Banyak calon mahasiswa bertanya tentang perbankan Syariah apakah belajar matematika dan matematika apa saja yang dipelajari. Kekhawatiran ini wajar, terutama bagi siswa yang merasa kurang percaya diri dalam hitungan. Apakah jurusan ini penuh dengan rumus sulit seperti teknik atau matematika murni?
Jawabannya tidak seseram yang dibayangkan. Perbankan Syariah memang melibatkan perhitungan, tetapi fokusnya pada matematika terapan yang relevan dengan dunia keuangan dan manajemen. Jadi, bukan matematika abstrak yang rumit, melainkan perhitungan yang aplikatif dan logis.
Apakah Perbankan Syariah Belajar Matematika
Ya, mahasiswa perbankan Syariah tetap belajar matematika. Namun, jenis matematika yang dipelajari lebih ke arah:
- Matematika ekonomi
- Perhitungan keuangan
- Analisis laporan keuangan
- Statistik dasar
Artinya, matematika digunakan sebagai alat bantu untuk memahami sistem keuangan, bukan sebagai tujuan utama pembelajaran.
Mahasiswa tidak akan mendalami kalkulus tingkat lanjut atau teori matematika kompleks seperti di jurusan sains dan teknik.
Matematika Apa yang Dipelajari di Perbankan Syariah
Untuk menjawab lebih spesifik, berikut beberapa jenis matematika yang biasanya dipelajari dalam jurusan perbankan Syariah:
1. Matematika Ekonomi
Mahasiswa belajar menghitung margin, bagi hasil, dan proyeksi keuntungan. Perhitungan ini digunakan dalam akad seperti mudharabah dan murabahah.
2. Perhitungan Pembiayaan
Dalam praktik perbankan Syariah, mahasiswa akan mempelajari simulasi pembiayaan, angsuran, serta analisis kelayakan usaha. Semua dilakukan dengan pendekatan sistematis dan logis.
3. Statistik Dasar
Statistik digunakan untuk menganalisis data nasabah, risiko pembiayaan, dan tren keuangan. Biasanya mencakup rata-rata, persentase, dan analisis sederhana.
4. Akuntansi Syariah
Meskipun bukan matematika murni, akuntansi membutuhkan ketelitian dalam pencatatan dan perhitungan laporan keuangan.
Jika dilihat dari jenisnya, matematika di perbankan Syariah masih dalam kategori wajar dan bisa dipelajari secara bertahap.
Apakah Harus Jago Matematika Sejak Awal
Tidak harus. Yang lebih penting adalah kemauan belajar dan ketelitian. Banyak mahasiswa yang awalnya merasa biasa saja dalam matematika, tetapi mampu beradaptasi karena materi diajarkan secara bertahap.
Kunci agar tidak kesulitan antara lain:
- Memahami konsep dasar sejak semester awal
- Rajin berlatih soal perhitungan sederhana
- Aktif bertanya jika belum paham
- Mengaitkan teori dengan praktik nyata
Dengan pendekatan yang tepat, matematika di jurusan ini justru terasa lebih mudah karena langsung diterapkan dalam konteks dunia kerja.
Kuliah Perbankan Syariah di Universitas Ma’soem
Bagi yang tertarik mengambil jurusan ini, penting memilih kampus dengan sistem pembelajaran yang mendukung. Salah satu pilihan yang bisa dipertimbangkan adalah Universitas Ma’soem.
Di Universitas Ma’soem, jurusan Perbankan Syariah dirancang agar mahasiswa memahami konsep secara bertahap, termasuk dalam hal perhitungan keuangan. Dosen tidak hanya memberikan teori, tetapi juga simulasi kasus nyata agar mahasiswa memahami fungsi matematika dalam operasional bank.
Mahasiswa belajar:
- Simulasi pembiayaan berbasis akad Syariah
- Analisis laporan keuangan bank
- Perhitungan bagi hasil secara praktis
- Manajemen risiko berbasis data
Dengan metode aplikatif ini, matematika tidak terasa menakutkan karena langsung dikaitkan dengan praktik.
Didukung Ekosistem BPRS Al Ma’soem
Keunggulan lain yang dimiliki adalah adanya ekosistem industri nyata melalui BPRS Al Ma’soem yang memiliki 15 cabang.
Mahasiswa memiliki kesempatan untuk magang langsung di BPRS tersebut. Di sinilah mereka melihat bagaimana perhitungan pembiayaan dan laporan keuangan diterapkan secara nyata.
Manfaat magang ini meliputi:
- Memahami simulasi angsuran dan margin secara langsung
- Melatih ketelitian dalam analisis pembiayaan
- Mengembangkan kemampuan problem solving
- Mendapatkan sertifikat resmi sebagai bukti pengalaman
Pengalaman praktik ini membuat mahasiswa semakin percaya diri dalam menggunakan matematika untuk kebutuhan profesional.
Jadi Takut Matematika Harus Mundur
Tidak perlu. Perbankan Syariah memang melibatkan matematika, tetapi dalam bentuk yang aplikatif dan relevan dengan dunia keuangan. Tidak ada rumus rumit yang tidak berguna dalam praktik.
Dengan sistem pembelajaran yang terstruktur di Universitas Ma’soem serta pengalaman langsung melalui jaringan 15 cabang BPRS Al Ma’soem, mahasiswa dapat memahami perhitungan secara bertahap dan kontekstual.
Pada akhirnya, yang dibutuhkan bukanlah menjadi ahli matematika, melainkan memiliki logika yang baik, ketelitian, dan kemauan belajar. Jika kamu tertarik pada dunia keuangan berbasis prinsip Islam, jangan biarkan kekhawatiran tentang matematika menghalangi langkahmu.





