Banyak calon mahasiswa tertarik memilih Jurusan Agribisnis karena bidang ini menggabungkan pengetahuan tentang pertanian dengan ekonomi, bisnis, manajemen, pemasaran, dan kewirausahaan. Namun, pertanyaan yang sering muncul sebelum menentukan jurusan adalah, setelah lulus Agribisnis bisa menjadi apa?
Sebagian orang masih menganggap lulusan Agribisnis hanya dapat bekerja sebagai petani atau mengelola lahan pertanian. Padahal, ruang lingkup Agribisnis jauh lebih luas. Mahasiswa mempelajari bagaimana kegiatan pertanian direncanakan, dikelola, dibiayai, dikembangkan, hingga hasilnya dipasarkan kepada konsumen.
Bagi calon mahasiswa yang ingin mengetahui lulusan Agribisnis kerja jadi apa, pilihan kariernya dapat mencakup bidang manajemen, pemasaran, keuangan, pengolahan hasil pertanian, distribusi, penelitian, pemberdayaan masyarakat, hingga pengembangan usaha sendiri.
Melalui berbagai materi kuliah, mahasiswa juga dapat memahami bahwa Jurusan Agribisnis memiliki peluang kerja yang luas. Peluang tersebut tidak hanya berada pada kegiatan produksi pertanian, tetapi juga berkembang pada berbagai sektor yang membutuhkan kemampuan bisnis dan pemahaman mengenai produk pertanian.
Lalu, lulus Agribisnis bisa jadi apa? Berikut beberapa pilihan pekerjaan dan bidang karier yang dapat dipertimbangkan.
Menjadi Pengusaha Agribisnis
Menjadi pengusaha merupakan salah satu pilihan yang dapat dikembangkan oleh lulusan Agribisnis. Selama kuliah, mahasiswa mempelajari dasar-dasar kewirausahaan, perencanaan bisnis, manajemen usaha, pemasaran, pengelolaan keuangan, serta studi kelayakan.
Pengetahuan tersebut dapat digunakan untuk mengembangkan usaha sesuai minat dan potensi yang tersedia. Usaha yang dibangun tidak harus selalu berupa kegiatan budidaya tanaman. Lulusan juga dapat mengembangkan bisnis penyediaan sarana pertanian, pengolahan hasil, pengemasan produk, distribusi, pemasaran, maupun layanan yang mendukung sektor pertanian.
Contohnya, lulusan dapat membangun usaha produk makanan berbahan baku hasil pertanian, membuka bisnis penjualan sayuran dan buah, menyediakan kebutuhan pertanian, atau mengembangkan produk lokal dengan nilai tambah yang lebih tinggi.
Kemampuan melihat peluang menjadi salah satu hal penting karena sektor pertanian memiliki banyak potensi yang dapat dikembangkan menjadi kegiatan usaha.
Bekerja sebagai Staf atau Manajer Agribisnis
Lulusan Agribisnis dapat bekerja sebagai staf pada perusahaan yang bergerak di bidang pertanian, pengolahan hasil, distribusi, maupun perdagangan produk pertanian.
Tugas yang dilakukan dapat berkaitan dengan perencanaan kegiatan, pengelolaan data, pengawasan operasional, penyusunan laporan, pengembangan usaha, serta koordinasi dengan berbagai pihak.
Seiring bertambahnya pengalaman dan kemampuan, lulusan dapat berkembang ke posisi manajerial. Seorang manajer memiliki tanggung jawab yang lebih besar dalam mengatur sumber daya, menyusun rencana kerja, mengawasi pelaksanaan kegiatan, serta melakukan evaluasi.
Pengetahuan mengenai Dasar-Dasar Manajemen dan Manajemen Produksi Agribisnis dapat menjadi bekal untuk memahami proses pengelolaan kegiatan usaha.
Menjadi Staf Pemasaran
Bidang pemasaran menjadi salah satu pilihan karier yang dapat dipertimbangkan oleh lulusan Agribisnis. Perusahaan membutuhkan tenaga kerja yang mampu memahami produk, kebutuhan konsumen, serta kondisi pasar.
Seorang staf pemasaran dapat terlibat dalam kegiatan promosi, pengembangan pasar, komunikasi dengan pelanggan, penyusunan strategi pemasaran, serta evaluasi hasil penjualan.
Mahasiswa Agribisnis mempelajari Pemasaran Agribisnis dan Psikologi Konsumen. Materi tersebut membantu mahasiswa memahami faktor yang dapat memengaruhi keputusan pembelian serta cara menyesuaikan strategi dengan kebutuhan pasar.
