”Kelas itu rumah kedua. Di kelas PBI, kita nggak cuma belajar grammar. Kita belajar dengerin temen yang grogi presentasi, ketawa bareng, bantuin temen yang ketinggalan. Ternyata, jadi guru juga dimulai dari cara kita ngerasa aman di kelas sendiri.”
Apa yang terlintas di benak Anda ketika mendengar kata “ruang kelas perkuliahan”? Sebagian besar orang mungkin akan membayangkan sebuah ruangan kaku, di mana dosen menceramahi mahasiswa dari depan, suasana yang tegang saat ujian, atau kompetisi sengit antar mahasiswa untuk mendapatkan nilai “A”.
Namun, realitas yang coba kami bangun di Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Universitas Ma’soem jauh dari kesan intimidatif tersebut. Kami percaya bahwa proses pembelajaran bahasa yang optimal tidak akan pernah terjadi di bawah tekanan rasa takut. Mahasiswa tidak akan berani berbicara (speaking) jika mereka terus-menerus dihantui ketakutan akan ditertawakan saat salah mengucapkan (pronounce) sebuah kata.
Itulah sebabnya, menciptakan ruang kelas sebagai “Rumah Kedua” yang memberikan keamanan psikologis (psychological safety) adalah fondasi utama dari sistem pendidikan kami.
Empati di Atas Tata Bahasa: Membangun Support System yang Sehat
Belajar bahasa asing adalah proses yang menuntut keberanian untuk membuat kesalahan. Tidak jarang, kita melihat ada mahasiswa yang tangannya gemetar, berkeringat dingin, dan suaranya bergetar karena grogi saat harus melakukan presentasi dalam bahasa Inggris.
Di kelas PBI Universitas Ma’soem, momen-momen seperti ini bukanlah ajang untuk saling menghakimi. Sebaliknya, momen ini adalah simulasi nyata dari pendidikan empati. Mahasiswa diajarkan untuk menjadi pendengar yang aktif (active listener), memberikan senyuman, mengangguk setuju untuk menenangkan teman yang sedang gugup, dan saling membantu (peer tutoring) jika ada rekan yang tertinggal materi perkuliahan.
Interaksi yang hangat, canda tawa yang memecah keheningan, dan rasa saling memiliki (sense of belonging) ini adalah kurikulum tak tertulis yang sangat mahal harganya. Karakter peduli sesama ini sangat sejalan dengan implementasi pendidikan karakter dan budaya kampus religius humanis yang secara konsisten diterapkan oleh Universitas Ma’soem.
Mengalami Rasa Aman untuk Menciptakan Rasa Aman
Mengapa dinamika pertemanan dan kenyamanan di kelas ini sangat esensial bagi calon guru? Jawabannya sangat sederhana: Anda tidak akan bisa memberikan sesuatu yang belum pernah Anda rasakan.
Seorang guru yang hebat harus mampu menciptakan safe space (ruang aman) bagi murid-muridnya kelak. Bagaimana seorang guru bisa mengajarkan empati dan menenangkan muridnya yang kesulitan belajar, jika selama kuliah ia sendiri terbiasa hidup di lingkungan yang egois dan saling sikut?
Dengan merasakan langsung bagaimana nyamannya dibantu oleh teman, didengarkan tanpa dihakimi, dan dihargai proses belajarnya oleh dosen, mahasiswa PBI menyerap esensi terdalam dari ilmu pedagogi (mendidik). Mereka belajar bahwa menjadi guru bukan sekadar berdiri di depan kelas dan mendikte rumus grammar, melainkan tentang merangkul psikologis siswa. Pemahaman praktis inilah yang kelak akan diaplikasikan saat mereka terjun dalam program praktik pengalaman lapangan dan pengabdian masyarakat FKIP di sekolah-sekolah mitra.
Soft Skill Emas untuk Menaklukkan Dinamika Dunia Kerja
Nilai lebih dari kecerdasan emosional (EQ) dan kemampuan membangun lingkungan yang suportif ini ternyata memiliki dampak yang jauh lebih besar setelah Anda lulus nanti. Keterampilan ini adalah kunci utama untuk menembus dan bertahan di kerasnya persaingan dunia kerja modern.
Di dunia kerja—entah itu di sekolah, perusahaan swasta, lembaga pemerintahan, atau perusahaan rintisan (startup)—Anda tidak akan pernah bekerja sendirian. Anda selalu membutuhkan orang lain. Kemampuan empati yang telah diasah di kelas PBI akan bertransformasi menjadi keterampilan profesional (professional skills) berikut ini:
- Kolaborasi Tim (Teamwork): Orang yang terbiasa membantu teman di kelas akan menjadi rekan kerja (team player) yang sangat diandalkan. Mereka tidak hanya fokus pada target pribadi, tetapi memastikan seluruh tim bergerak maju bersama.
- Kecerdasan Emosional dalam Kepemimpinan (Leadership): Kepemimpinan masa kini tidak lagi berpusat pada bos yang otoriter (suka menyuruh-nyuruh). Pemimpin yang dicari oleh dunia kerja adalah mereka yang mau “mendengarkan rekan yang sedang grogi” dan menciptakan budaya kerja yang positif.
- Komunikasi Antarpribadi (Interpersonal Communication): Sikap tidak mudah menghakimi membuat Anda lebih mudah diterima di berbagai lingkungan, terampil menangani keluhan klien (customer handling), dan mampu bernegosiasi tanpa memicu konflik.
Temukan “Rumah Keduamu” Bersama PBI Universitas Ma’soem
Masa kuliah bukan sekadar tentang mengumpulkan tumpukan tugas dan mengejar IPK setinggi langit. Masa kuliah adalah tentang menemukan keluarga baru, bertumbuh dalam lingkungan yang positif, dan membentuk karakter diri yang matang untuk menyongsong masa depan.
Jika Anda mencari program studi yang tidak hanya mengasah kecerdasan intelektual Anda, tetapi juga merawat kesehatan mental dan kecerdasan emosional Anda, maka Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Ma’soem adalah jawaban yang paling tepat.
Jadilah bagian dari keluarga besar kami dan temukan rumah keduamu di sini. Pendaftaran mahasiswa baru masih dibuka luas dengan berbagai pilihan beasiswa unggulan. Mari bergabung dan siapkan dirimu menjadi pendidik sekaligus profesional berempati tinggi yang kehadirannya selalu dinantikan di dunia kerja!
Informasi Pendaftaran & Layanan Konsultasi:
- Nama Prodi: Pendidikan Bahasa Inggris (S1)
- Link Pendaftaran: https://pmb.masoemuniversity.ac.id/
- Kontak/WhatsApp (Fast Response): 022 7798340 / +62 815 6033 022
- Website Resmi: https://masoemuniversity.ac.id/
- Instagram Resmi Universitas: @masoem_university
- Instagram Resmi Prodi PBI: @englisheducationmu_





