhatian utama adalah kemampuan bahasa. Bahasa bukan hanya digunakan untuk mengikuti pelajaran, tetapi juga membantu anak berkomunikasi, beradaptasi, memahami lingkungan baru, hingga membangun relasi selama tinggal di negara lain.
Pilihan bahasa yang perlu dipelajari tentu bergantung pada negara tujuan, jenjang pendidikan, dan program studi yang ingin diambil. Karena itu, orang tua sebaiknya tidak sekadar memilih bahasa yang dianggap populer, tetapi mempertimbangkan kebutuhan akademik dan rencana pendidikan anak.
Bahasa Inggris Menjadi Pilihan Utama
Jika anak memiliki rencana sekolah di luar negeri tetapi belum menentukan negara tujuan, bahasa Inggris dapat menjadi pilihan pertama yang paling strategis. Bahasa ini digunakan secara luas dalam pendidikan tinggi internasional, komunikasi akademik, penelitian, serta berbagai kegiatan sehari-hari di banyak negara.
Kemampuan bahasa Inggris juga dapat membantu anak ketika mencari informasi mengenai sekolah, universitas, beasiswa, persyaratan pendaftaran, dan program pertukaran pelajar.
Untuk persiapan akademik, anak tidak cukup hanya menguasai percakapan dasar. Beberapa kemampuan yang sebaiknya dikembangkan meliputi:
- Membaca teks akademik berbahasa Inggris.
- Menulis esai dan tugas sekolah.
- Memahami presentasi dan materi pembelajaran.
- Berkomunikasi secara lisan dengan guru dan teman.
- Menyampaikan pendapat dalam diskusi.
- Memahami kosakata yang berkaitan dengan bidang studi.
Jika target pendidikan membutuhkan sertifikat kemampuan bahasa, orang tua juga dapat mulai mengenalkan jenis tes yang relevan, seperti IELTS atau TOEFL, sesuai persyaratan institusi yang dituju.
Bahasa Negara Tujuan Juga Penting
Bahasa Inggris memang memiliki manfaat luas, tetapi bukan berarti anak hanya perlu mempelajarinya. Jika negara tujuan sudah ditentukan, bahasa lokal dapat menjadi investasi kemampuan yang sangat berguna.
Misalnya, anak yang ingin melanjutkan pendidikan di Jepang dapat mulai mempelajari bahasa Jepang. Sementara itu, bahasa Jerman dapat dipertimbangkan bagi anak yang memiliki target pendidikan di Jerman, terutama jika program atau lingkungan pendidikannya menggunakan bahasa tersebut.
Penguasaan bahasa lokal dapat membantu anak dalam berbagai situasi, seperti:
- Berinteraksi dengan masyarakat sekitar.
- Memahami informasi publik dan aturan setempat.
- Berkomunikasi ketika berbelanja atau menggunakan transportasi umum.
- Beradaptasi dengan budaya dan lingkungan sosial.
- Membangun pertemanan di luar lingkungan kampus atau sekolah.
Kemampuan tersebut dapat membuat proses adaptasi terasa lebih mudah ketika anak harus tinggal jauh dari keluarga.
Pilihan Bahasa Berdasarkan Negara Tujuan
Setiap negara memiliki kebutuhan bahasa yang berbeda. Berikut beberapa bahasa yang dapat dipertimbangkan berdasarkan tujuan pendidikan:
1. Bahasa Inggris
Cocok diprioritaskan bagi anak yang mempertimbangkan negara seperti Australia, Inggris, Amerika Serikat, Kanada, atau Selandia Baru. Bahasa Inggris juga banyak digunakan sebagai bahasa pengantar pada program internasional di berbagai negara nonpenutur asli.
2. Bahasa Jepang
Bahasa Jepang relevan bagi anak yang ingin melanjutkan pendidikan di Jepang. Selain kebutuhan akademik, kemampuan bahasa Jepang dapat membantu dalam kehidupan sehari-hari dan interaksi sosial.
3. Bahasa Jerman
Bahasa Jerman dapat menjadi pilihan bagi anak yang memiliki rencana pendidikan di Jerman, Austria, atau wilayah tertentu yang menggunakan bahasa Jerman. Penguasaan bahasa ini juga dapat menjadi nilai tambah bagi anak yang tertarik pada bidang teknik, sains, maupun bidang akademik lainnya.
4. Bahasa Mandarin
Bahasa Mandarin semakin menarik untuk dipelajari karena digunakan oleh masyarakat dalam jumlah besar dan memiliki relevansi ekonomi serta pendidikan yang luas. Anak yang memiliki ketertarikan terhadap pendidikan atau peluang akademik di Tiongkok, Taiwan, maupun lingkungan bisnis internasional dapat mempertimbangkan bahasa ini.
