Kuliah membutuhkan waktu, tenaga, dan biaya yang tidak sedikit. Karena itu, wajar jika mahasiswa mulai memikirkan pertanyaan tentang masa depan, terutama ketika mendekati semester akhir. Masalahnya, tidak semua mahasiswa sudah mengetahui pekerjaan apa yang ingin ditekuni setelah lulus.
Kondisi “kuliah mahal tapi masih bingung mau kerja apa” sebenarnya cukup umum. Memilih jurusan kuliah tidak selalu berarti seseorang sudah mengetahui jalur karier yang ingin dijalani. Minat dapat berubah, pengalaman selama kuliah bisa membuka pilihan baru, dan kebutuhan dunia kerja juga terus berkembang.
Menentukan karier sebelum lulus bukan berarti harus memiliki keputusan yang mutlak. Hal yang lebih penting adalah mulai mengenali kemampuan, mencari pengalaman, serta memahami jenis pekerjaan yang sesuai agar langkah setelah wisuda menjadi lebih terarah.
Kenali Diri Sebelum Memilih Karier
Langkah pertama dalam menentukan karier adalah memahami diri sendiri. Mahasiswa perlu mengetahui bidang apa yang disukai, kemampuan apa yang sudah dimiliki, serta aktivitas seperti apa yang membuat mereka merasa nyaman.
Cobalah membuat daftar sederhana mengenai:
- Mata kuliah yang paling disukai.
- Kemampuan yang paling sering digunakan.
- Aktivitas yang membuat merasa tertarik.
- Jenis pekerjaan yang tidak ingin dilakukan.
- Hal yang dianggap penting dalam pekerjaan, seperti penghasilan, fleksibilitas, lingkungan kerja, atau kesempatan berkembang.
Cara ini membantu mempersempit pilihan. Mahasiswa yang menyukai komunikasi dan interaksi sosial, misalnya, dapat mempertimbangkan bidang pendidikan, public relations, customer relations, pemasaran, atau pekerjaan lain yang membutuhkan kemampuan interpersonal.
Sebaliknya, mahasiswa yang lebih menikmati pekerjaan analitis mungkin lebih cocok mengeksplorasi bidang administrasi, riset, data, keuangan, atau pekerjaan yang membutuhkan ketelitian.
Jangan Hanya Mengandalkan Nama Jurusan
Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah menganggap satu jurusan hanya memiliki satu pilihan pekerjaan. Kenyataannya, kemampuan yang diperoleh selama kuliah dapat diterapkan di berbagai bidang.
Lulusan Pendidikan Bahasa Inggris, misalnya, tidak selalu harus menjadi guru. Kemampuan berbahasa Inggris, komunikasi, presentasi, dan penyusunan materi dapat menjadi modal untuk mengeksplorasi pekerjaan seperti content writer, translator, trainer, customer service, atau posisi lain yang membutuhkan kemampuan komunikasi.
Begitu pula lulusan Bimbingan dan Konseling tidak hanya perlu melihat satu jenis pekerjaan secara sempit. Kompetensi komunikasi, pendampingan, observasi, dan pemahaman terhadap individu dapat menjadi dasar untuk mengembangkan karier di bidang yang relevan.
Mahasiswa perlu melihat kompetensi yang dimiliki, bukan hanya nama gelar yang akan diperoleh.
Riset Pekerjaan yang Ingin Dituju
Setelah mengetahui beberapa bidang yang menarik, lakukan riset mengenai pekerjaan tersebut. Jangan hanya memilih pekerjaan karena terlihat populer atau memiliki gaji tinggi.
Cari tahu hal-hal berikut:
- Apa saja tugas sehari-harinya?
- Kemampuan apa yang dibutuhkan?
- Apakah posisi tersebut membutuhkan pengalaman tertentu?
- Bagaimana jenjang kariernya?
- Apakah membutuhkan sertifikasi atau pendidikan tambahan?
- Bagaimana kondisi lowongan di bidang tersebut?
Informasi dapat diperoleh dari situs pencarian kerja, profil perusahaan, media profesional, komunitas bidang tertentu, maupun pengalaman orang yang sudah bekerja di posisi tersebut.
Riset ini dapat memberikan gambaran yang lebih realistis mengenai dunia kerja. Pekerjaan yang terlihat menarik dari luar belum tentu sesuai ketika seseorang memahami tugas dan tanggung jawabnya.
Coba Sebelum Lulus
Menentukan karier akan jauh lebih mudah jika mahasiswa tidak hanya melakukan riset, tetapi juga mencoba. Pengalaman organisasi, kepanitiaan, magang, freelance, proyek kampus, hingga kegiatan sukarela dapat menjadi kesempatan untuk menguji minat.
Misalnya, mahasiswa yang merasa tertarik pada dunia pendidikan dapat mencoba menjadi tutor atau terlibat dalam kegiatan mengajar. Jika tertarik pada pemasaran, mahasiswa dapat mencoba membantu promosi sebuah kegiatan atau mengelola media sosial organisasi.
Pengalaman tersebut memberikan jawaban yang lebih nyata dibandingkan sekadar membayangkan pekerjaan.
Bangun Skill yang Dibutuhkan Dunia Kerja
Setelah menentukan beberapa target pekerjaan, lihat kemampuan apa yang masih kurang. Jangan menunggu sampai lulus untuk mulai mengembangkan skill.
