Kuliah Perbankan Syariah Lebih Banyak Teori atau Praktik Langsung di Lapangan?

Perbankan Syariah apakah banyak praktik? Pertanyaan ini sering muncul dari calon mahasiswa yang ingin memastikan bahwa jurusan yang dipilih tidak hanya berisi teori, tetapi juga pengalaman nyata di dunia kerja. Dalam industri keuangan yang dinamis, praktik menjadi kunci utama agar lulusan siap bersaing.

Perbankan Syariah merupakan bidang yang memadukan prinsip ekonomi modern dengan nilai-nilai Islam seperti larangan riba, sistem bagi hasil, serta transparansi dalam transaksi. Karena sifatnya yang aplikatif dan berhubungan langsung dengan layanan keuangan masyarakat, program studi ini secara alami membutuhkan banyak praktik.

Perbankan Syariah Tidak Hanya Belajar Teori

Dalam perkuliahan Perbankan Syariah, mahasiswa memang mempelajari dasar-dasar seperti:

  • Fiqh muamalah
  • Akad dan kontrak dalam perbankan
  • Manajemen keuangan Syariah
  • Analisis pembiayaan
  • Manajemen risiko

Namun pembelajaran tidak berhenti pada teori. Mahasiswa juga dilatih untuk memahami simulasi transaksi, analisis kelayakan pembiayaan, hingga praktik pelayanan nasabah. Hal ini penting karena dunia perbankan menuntut ketelitian, kecepatan, dan ketepatan dalam pengambilan keputusan.

Pentingnya Praktik dalam Dunia Perbankan

Industri perbankan Syariah berkembang pesat dan membutuhkan sumber daya manusia yang siap pakai. Lulusan yang hanya memahami teori tanpa pengalaman praktik akan kesulitan beradaptasi dengan sistem kerja di bank.

Praktik dibutuhkan untuk:

  • Memahami sistem operasional bank
  • Menguasai prosedur pembiayaan dan penghimpunan dana
  • Melatih kemampuan komunikasi dengan nasabah
  • Mengasah ketelitian dalam pengelolaan data keuangan

Dengan banyaknya praktik, mahasiswa dapat membangun rasa percaya diri sebelum benar-benar terjun ke dunia kerja.

Peran Kampus dalam Menyediakan Pengalaman Praktik

Salah satu kampus yang serius mengembangkan pembelajaran aplikatif di bidang ini adalah Universitas Ma’soem. Program studi Perbankan Syariah di Universitas Ma’soem dirancang tidak hanya fokus pada teori, tetapi juga praktik langsung yang relevan dengan kebutuhan industri.

Mahasiswa mendapatkan pembelajaran berbasis studi kasus, simulasi perbankan, serta pelatihan analisis pembiayaan. Kurikulum disusun agar lulusan siap bekerja di bank Syariah, lembaga keuangan mikro Syariah, maupun institusi keuangan lainnya.

Keunggulan lainnya adalah adanya ekosistem BPRS Al Ma’soem yang memiliki 15 cabang. Ekosistem ini menjadi laboratorium nyata bagi mahasiswa untuk memahami dunia perbankan secara langsung.

Magang di BPRS Al Ma’soem Jadi Nilai Tambah

Mahasiswa jurusan Perbankan Syariah memiliki kesempatan magang di BPRS Al Ma’soem. Program magang ini memberikan pengalaman langsung di lingkungan kerja profesional dan mahasiswa juga mendapatkan sertifikat resmi.

Manfaat magang tersebut antara lain:

  • Terlibat dalam operasional bank secara langsung
  • Memahami proses pembiayaan dari awal hingga pencairan
  • Berinteraksi dengan nasabah dan tim internal
  • Mendapatkan sertifikat pengalaman kerja

Dengan 15 cabang BPRS yang tersedia, peluang praktik menjadi lebih luas dan beragam. Mahasiswa tidak hanya belajar dari satu sudut pandang, tetapi bisa memahami berbagai dinamika operasional di cabang berbeda.

Kombinasi Teori dan Praktik yang Seimbang

Pertanyaan perbankan Syariah apakah banyak praktik dapat dijawab dengan melihat kurikulum yang diterapkan. Di Universitas Ma’soem, keseimbangan antara teori dan praktik menjadi prioritas.

Mahasiswa tetap mendapatkan fondasi akademik yang kuat agar memahami prinsip Syariah secara mendalam. Namun di sisi lain, mereka juga dibekali keterampilan teknis seperti:

  • Penyusunan laporan keuangan Syariah
  • Analisis kelayakan usaha
  • Simulasi akad pembiayaan
  • Manajemen pelayanan nasabah

Pendekatan ini membuat mahasiswa tidak kaget ketika memasuki dunia kerja.

Prospek Kerja yang Membutuhkan Keterampilan Praktis

Lulusan Perbankan Syariah memiliki peluang bekerja sebagai:

  • Teller dan customer service
  • Account officer pembiayaan
  • Analis pembiayaan
  • Staf manajemen risiko
  • Auditor internal

Semua posisi tersebut membutuhkan kemampuan teknis dan pengalaman praktik. Oleh karena itu, semakin banyak pengalaman lapangan yang dimiliki selama kuliah, semakin besar peluang untuk diterima di industri.

Siap Kerja Sejak Lulus

Kuliah di jurusan Perbankan Syariah bukan hanya tentang memahami konsep akad atau teori ekonomi Islam. Lebih dari itu, mahasiswa dipersiapkan untuk menjadi profesional yang kompeten dan siap menghadapi tantangan industri.

Dengan dukungan fasilitas pembelajaran, kurikulum aplikatif, serta ekosistem BPRS Al Ma’soem yang memiliki 15 cabang sebagai tempat magang bersertifikat, mahasiswa mendapatkan pengalaman nyata sebelum wisuda.

Bagi calon mahasiswa yang masih ragu dan bertanya perbankan Syariah apakah banyak praktik, jawabannya sangat bergantung pada kampus yang dipilih. Jika memilih institusi yang memiliki koneksi industri kuat seperti Universitas Ma’soem, maka pengalaman praktik bukan hanya pelengkap, melainkan bagian inti dari proses pembelajaran.

Memilih jurusan Perbankan Syariah berarti memilih bidang yang aplikatif, dinamis, dan relevan dengan kebutuhan industri keuangan Syariah yang terus berkembang. Dengan kombinasi teori yang kuat dan praktik nyata di lapangan, mahasiswa memiliki bekal lengkap untuk membangun karier yang profesional dan berintegritas.