Lulusan dapat bekerja pada perusahaan penyedia sarana pertanian, perusahaan pengolahan hasil, industri makanan dan minuman, distributor, maupun perusahaan yang memasarkan produk berbasis pertanian.
Menjadi Sales Produk Pertanian
Lulusan Agribisnis juga dapat bekerja sebagai tenaga penjualan atau sales produk pertanian. Pekerjaan ini berkaitan dengan memperkenalkan produk, membangun hubungan dengan pelanggan, serta membantu meningkatkan penjualan.
Produk yang dipasarkan dapat berupa benih, pupuk, alat pertanian, hasil panen, produk olahan, maupun layanan yang mendukung kegiatan pertanian.
Kemampuan komunikasi menjadi salah satu hal yang penting dalam pekerjaan ini. Seorang tenaga penjualan perlu memahami manfaat, karakteristik, serta penggunaan produk agar dapat memberikan informasi yang sesuai kepada calon pelanggan.
Pemahaman mengenai sektor pertanian dapat menjadi nilai tambahan karena lulusan mengetahui kebutuhan serta kondisi yang dihadapi oleh pelaku usaha di bidang tersebut.
Bekerja pada Bidang Keuangan Agribisnis
Kegiatan usaha membutuhkan pengelolaan keuangan yang baik. Lulusan Agribisnis dapat bekerja pada bidang keuangan yang berkaitan dengan perusahaan maupun kegiatan usaha pertanian.
Pekerjaan dapat mencakup pencatatan transaksi, pengelolaan informasi keuangan, penyusunan laporan, perencanaan anggaran, serta evaluasi penggunaan dana.
Mahasiswa mempelajari Akuntansi Agribisnis dan Pembiayaan Agribisnis sebagai dasar untuk memahami hubungan antara modal, biaya, pendapatan, serta kondisi keuangan suatu usaha.
Pengetahuan tersebut dapat digunakan dalam perusahaan agribisnis, koperasi, lembaga keuangan, maupun organisasi yang memiliki kegiatan pembiayaan dan pengembangan usaha.
Menjadi Analis Pembiayaan Pertanian
Sektor pertanian membutuhkan dukungan modal untuk menjalankan serta mengembangkan kegiatan usaha. Lulusan Agribisnis dapat bekerja pada bidang analisis pembiayaan atau kredit yang berkaitan dengan usaha pertanian.
Pekerjaan ini dapat melibatkan penilaian terhadap kondisi usaha, kebutuhan modal, kemampuan pengelolaan, serta berbagai faktor yang berkaitan dengan pembiayaan.
Seorang analis perlu memahami karakteristik usaha yang sedang dinilai. Pengetahuan mengenai ekonomi, pembiayaan, serta manajemen usaha dapat membantu lulusan melakukan analisis secara lebih terarah.
Bidang ini dapat ditemukan pada lembaga keuangan, koperasi, maupun organisasi yang menyediakan layanan pembiayaan bagi pelaku usaha.
Menjadi Analis Bisnis
Lulusan Agribisnis dapat bekerja pada bidang analisis bisnis. Pekerjaan ini berkaitan dengan pengumpulan, pengolahan, serta analisis informasi untuk mendukung pengambilan keputusan.
Seorang analis dapat mempelajari kondisi pasar, perubahan harga, kebutuhan konsumen, biaya produksi, peluang pengembangan produk, maupun potensi suatu kegiatan usaha.
Mahasiswa mempelajari Statistika, Statistika Nonparametrik, Ekonometrika, serta Riset Operasional dan Aplikasi Program. Materi tersebut membantu mahasiswa memahami penggunaan data sebagai dasar dalam melakukan analisis.
Kemampuan tersebut dapat dibutuhkan oleh perusahaan agribisnis, industri pengolahan, lembaga penelitian, organisasi pengembangan, maupun lembaga yang berkaitan dengan sektor pertanian.
Bekerja pada Bidang Produksi
Lulusan Agribisnis dapat bekerja dalam pengelolaan kegiatan produksi. Pekerjaan ini berkaitan dengan perencanaan kegiatan, pengaturan penggunaan sumber daya, pengawasan proses, serta evaluasi hasil.
Seorang staf produksi dapat membantu memastikan kebutuhan bahan, tenaga kerja, peralatan, serta waktu tersedia sesuai dengan rencana.
Kemampuan manajemen dibutuhkan agar kegiatan dapat berjalan secara terarah. Pengelolaan produksi juga perlu mempertimbangkan biaya, target, kualitas, serta efisiensi penggunaan sumber daya.
Pengetahuan mengenai Manajemen Produksi Agribisnis membantu lulusan memahami hubungan antara proses produksi dengan pengelolaan usaha.
