
Dalam dunia penulisan skripsi di Universitas Ma’soem (MU), ketelitian adalah cerminan dari sikap Amanah. Salah satu hal teknis yang sering bikin mahasiswa semester akhir kena coret dosen pembimbing adalah urusan kutipan. Lu mungkin terbiasa pakai tanda petik untuk semua kutipan, tapi di standar ilmiah formal tahun 2026, kutipan panjang punya aturan mainnya sendiri.
Paham aturan ini bukan cuma biar skripsi lu kelihatan rapi, tapi juga biar lu lolos verifikasi format tanpa revisi berulang kali. Di kampus Cipacing, Jatinangor, kita dididik untuk “sat-set” tapi tetap patuh pada kaidah akademik yang berlaku secara nasional maupun internasional.
Aturan Main: Kutipan Langsung Panjang
Kalau lu nemu teori atau definisi yang penting banget dan panjangnya lebih dari 4 baris (atau lebih dari 40 kata), lu wajib menggunakan format Kutipan Langsung Panjang (Kutipan Blok). Berikut adalah ciri khasnya yang wajib lu terapkan di MS Word:
- Tanpa Tanda Petik: Berbeda dengan kutipan pendek, kutipan panjang justru tidak boleh pakai tanda petik di awal dan akhir kalimat.
- Paragraf Tersendiri: Kutipan ini harus dipisahkan dari teks utama lu. Bikin satu blok paragraf baru.
- Menjorok ke Dalam: Seluruh blok kutipan harus masuk ke dalam (indent) sekitar 1,27 cm atau 1 tab dari margin kiri.
- Spasi Tunggal: Jika teks skripsi lu pakai spasi 1.5 atau 2.0, maka khusus untuk blok kutipan ini, lu harus ganti jadi spasi tunggal (1.0).
- Ukuran Font: Beberapa dosen di MU menyarankan ukuran font diturunkan satu poin (misal dari 12 ke 11) agar terlihat jelas bedanya dengan narasi lu sendiri.
Kenapa Harus Dibedakan?
Secara logika, pemisahan ini bertujuan untuk estetika dan kejelasan. Dengan memisahkan kutipan panjang ke dalam blok tersendiri, pembaca (dan dosen penguji) bisa langsung tahu mana yang merupakan pendapat ahli dan mana yang merupakan hasil analisis lu sendiri. Ini menunjukkan kalau lu punya kemampuan organisasi data yang baik.
Berikut adalah tabel perbandingan biar lu nggak ketukar pas lagi ngerjain di Lab Komputer Spek Gaming MU:
| Fitur | Kutipan Pendek (< 4 Baris) | Kutipan Panjang (> 4 Baris) |
| Tanda Petik | Wajib Ada (“…”) | Diharamkan / Tanpa Petik |
| Posisi | Menyatu dalam paragraf | Blok Paragraf Terpisah |
| Spasi Baris | Sama dengan teks utama | Spasi Tunggal (1.0) |
| Indentasi | Margin standar | Menjorok ke Dalam (Indent) |
| Sumber Referensi | Wajib (Nama, Tahun, Hal) | Wajib (Nama, Tahun, Hal) |
Tips Sat-Set di Microsoft Word
Daripada lu ngatur manual tiap ada kutipan, mending lu pakai fitur Styles di Word standar 2026. Bikin satu style baru namanya “Kutipan Blok”, set spasi tunggal dan indentasinya. Jadi, tiap ada kutipan panjang, lu tinggal blok teksnya dan klik style tersebut. Praktis, konsisten, dan bikin lu kelihatan pro di depan dosen.
Jangan lupa, meskipun lu sudah pakai format blok, lu tetap harus mencantumkan sumber referensi secara lengkap. Penggunaan Mendeley atau Zotero di lab MU bakal sangat membantu memastikan sitasi lu sinkron antara teks dan daftar pustaka.
Penerapan aturan teknis seperti ini adalah bagian dari disiplin mahasiswa Universitas Ma’soem. Dengan biaya hidup irit di asrama dan fasilitas WiFi 24 jam, lu punya waktu lebih buat mastiin tiap titik dan koma di skripsi lu sudah sesuai standar. Ingat, 90% lulusan MU langsung dapet kerja karena mereka terbiasa kerja teliti, rapi, dan paham aturan sejak dari bangku kuliah.
Sudah siap merapikan bab tinjauan pustaka lu hari ini tanpa kena revisi lagi?





