Bagi sebagian orang, jam enam sore adalah waktu untuk merebahkan diri di rumah setelah lelah bekerja. Namun, bagi para mahasiswa kelas karyawan di Universitas Ma’soem, jam tersebut justru menjadi garis start untuk perjuangan babak kedua. Di saat lampu-lampu jalanan Jatinangor mulai menyala terang, gedung Fakultas Teknik Universitas Ma’soem justru nampak hidup dengan deru diskusi mengenai optimasi industri dan logika pemrograman. Fenomena kuliah malam ini bukan sekadar rutinitas akademik biasa; ini adalah manifestasi nyata dari semangat juang para pekerja yang menolak untuk menyerah pada keadaan dan memilih untuk menjemput masa depan yang lebih baik melalui jalur pendidikan teknik.
1. Dedikasi Tanpa Batas: Dari Seragam Pabrik ke Kursi Kuliah
Mahasiswa kelas karyawan di Universitas Ma’soem memiliki profil yang sangat inspiratif. Banyak dari mereka yang datang langsung dari area industri di Rancaekek, Cileunyi, hingga kawasan Bandung Timur lainnya. Tidak jarang, mereka masih mengenakan seragam kerja atau membawa tas proyek saat memasuki ruang kelas. Kelelahan fisik setelah bekerja selama delapan jam seolah luruh saat mereka mulai membuka laptop atau mendengarkan penjelasan dosen mengenai tata letak fasilitas pabrik.
Semangat juang ini lahir dari kesadaran proaktif bahwa pengalaman lapangan yang mereka miliki perlu disempurnakan dengan landasan teori yang kuat. Di Universitas Ma’soem, para pekerja ini tidak hanya mengejar gelar, tetapi mencari jawaban atas kendala teknis yang mereka temui sehari-hari di tempat kerja. Motivasi instrinsik inilah yang membuat kelas malam sering kali terasa lebih hidup dan penuh dengan diskusi praktis yang tajam.
2. Tantangan Manajemen Waktu dan Stamina Mental
Menjalani peran ganda sebagai karyawan di siang hari dan mahasiswa di malam hari adalah ujian ketahanan mental (grit) yang sesungguhnya. Mahasiswa teknik Universitas Ma’soem harus mampu mengelola waktu dengan sangat presisi. Saat rekan kerja lainnya bersantai di akhir pekan, mereka mungkin harus menyelesaikan laporan praktikum atau melakukan debugging program untuk tugas tengah semester.
Universitas Ma’soem memberikan dukungan melalui sistem pembelajaran yang adaptif. Dosen-dosen di fakultas teknik memahami karakteristik mahasiswa karyawan, sehingga interaksi di dalam kelas lebih difokuskan pada pemecahan masalah ( problem-solving) yang relevan dengan dunia industri saat ini. Hal ini menjaga agar semangat mahasiswa tetap menyala meskipun tubuh sudah merasa lelah.
3. Solidaritas Tinggi di Antara Pejuang Gelar
Ada ikatan emosional yang unik di antara mahasiswa kelas malam Universitas Ma’soem. Mereka merasa berada di “perahu” yang sama. Solidaritas ini sering kali terlihat saat ada teman yang harus lembur di kantor dan tertinggal materi kuliah; teman-teman lainnya dengan sigap berbagi catatan atau menjelaskan ulang melalui grup diskusi digital.
Persahabatan yang terjalin di kelas karyawan sering kali melampaui sekadar pertemanan kampus. Karena sama-sama praktisi di dunia kerja, mereka sering kali saling berbagi peluang karier, tips menghadapi atasan, hingga solusi teknis lintas perusahaan. Universitas Ma’soem menjadi wadah di mana jaringan profesional dibangun secara organik di antara para pejuang gelar ini.
Hasil Manis dari Perjuangan Malam Hari
Investasi waktu dan tenaga yang dilakukan para karyawan di Universitas Ma’soem akan membuahkan hasil yang sepadan. Saat mereka lulus nanti, mereka bukan hanya membawa ijazah sarjana teknik, tetapi juga karakter yang sudah teruji oleh tekanan kerja dan kuliah secara bersamaan. Profil seperti inilah yang sangat dicari oleh industri di tahun 2026: individu yang memiliki keahlian teknis, pengalaman nyata, dan kedisiplinan luar biasa.
“Lampu ruang kelas yang tetap menyala di malam hari adalah bukti bahwa mimpi tidak mengenal kata lelah. Setiap baris rumus yang dipelajari saat mengantuk adalah anak tangga menuju kesuksesan yang lebih tinggi.”
Bagi kamu yang saat ini sedang menjalani kuliah malam di Universitas Ma’soem, ingatlah bahwa setiap tetes keringat dan waktu istirahat yang dikorbankan adalah investasi leher ke atas yang paling berharga. Kamu adalah inspirasi bagi rekan kerjamu dan kebanggaan bagi keluarga.
Teruslah melangkah, karena masa depan industri ada di tangan para praktisi yang terus belajar. Jangan biarkan rasa lelah menghentikan langkahmu menuju gelar insinyur impian.