Menjadi Staf Rantai Pasok
Produk pertanian perlu melalui berbagai proses sebelum sampai kepada konsumen. Karena itu, perusahaan membutuhkan tenaga kerja yang memahami pengadaan, penyimpanan, pengangkutan, distribusi, serta pengelolaan persediaan.
Lulusan Agribisnis dapat bekerja sebagai staf rantai pasok atau supply chain. Pekerjaan dapat melibatkan koordinasi dengan pemasok, pengelolaan kebutuhan bahan, pengaturan distribusi, serta pemantauan aliran produk.
Mahasiswa mempelajari Manajemen Rantai Pasok untuk memahami hubungan antara berbagai kegiatan tersebut.
Bidang ini dapat ditemukan pada perusahaan agribisnis, industri pangan, perusahaan distribusi, perusahaan logistik, maupun bisnis ritel.
Bekerja sebagai Staf Pengadaan
Pengadaan atau procurement menjadi bagian penting dalam kegiatan perusahaan. Lulusan Agribisnis dapat bekerja pada bidang ini untuk membantu memenuhi kebutuhan bahan, produk, maupun layanan yang diperlukan.
Pekerjaan dapat mencakup pencarian pemasok, komunikasi dengan mitra, perencanaan kebutuhan, pemantauan ketersediaan bahan, serta pengelolaan proses pengadaan.
Pemahaman mengenai produk pertanian dan pengelolaan rantai pasok dapat menjadi kemampuan yang mendukung pekerjaan tersebut.
Bidang pengadaan dapat ditemukan pada perusahaan pertanian, industri pengolahan, perusahaan distribusi, maupun organisasi yang membutuhkan pengelolaan sumber daya.
Menjadi Pengelola Agroindustri
Agroindustri berkaitan dengan kegiatan pengolahan hasil pertanian menjadi produk yang memiliki nilai tambah.
Lulusan Agribisnis dapat terlibat dalam pengelolaan produksi, pengembangan produk, perencanaan usaha, pemasaran, maupun kegiatan operasional pada perusahaan pengolahan.
Mahasiswa mempelajari Manajemen Agroindustri dan Pengantar Teknologi Hasil Pertanian. Materi tersebut membantu mahasiswa memahami hubungan antara bahan baku, proses pengolahan, pengelolaan usaha, serta kebutuhan pasar.
Bidang agroindustri dapat mencakup industri makanan dan minuman, produk olahan pertanian, pengemasan, serta berbagai usaha yang memanfaatkan bahan dari sektor pertanian.
Menjadi Pengembang Produk
Lulusan Agribisnis dapat bekerja pada bidang pengembangan produk. Pekerjaan ini berkaitan dengan mencari peluang serta mengembangkan produk sesuai kebutuhan pasar.
Pengembangan dapat dilakukan dengan meningkatkan nilai tambah bahan pertanian, memperbaiki kemasan, menyesuaikan produk dengan kebutuhan konsumen, atau menciptakan konsep bisnis baru.
Pengetahuan mengenai teknologi hasil pertanian, perilaku konsumen, pemasaran, serta manajemen dapat menjadi bekal untuk memahami proses pengembangan produk.
Bidang ini dapat ditemukan pada perusahaan pengolahan hasil pertanian, industri pangan, perusahaan produk konsumen, maupun usaha yang mengembangkan produk berbasis sumber daya lokal.
Menjadi Penyuluh Pertanian
Lulusan Agribisnis dapat bekerja dalam bidang penyuluhan pertanian. Pekerjaan ini berkaitan dengan penyampaian informasi, pendampingan, serta pengembangan kemampuan masyarakat maupun pelaku usaha.
Seorang penyuluh perlu memiliki kemampuan komunikasi serta memahami kondisi masyarakat. Informasi perlu disampaikan dengan cara yang mudah dipahami dan sesuai dengan kebutuhan.
Mahasiswa mempelajari Komunikasi Pertanian, Penyuluhan Pertanian, serta Metode Pemberdayaan Masyarakat. Pembelajaran tersebut membantu mahasiswa memahami proses pendampingan serta pengembangan potensi masyarakat.
Bidang penyuluhan dapat berkaitan dengan instansi pemerintah, lembaga masyarakat, organisasi pengembangan, maupun program pemberdayaan.
Menjadi Pendamping Masyarakat
Pilihan karier lain yang dapat dipertimbangkan adalah bekerja sebagai pendamping atau pemberdaya masyarakat.
Pekerjaan ini dapat berkaitan dengan pengembangan potensi ekonomi, pendampingan usaha, pengelolaan kelompok, serta pelaksanaan kegiatan yang mendukung masyarakat.
