
Dalam dunia Sistem Pendukung Keputusan (SPK), mahasiswa Universitas Ma’soem sering kali dihadapkan pada pilihan metode yang beragam untuk menyelesaikan masalah multikriteria. Jika metode AHP terasa terlalu rumit karena harus menghitung konsistensi, dan metode SAW membuat Anda lelah karena harus melakukan normalisasi pada setiap sel matriks satu per satu, maka metode Weighted Product (WP) adalah jawabannya.
Weighted Product adalah metode yang sangat efisien karena menggunakan teknik perkalian untuk menghubungkan rating atribut, di mana rating setiap atribut harus dipangkatkan terlebih dahulu dengan bobot kriteria yang bersangkutan. Metode ini menjadi favorit bagi mereka yang mengutamakan kecepatan proses tanpa mengurangi keakuratan hasil akhir.
Mengapa Weighted Product Lebih Efisien dari SAW?
Perbedaan paling mencolok yang membuat metode WP menjadi “penyelamat” mahasiswa yang malas menghitung normalisasi manual adalah cara penanganan datanya. Pada metode SAW, Anda wajib melakukan normalisasi matriks di awal untuk mengubah semua data menjadi skala 0 sampai 1. Proses ini sangat memakan waktu jika kriteria yang digunakan sangat banyak.
Sedangkan pada metode WP, proses normalisasi justru dilakukan pada nilai bobotnya saja (bukan pada seluruh data kriteria). Karena jumlah bobot biasanya jauh lebih sedikit daripada jumlah data alternatif, langkah ini jauh lebih cepat. Setelah bobot dinormalisasi, Anda hanya perlu melakukan operasi pemangkatan dan perkalian. Hasil akhirnya tetap akurat karena metode ini secara matematis tetap menyeimbangkan skala antar kriteria melalui proses pangkat tersebut.
- Normalisasi Bobot yang Sederhana: Cukup membagi setiap bobot dengan total seluruh bobot sehingga jumlah total bobot menjadi 1.
- Proses Pangkat sebagai Filter: Kriteria keuntungan (benefit) diberikan pangkat positif, sementara kriteria biaya (cost) diberikan pangkat negatif.
- Operasi Perkalian (Vektor S): Semua nilai kriteria pada satu alternatif dikalikan satu sama lain setelah dipangkatkan, yang jauh lebih simpel daripada rumus penjumlahan normalisasi.
- Perangkingan yang Cepat (Vektor V): Hasil perkalian tiap alternatif hanya perlu dibagi dengan total seluruh hasil perkalian alternatif untuk mendapatkan nilai akhir.
Kapan Waktu yang Tepat untuk Menggunakan Metode WP?
Meskipun efisien, metode WP tidak bisa digunakan secara sembarangan. Metode ini paling efektif digunakan ketika Anda memiliki kasus dengan kriteria yang sifatnya saling bergantung dan memerlukan penilaian yang proporsional. Mahasiswa Ma’soem sering menerapkan WP dalam kasus-kasus seperti pemilihan karyawan terbaik, penentuan lokasi gudang, atau pemilihan gadget untuk inventaris kantor.
WP sangat disarankan jika data yang Anda miliki memiliki rentang angka yang sangat bervariasi. Karena menggunakan operasi pangkat, metode ini secara alami mampu menangani perbedaan skala tanpa memerlukan proses normalisasi yang berbelit-belit. Jika Anda mengejar deadline skripsi atau proyek sistem informasi dan ingin logika perhitungan yang lebih ringkas namun tetap terlihat profesional di depan penguji, WP adalah pilihan yang sangat cerdas.
- Kriteria dengan Skala Berbeda: Sangat cocok jika ada kriteria yang satuannya dalam jutaan rupiah (harga) bercampur dengan kriteria skala likert 1-5 (kualitas).
- Efisiensi Waktu Perhitungan: Saat jumlah alternatif yang dinilai mencapai puluhan atau ratusan, metode WP akan jauh lebih cepat diselesaikan daripada SAW atau AHP.
- Sistem yang Membutuhkan Akurasi Cepat: Cocok untuk aplikasi SPK berbasis web atau mobile yang memerlukan waktu pemrosesan (response time) yang singkat.
- Fleksibilitas Kriteria: Mudah ditambah atau dikurangi kriterianya tanpa harus merombak seluruh struktur normalisasi data mentah.
Langkah Teknis Menghitung WP Tanpa Ribet
Untuk memastikan data Anda valid, langkah pertama adalah menentukan apakah kriteria tersebut menguntungkan (benefit) atau merugikan (cost). Langkah kedua adalah melakukan perbaikan bobot dengan membagi tiap bobot dengan jumlah total bobot. Setelah itu, Anda tinggal menghitung nilai Vektor S untuk setiap alternatif dengan rumus: nilai kriteria dipangkatkan bobot yang sudah diperbaiki, lalu dikalikan semua hasilnya.
Langkah terakhir adalah menghitung Vektor V, yaitu nilai Vektor S tertentu dibagi dengan jumlah seluruh Vektor S dari semua alternatif. Alternatif dengan nilai Vektor V tertinggi adalah pemenangnya. Cara ini jauh lebih bersih secara algoritma dan sangat mudah diimplementasikan ke dalam bahasa pemrograman seperti PHP atau Python karena hanya melibatkan operasi dasar matematika.
- Tentukan Kategori Kriteria: Pastikan mana yang pangkatnya positif (keuntungan) dan mana yang pangkatnya negatif (biaya).
- Normalisasi Bobot: Pastikan total bobot setelah diperbaiki adalah 1.00 agar perhitungan pangkat menjadi adil.
- Hitung Vektor S (Perkalian): Kalikan semua hasil pemangkatan kriteria untuk setiap baris alternatif.
- Ranking via Vektor V: Urutkan nilai hasil pembagian Vektor S untuk mendapatkan rekomendasi keputusan terbaik.
Integritas “Pinter” dan “Bageur” dalam Penggunaan Metode
Memilih metode WP karena malas menghitung normalisasi manual adalah bentuk kecerdasan dalam efisiensi (Pinter). Namun, sebagai mahasiswa Universitas Ma’soem, integritas (Bageur) tetap nomor satu. Pastikan bobot kriteria yang Anda gunakan didapatkan dari sumber yang terpercaya atau pakar, bukan sekadar angka acak agar hasilnya cepat keluar.
Kejujuran dalam memasukkan data mentah dan menentukan bobot adalah bentuk tanggung jawab profesional. Metode yang cepat dan efisien akan memberikan hasil yang berkah jika dilakukan dengan prosedur yang jujur dan transparan. Dengan menguasai Weighted Product, Anda membuktikan bahwa Anda adalah calon sarjana yang mampu bekerja cerdas, efektif, dan memiliki integritas tinggi dalam memberikan solusi bagi organisasi.





