WhatsApp Image 2026 02 23 at 22.56.08 (3)

Kuliah Teknik Tanpa Organisasi? Kamu Rugi Banyak

Banyak mahasiswa Teknik berpikir bahwa kuliah cukup diisi dengan belajar, mengerjakan tugas, dan lulus tepat waktu. Tapi ada satu hal yang sering dilupakan yaitu pengalaman berorganisasi.

Di Fakultas Teknik Universitas Ma’soem, organisasi bukan sekadar tempat rapat dan bikin acara. Ini adalah ruang di mana mahasiswa belajar hal-hal yang tidak diajarkan di kelas.

HIMA Teknik: Rumah Kedua Mahasiswa Teknik Ma’soem

Organisasi utama di Fakultas Teknik Universitas Ma’soem adalah Himpunan Mahasiswa Teknik (HMT). Di sinilah mahasiswa Teknik Informatika dan Teknik Industri berkumpul, bergerak, dan bertumbuh bersama.

HIMA Teknik aktif menyelenggarakan berbagai kegiatan mulai dari seminar, workshop, kompetisi, hingga kegiatan sosial. Tidak sekadar event, tapi ruang nyata untuk membentuk karakter mahasiswa yang lebih dari sekadar pintar di kelas.

Di dalam HIMA Teknik, ada beberapa departemen yang masing-masing punya peran berbeda:

  • Departemen Kaderisasi: Membentuk mahasiswa baru agar cepat beradaptasi dan siap berkontribusi. Di sini ditanamkan nilai kepemimpinan, kerja sama, dan loyalitas sejak awal.
  • Departemen Humas dan Media: Membangun citra organisasi dan menjaga komunikasi, baik ke dalam maupun ke luar. Mereka yang memastikan setiap kegiatan HIMA Teknik dikenal dan dirasakan dampaknya.
  • Departemen Minat dan Bakat: Wadah bagi mahasiswa yang ingin berkembang di luar akademik, mulai dari seni, olahraga, hingga teknologi.
  • Departemen Pendidikan dan Intelektual: Mendorong mahasiswa untuk terus tajam secara akademik dan berpikir kritis. Program-programnya dirancang untuk meningkatkan daya saing di dunia profesional.
  • Departemen Keagamaan: Membangun lingkungan kampus yang religius dan berakhlak. Sejalan dengan identitas Ma’soem University sebagai kampus islami, departemen ini menjadi pengingat bahwa ilmu harus berjalan beriringan dengan nilai.

Apa yang Didapat?

Ikut HIMA Teknik itu beda rasanya. Tantangannya nyata: mengurus acara besar sambil deadline tugas menumpuk, koordinasi tim yang jadwal kuliahnya masing-masing berbeda, sampai belajar membuat keputusan cepat di situasi yang tidak ideal.

Di situlah banyak softskill terbentuk kepemimpinan, komunikasi, manajemen waktu, dan kemampuan bekerja dalam tim. Hal-hal yang justru sering menjadi penentu karier seseorang setelah lulus.

Tidak Harus Jadi Ketua

Salah satu kesalahpahaman umum adalah bahwa berorganisasi berarti harus memegang jabatan tinggi. Padahal tidak. Bahkan anggota biasa pun bisa mendapat pengalaman berharga asal aktif terlibat, bukan sekadar tercatat sebagai anggota.

Yang penting bukan posisinya, tapi seberapa besar kontribusi dan pelajaran yang diambil.

Tentang Keseimbangan

Jujur saja, menyeimbangkan organisasi dan kuliah Teknik memang tidak mudah. Tapi mahasiswa yang berhasil menemukan ritmenya sering kali justru menjadi yang paling produktif karena mereka sudah terbiasa bekerja di bawah tekanan dan mengelola prioritas.

Organisasi bukan penghalang untuk lulus tepat waktu. Justru sebaliknya, ia bisa jadi penyemangat untuk tetap waras di tengah padatnya jadwal perkuliahan.