5. Bahasa Prancis
Bahasa Prancis digunakan bukan hanya di Prancis, tetapi juga di sejumlah negara lain. Bahasa ini dapat dipertimbangkan bagi anak yang tertarik melanjutkan pendidikan di Prancis atau negara lain yang menggunakan bahasa Prancis dalam kehidupan akademik maupun sehari-hari.
Jangan Mengabaikan Kemampuan Bahasa Indonesia
Mempelajari bahasa asing bukan berarti kemampuan bahasa Indonesia boleh diabaikan. Anak tetap perlu memiliki kemampuan membaca, menulis, berbicara, dan menyampaikan gagasan dalam bahasa Indonesia secara baik.
Kemampuan berbahasa Indonesia yang kuat justru dapat menjadi dasar untuk mempelajari bahasa asing. Anak yang terbiasa memahami struktur kalimat, menyusun gagasan, dan menulis secara sistematis biasanya memiliki fondasi yang lebih baik ketika mempelajari bahasa baru.
Selain itu, kemampuan komunikasi yang baik akan tetap dibutuhkan ketika anak berhubungan dengan keluarga, komunitas asal, atau berbagai kebutuhan administratif setelah kembali ke Indonesia.
Kapan Sebaiknya Anak Mulai Belajar Bahasa Asing?
Tidak ada usia tunggal yang wajib menjadi titik awal. Namun, semakin awal anak terbiasa mendengar dan menggunakan bahasa asing, semakin banyak kesempatan yang dimiliki untuk mengembangkan kemampuan tersebut secara bertahap.
Pada usia sekolah dasar, fokus dapat diberikan pada kosakata, mendengarkan, dan percakapan sederhana. Ketika memasuki jenjang SMP dan SMA, latihan dapat diarahkan pada kemampuan akademik, seperti membaca teks yang lebih kompleks, menulis, presentasi, dan diskusi.
Orang tua juga sebaiknya menghindari target yang terlalu berat dalam waktu singkat. Kemampuan bahasa berkembang melalui kebiasaan. Membaca buku, menonton materi edukatif, mendengarkan podcast, mengikuti kelas, serta berlatih berbicara secara rutin dapat menjadi bagian dari proses belajar.
Bahasa Inggris Bisa Menjadi Bekal untuk Pendidikan Tinggi
Persiapan bahasa juga relevan bagi anak yang belum langsung berangkat ke luar negeri setelah lulus sekolah. Pendidikan tinggi di Indonesia dapat menjadi tahap untuk memperkuat kemampuan akademik sebelum melanjutkan studi atau mengikuti program internasional.
Salah satu pilihan yang dapat dipertimbangkan adalah Ma’soem University, perguruan tinggi swasta yang memiliki bidang pendidikan yang relevan bagi pengembangan kemampuan bahasa. Pada FKIP Ma’soem University, program studi yang tersedia adalah Bimbingan dan Konseling (BK) serta Pendidikan Bahasa Inggris.
Program Pendidikan Bahasa Inggris dapat menjadi pilihan bagi mahasiswa yang ingin mendalami kemampuan dan bidang pendidikan bahasa Inggris. Sementara itu, mahasiswa Bimbingan dan Konseling dapat mengembangkan kompetensi yang berkaitan dengan pendampingan dan perkembangan peserta didik. Keduanya dapat menjadi bagian dari pilihan pendidikan tinggi sesuai minat dan rencana karier masing-masing.
Bagi keluarga yang sedang mempersiapkan anak untuk memiliki kemampuan bahasa asing sejak sekolah, pengalaman belajar di bidang yang berkaitan dengan pendidikan dan bahasa juga dapat menjadi pertimbangan dalam menyusun rencana pendidikan jangka panjang.
Orang Tua Perlu Menyesuaikan Bahasa dengan Rencana Anak
Pilihan bahasa sebaiknya tidak hanya mengikuti tren. Orang tua perlu mengajak anak menentukan negara, jenjang pendidikan, dan bidang studi yang ingin dituju. Setelah arah tersebut lebih jelas, kebutuhan bahasa akan lebih mudah dipetakan.
Jika negara tujuan belum ditentukan, bahasa Inggris dapat menjadi prioritas karena penggunaannya luas. Ketika pilihan negara sudah mengerucut, bahasa lokal dapat mulai dipelajari secara bertahap. Cara tersebut membuat waktu belajar lebih terarah sekaligus membantu anak memahami alasan mengapa bahasa tersebut penting bagi rencana pendidikannya.
Informasi Ma’soem University
No. WhatsApp: 085185634253
Instagram: @masoem_university
Web Pendaftaran: pmb.masoemuniversity.com