Beberapa kemampuan yang cukup berguna di berbagai bidang antara lain:
- Komunikasi lisan dan tulisan.
- Public speaking.
- Bahasa Inggris.
- Penggunaan aplikasi digital.
- Penyusunan CV dan portofolio.
- Kerja sama dalam tim.
- Manajemen waktu.
- Problem solving.
- Kemampuan beradaptasi.
Skill yang dipilih sebaiknya disesuaikan dengan pekerjaan yang ditargetkan. Mahasiswa tidak perlu menguasai semuanya sekaligus. Fokus pada kemampuan yang benar-benar dibutuhkan akan membuat proses belajar lebih efektif.
Manfaatkan Lingkungan Kampus
Kampus dapat menjadi tempat untuk mulai mengenali dunia kerja. Dosen, organisasi mahasiswa, alumni, kegiatan seminar, hingga program pengembangan mahasiswa dapat dimanfaatkan untuk memperoleh informasi dan pengalaman.
Bagi calon mahasiswa maupun mahasiswa yang sedang mempertimbangkan pilihan pendidikan, lingkungan kampus juga dapat menjadi salah satu pertimbangan. Ma’soem University sebagai salah satu kampus swasta dapat menjadi pilihan bagi mahasiswa yang ingin memperoleh pendidikan sekaligus mengembangkan kemampuan yang relevan untuk rencana setelah lulus.
Di lingkungan FKIP Ma’soem University sendiri terdapat dua program studi, yaitu Bimbingan dan Konseling (BK) serta Pendidikan Bahasa Inggris. Pilihan tersebut dapat relevan bagi mahasiswa yang memiliki ketertarikan pada pendidikan, komunikasi, pendampingan, maupun pengembangan kemampuan bahasa.
Yang perlu diperhatikan, pilihan jurusan sebaiknya tetap disesuaikan dengan minat dan rencana mahasiswa. Nama kampus saja tidak cukup untuk menentukan masa depan karier. Mahasiswa perlu aktif membangun pengalaman dan kompetensinya selama menjalani pendidikan.
Buat Target Karier yang Fleksibel
Tidak semua mahasiswa harus menentukan satu pekerjaan secara permanen sejak semester awal. Justru lebih realistis jika memiliki satu target utama dan beberapa alternatif yang masih berada dalam bidang yang berdekatan.
Contohnya:
Target utama: Guru Bahasa Inggris
Alternatif: Tutor, trainer, content writer, translator
Atau:
Target utama: Konselor pendidikan
Alternatif: Pendamping peserta didik, staf layanan pendidikan, fasilitator kegiatan pengembangan diri
Target seperti ini membuat mahasiswa memiliki arah tanpa merasa terjebak pada satu pilihan. Jika setelah mencoba ternyata pekerjaan utama tidak sesuai, masih terdapat pilihan lain yang memanfaatkan kemampuan serupa.
Mulai Bangun Portofolio dari Sekarang
CV akan lebih kuat jika berisi pengalaman nyata, bukan hanya daftar mata kuliah. Karena itu, mahasiswa sebaiknya mulai mengumpulkan hasil pekerjaan selama kuliah.
Portofolio dapat berasal dari:
- Proyek tugas kuliah yang relevan.
- Pengalaman organisasi.
- Dokumentasi kegiatan kepanitiaan.
- Hasil tulisan atau desain.
- Pengalaman mengajar.
- Sertifikat pelatihan yang relevan.
- Pengalaman freelance atau magang.
- Proyek pribadi.
Tidak semua pengalaman harus dimasukkan ke CV. Pilih yang paling berhubungan dengan posisi yang ingin dilamar.
Gunakan Semester Akhir untuk Persiapan Kerja
Semester akhir sebaiknya tidak hanya digunakan untuk menyelesaikan skripsi. Waktu tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk mulai melihat lowongan, memperbaiki CV, membangun koneksi profesional, mengikuti pelatihan, dan mencari pengalaman kerja.
Mahasiswa juga dapat mulai membuat target sederhana, misalnya:
Semester 5: mengenali minat dan pilihan karier.
Semester 6: mencoba pengalaman organisasi, proyek, atau freelance.
Semester 7: membangun portofolio dan mulai mencari peluang magang atau kerja.
Semester 8: mempersiapkan lamaran kerja dan mengikuti proses rekrutmen.
Perencanaan seperti ini tidak menjamin seseorang langsung mendapatkan pekerjaan setelah wisuda, tetapi dapat mengurangi kondisi ketika lulusan baru mulai mencari arah dari nol.
Jangan Menunggu Sampai Wisuda untuk Mulai Mencari Arah
Rasa bingung mengenai pekerjaan setelah lulus bukan berarti kuliah yang dijalani menjadi sia-sia. Justru masa perkuliahan dapat digunakan untuk menguji berbagai kemungkinan sebelum memasuki dunia kerja secara penuh.
Mahasiswa tidak harus mengetahui seluruh masa depannya sekarang. Mulailah dari satu bidang yang menarik, cari tahu kebutuhannya, coba melalui pengalaman nyata, lalu evaluasi apakah bidang tersebut sesuai. Proses tersebut dapat dilakukan berulang kali sampai pilihan karier terasa semakin jelas.
Informasi Ma’soem University:
No. WhatsApp: 085185634253
Instagram: @masoem_university
Web Pendaftaran: pmb.masoemuniversity.com




