Belajar sesuatu yang baru tidak selalu berjalan lancar. Ada orang yang terlihat cepat memahami materi, sementara orang lain membutuhkan waktu lebih lama untuk mencapai kemampuan yang sama. Perbedaan tersebut terkadang membuat seseorang merasa tertinggal, kehilangan kepercayaan diri, lalu memilih berhenti sebelum proses belajarnya benar-benar berkembang.
Padahal, cepat menyerah saat belajar bukan selalu berarti seseorang tidak mampu. Ada banyak faktor yang memengaruhi ketahanan seseorang dalam menghadapi proses belajar, mulai dari ekspektasi, pengalaman sebelumnya, cara belajar, hingga kondisi emosional. Memahami penyebabnya dapat membantu seseorang mencari cara belajar yang lebih sesuai.
Ekspektasi yang Terlalu Tinggi Membuat Proses Belajar Terasa Berat
Salah satu alasan seseorang mudah menyerah adalah memiliki harapan bahwa kemampuan baru harus segera dikuasai. Ketika hasil yang diperoleh tidak sesuai harapan, muncul anggapan bahwa dirinya tidak berbakat.
Misalnya, seseorang baru belajar bahasa Inggris lalu berharap bisa berbicara lancar hanya dalam beberapa minggu. Ketika masih kesulitan menyusun kalimat atau mengucapkan kata tertentu, ia merasa proses tersebut tidak membuahkan hasil.
Padahal, kemampuan baru biasanya berkembang secara bertahap. Kesalahan, pengulangan, dan kebingungan merupakan bagian yang wajar dalam proses belajar. Target yang terlalu besar dalam waktu singkat justru dapat membuat kegiatan belajar terasa seperti tekanan.
Takut Gagal Bisa Membuat Seseorang Memilih Berhenti
Kegagalan sering dianggap sebagai bukti bahwa seseorang tidak memiliki kemampuan. Cara berpikir tersebut dapat membuat seseorang menghindari tantangan yang sebenarnya penting untuk perkembangan.
Ketika seseorang takut salah menjawab, takut hasil pekerjaannya buruk, atau takut mendapat penilaian negatif, ia mungkin memilih tidak mencoba lagi. Berhenti terasa lebih aman daripada menghadapi kemungkinan gagal untuk kedua kalinya.
Padahal, kesalahan dapat memberikan informasi mengenai bagian yang belum dipahami. Seseorang dapat mengetahui materi mana yang perlu dipelajari kembali, strategi apa yang kurang efektif, dan bagian mana yang sudah mengalami perkembangan.
Membandingkan Diri dengan Orang Lain
Media sosial dan lingkungan pendidikan membuat perbandingan menjadi semakin mudah dilakukan. Seseorang dapat melihat teman yang sudah mahir memainkan alat musik, berbicara dalam bahasa asing, membuat desain, atau memahami materi tertentu. Tanpa mengetahui proses panjang di balik kemampuan tersebut, ia hanya melihat hasil akhirnya.
Perbandingan seperti ini dapat menimbulkan pikiran bahwa orang lain memiliki kemampuan alami yang tidak dimiliki dirinya. Akibatnya, proses belajar terasa tidak adil dan motivasi perlahan menurun.
Lebih bermanfaat jika perkembangan diukur berdasarkan kemampuan diri sendiri. Pertanyaan seperti “Apa yang sekarang sudah bisa saya lakukan?” dapat membantu melihat kemajuan kecil yang sering tidak disadari.
Belajar Tanpa Mengetahui Tujuan
Motivasi juga berkaitan erat dengan tujuan belajar. Ketika seseorang tidak mengetahui alasan mengapa suatu kemampuan perlu dikuasai, aktivitas belajar dapat terasa membosankan dan tidak memiliki manfaat langsung.
Tujuan tidak harus selalu besar. Seseorang yang belajar bahasa Inggris, misalnya, dapat memiliki target sederhana seperti mampu memperkenalkan diri, memahami percakapan sehari-hari, atau melakukan presentasi menggunakan bahasa Inggris.
Tujuan yang spesifik membuat proses belajar lebih mudah diarahkan. Kemajuan pun dapat dilihat melalui pencapaian yang konkret.
Metode Belajar yang Tidak Sesuai
Kesulitan belajar tidak selalu berasal dari kurangnya kemampuan. Bisa jadi metode yang digunakan kurang cocok.
Ada orang yang lebih mudah memahami materi melalui visual, sementara yang lain lebih terbantu melalui praktik langsung, diskusi, latihan soal, atau penjelasan verbal. Memaksakan satu cara belajar untuk semua orang dapat membuat proses menjadi kurang efektif.
Beberapa strategi yang dapat dicoba antara lain:
- Membagi materi menjadi bagian-bagian kecil.
- Menentukan target belajar yang realistis.
- Melakukan latihan secara rutin daripada belajar sekaligus dalam waktu lama.
