
Dalam penulisan skripsi di Fakultas Komputer (FKOM) Universitas Ma’soem, sering kali mahasiswa terjebak dalam “dosa administratif” saat mengutip teori dari buku atau jurnal. Banyak yang asal tempel (copy-paste) lalu memberinya tanda petik, padahal kutipan tersebut panjangnya lebih dari tiga atau empat baris.
Memahami aturan Kutipan Blok (Block Quote) bukan sekadar soal estetika dokumen, melainkan perwujudan karakter Disiplin dalam mengikuti pedoman akademik dan Amanah dalam menghargai karya ilmiah orang lain secara proporsional.
1. Aturan Main: Kapan Tanda Petik Harus Dibuang?
Dalam standar penulisan karya ilmiah di FKOM MU, kutipan dibagi menjadi dua jenis berdasarkan panjangnya:
- Kutipan Pendek: Jika kurang dari 4 baris, kutipan dimasukkan langsung ke dalam paragraf, ditulis dengan spasi yang sama (spasi 2), dan wajib diapit tanda petik (“…”).
- Kutipan Panjang (Blok): Jika kutipan terdiri dari 4 baris atau lebih (beberapa referensi menyebut 3 baris lebih), maka tanda petik harus dibuang. Kutipan ini harus dibuatkan “rumah” sendiri berupa alinea baru yang terpisah dari teks utama.
Mengapa tanda petik dibuang? Karena secara visual, format blok sudah memberikan sinyal yang kuat kepada pembaca bahwa teks tersebut adalah milik orang lain. Menambahkan tanda petik lagi justru dianggap redundan dan tidak disiplin secara format.
2. Rahasia Format ‘Kutipan Gacor’ di Microsoft Word
Bagi mahasiswa FKOM yang ingin laporan skripsinya lulus Sat-Set tanpa banyak revisi dari dosen pembimbing, perhatikan detail teknis berikut:
- Spasi Tunggal (1.0): Berbeda dengan naskah utama skripsi yang biasanya menggunakan spasi 2.0 atau 1.5, kutipan panjang wajib menggunakan spasi 1. Ini untuk memberikan kontras visual bahwa teks tersebut adalah kutipan data/teori.
- Indentasi (Menjorok): Seluruh badan kutipan harus menjorok masuk ke kanan (biasanya sekitar 1 cm atau 1 tab dari margin kiri). Ini menciptakan batas yang jelas antara pemikiran asli Anda dengan kutipan referensi.
- Alinea Baru: Kutipan panjang harus dimulai pada baris baru setelah kalimat pengantar, dan teks Anda selanjutnya juga harus dimulai pada baris baru setelah kutipan berakhir.
3. Perbandingan Visual: Salah vs Benar
| Komponen | Cara Salah (Amatir) | Cara Benar (Standar FKOM MU) |
| Tanda Petik | Masih pakai tanda petik (“…”) | Dihapus/Tanpa tanda petik |
| Jarak Antar Baris | Spasi 2 (Sama dengan naskah) | Spasi Tunggal (1.0) |
| Posisi Teks | Sejajar dengan margin kiri | Menjorok ke kanan (Indentasi) |
| Ukuran Font | Sama dengan naskah (12pt) | Kadang diperkecil (misal 11pt) tergantung kebijakan pembimbing |
4. Teknik ‘Soft Return’ untuk Pengantar Kutipan
Masih ingat teknik Shift + Enter yang kita bahas sebelumnya? Teknik ini juga sangat berguna di sini. Saat Anda menulis kalimat pengantar seperti: “Menurut James Gosling dalam bukunya yang berjudul Java Programming, definisi dari enkapsulasi adalah sebagai berikut:”, gunakanlah titik dua (:) lalu buatlah blok kutipan di bawahnya.
Karakter Amanah diuji di sini: Jangan lupa mencantumkan sumber (Nama Belakang, Tahun: Halaman) tepat sebelum atau sesudah kutipan tersebut. Jangan sampai kutipan panjang Anda dianggap sebagai plagiarisme hanya karena Anda lupa menuliskan kredit bagi penulis aslinya.
5. Kesantunan Akademik: Jangan ‘Nyampah’ Kutipan
Meskipun Anda sudah tahu cara memformat kutipan panjang yang benar, bukan berarti Anda boleh memenuhi bab 2 (Tinjauan Pustaka) hanya dengan kutipan blok. Mahasiswa FKOM yang cerdas akan menyeimbangkan antara kutipan dengan analisis pribadi.
Kutipan panjang digunakan jika teks tersebut sangat krusial dan tidak bisa diparaphrase (diubah kalimatnya) tanpa menghilangkan maknanya, seperti definisi hukum, ayat suci, atau standarisasi teknis ISO. Terlalu banyak kutipan blok menunjukkan bahwa Anda kurang produktif dalam mengolah pemikiran sendiri.
Kesimpulan: Detail Kecil, Dampak Besar
Merapikan kutipan 3+ baris dengan spasi 1 dan tanpa tanda petik adalah tanda bahwa Anda adalah mahasiswa yang teliti dan menghargai aturan main di Universitas Ma’soem. Dokumen yang rapi mencerminkan pikiran yang terstruktur.
Jangan biarkan skripsi Anda yang isinya sudah “Gacor” secara teknologi harus dicoret-coret dosen hanya karena format kutipan yang berantakan. Terapkan kedisiplinan ini sekarang, jaga amanah referensi Anda, dan jadilah lulusan FKOM yang profesional sejak dari format dokumen!
Sudahkah Anda mengecek panjang kutipan di Bab 2 skripsi Anda hari ini? Yuk, rapiin sekarang biar bimbingan besok langsung di-approve!