- Mencatat kesalahan untuk mengetahui bagian yang perlu diperbaiki.
- Menggunakan praktik langsung setelah mempelajari teori.
- Memberikan jeda agar otak tidak mengalami kelelahan.
Mencoba beberapa metode dapat membantu menemukan pola belajar yang paling sesuai.
Kurang Melihat Perkembangan Kecil
Perkembangan dalam belajar sering kali tidak terlihat secara langsung. Seseorang mungkin merasa tidak mengalami kemajuan karena masih melakukan kesalahan yang sama. Padahal, jika dibandingkan dengan kondisi beberapa minggu sebelumnya, kemampuannya mungkin sudah jauh lebih baik.
Mencatat perkembangan dapat menjadi cara sederhana untuk melihat perubahan tersebut. Misalnya, pelajar bahasa Inggris dapat menyimpan daftar kosakata yang sudah dikuasai, merekam kemampuan berbicara secara berkala, atau mencatat kesalahan pengucapan yang berhasil diperbaiki.
Catatan tersebut memberikan bukti bahwa usaha yang dilakukan menghasilkan perubahan, meskipun hasilnya belum sempurna.
Lingkungan Belajar Juga Berpengaruh
Lingkungan yang terlalu sering memberikan tekanan dapat membuat seseorang kehilangan motivasi. Kritik yang terus-menerus tanpa arahan perbaikan dapat membuat proses belajar terasa seperti ancaman.
Sebaliknya, lingkungan yang memberikan ruang untuk bertanya, mencoba, dan melakukan kesalahan dapat membantu seseorang lebih berani menghadapi kesulitan. Dukungan tidak selalu berarti memberikan pujian, tetapi juga membantu seseorang memahami apa yang perlu diperbaiki.
Dalam konteks pendidikan tinggi, lingkungan akademik menjadi salah satu faktor yang dapat mendukung mahasiswa mengembangkan kemampuan secara bertahap. Ma’soem University sebagai salah satu kampus swasta di Bandung dapat menjadi lingkungan yang relevan bagi mahasiswa yang ingin mengembangkan kemampuan akademik maupun keterampilan yang berkaitan dengan bidang studinya.
Bagi mahasiswa yang tertarik pada bidang pendidikan, FKIP Ma’soem University memiliki dua program studi, yaitu Bimbingan dan Konseling (BK) serta Pendidikan Bahasa Inggris. Keduanya memiliki kaitan dengan proses pembelajaran dan pengembangan kemampuan manusia, meskipun fokus keilmuannya berbeda.
Belajar Konsisten Tidak Berarti Harus Terus-Menerus
Ada anggapan bahwa orang yang ingin berhasil harus belajar setiap hari dalam waktu yang panjang. Pola tersebut tidak selalu cocok bagi semua orang. Belajar terlalu lama tanpa istirahat justru dapat menyebabkan kelelahan dan menurunkan konsentrasi.
Konsistensi lebih berkaitan dengan keberlanjutan daripada durasi yang panjang. Belajar selama 30 menit secara teratur dapat lebih mudah dipertahankan daripada memaksakan diri belajar berjam-jam kemudian berhenti karena merasa terlalu lelah.
Rutinitas juga dapat dibuat sederhana. Seseorang dapat menentukan waktu tertentu untuk berlatih, menetapkan satu target kecil, kemudian mengevaluasi hasilnya.
Kapan Harus Berhenti dan Kapan Harus Mengubah Strategi?
Tidak semua kegiatan yang ditinggalkan berarti seseorang telah menyerah. Terkadang, berhenti sementara diperlukan untuk beristirahat atau mengevaluasi tujuan. Yang perlu diperhatikan adalah alasan di balik keputusan tersebut.
Jika seseorang berhenti karena benar-benar tidak lagi memiliki tujuan yang relevan, keputusan tersebut dapat menjadi bahan evaluasi. Namun, jika berhenti hanya karena merasa tidak langsung mahir, mungkin yang perlu diubah bukan tujuannya, melainkan strategi belajarnya.
Belajar sesuatu yang baru memang membutuhkan waktu. Kemampuan biasanya terbentuk melalui proses mencoba, salah, memperbaiki, dan mengulang. Ketika proses tersebut dipandang sebagai bagian dari perkembangan, kesulitan tidak selalu menjadi alasan untuk berhenti, tetapi dapat menjadi petunjuk mengenai langkah belajar berikutnya.
Informasi Ma’soem University
Ma’soem University merupakan salah satu pilihan kampus swasta yang dapat menjadi bagian dari perjalanan pendidikan dan pengembangan kemampuan mahasiswa. Informasi penerimaan mahasiswa dapat diperoleh melalui kontak berikut:
No. WhatsApp: 085185634253
Instagram: @masoem_university
Web Pendaftaran: pmb.masuniversity.com