Lulusan dapat membantu masyarakat mengenali potensi yang tersedia serta mengembangkan kegiatan ekonomi sesuai dengan kebutuhan dan kondisi wilayah.
Pengetahuan mengenai sosiologi, komunikasi, pembangunan desa, serta metode pemberdayaan dapat mendukung pekerjaan tersebut.
Bidang ini dapat ditemukan pada lembaga sosial, organisasi masyarakat, program pembangunan, maupun lembaga yang menjalankan kegiatan pengembangan ekonomi lokal.
Menjadi Peneliti Agribisnis
Lulusan Agribisnis dapat mengembangkan karier pada bidang penelitian yang berkaitan dengan pertanian, ekonomi, pasar, maupun pengembangan usaha.
Seorang peneliti dapat melakukan pengumpulan data, analisis informasi, penyusunan laporan, serta penyampaian hasil penelitian.
Mahasiswa mempelajari Metode Ilmiah, Metode Penelitian Agribisnis, Statistika, serta Ekonometrika. Materi tersebut menjadi dasar untuk melakukan penelitian secara terarah.
Bidang penelitian dapat ditemukan pada lembaga penelitian, perguruan tinggi, perusahaan, organisasi pengembangan, maupun lembaga pemerintah.
Menjadi Perencana Pembangunan Pertanian
Sektor pertanian memiliki hubungan dengan pembangunan wilayah serta pengembangan ekonomi masyarakat. Lulusan Agribisnis dapat terlibat dalam kegiatan perencanaan yang berkaitan dengan potensi pertanian dan pembangunan daerah.
Pekerjaan dapat melibatkan pengumpulan informasi, analisis potensi wilayah, penyusunan rencana pengembangan, serta evaluasi program.
Mahasiswa mempelajari Perencanaan Kawasan Agribisnis, Pembangunan Pertanian, Dinamika Pembangunan Desa, serta Demografi Terapan.
Pengetahuan tersebut membantu lulusan memahami hubungan antara sumber daya, masyarakat, kegiatan ekonomi, serta pembangunan wilayah.
Menjadi Pengelola Koperasi
Koperasi dapat menjadi salah satu lembaga yang mendukung kegiatan ekonomi masyarakat serta pelaku usaha. Lulusan Agribisnis dapat bekerja dalam pengelolaan koperasi yang berkaitan dengan sektor pertanian.
Pekerjaan dapat mencakup pengelolaan kegiatan usaha, pelayanan anggota, pembiayaan, pengadaan kebutuhan, pemasaran produk, serta pengembangan organisasi.
Mahasiswa mempelajari Koperasi dan Kelembagaan Agribisnis untuk memahami peran lembaga dalam mendukung kegiatan ekonomi.
Kemampuan manajemen, keuangan, komunikasi, serta pengembangan usaha dapat menjadi bekal untuk menjalankan berbagai kegiatan dalam organisasi koperasi.
Pilihan Karier Lulusan Agribisnis di Ma’soem University
Program Studi S1 Agribisnis di Ma’soem University memadukan pembelajaran mengenai pertanian dengan ekonomi, bisnis, manajemen, keuangan, pemasaran, kewirausahaan, teknologi hasil pertanian, serta pengembangan masyarakat.
Mahasiswa mempelajari berbagai mata kuliah yang dapat mendukung pengembangan kemampuan untuk bekerja pada bidang agribisnis. Materi tersebut mencakup Sistem Agribisnis, Ilmu Usahatani, Ekonomi Mikro, Ekonomi Makro, Akuntansi Agribisnis, Pembiayaan Agribisnis, serta Manajemen Produksi Agribisnis.
Pembelajaran juga mencakup Psikologi Konsumen, Kewirausahaan dan Etika Bisnis, Manajemen Agroindustri, Bisnis Start Up, Manajemen Rantai Pasok, Pemasaran Agribisnis, serta Studi Kelayakan Agribisnis.
Mahasiswa juga mempelajari Komunikasi Pertanian, Penyuluhan Pertanian, Metode Pemberdayaan Masyarakat, Pembangunan Pertanian, serta Perencanaan Kawasan Agribisnis.
Berbagai materi tersebut menunjukkan bahwa lulusan Agribisnis memiliki pilihan pekerjaan yang beragam. Karier tidak hanya berkaitan dengan kegiatan produksi pertanian, tetapi juga dapat berkembang pada bidang manajemen, pemasaran, keuangan, pengolahan hasil, distribusi, penelitian, pemberdayaan masyarakat, serta pengembangan usaha.
Pilihan pekerjaan dapat disesuaikan dengan minat dan kemampuan yang dikembangkan selama kuliah. Mahasiswa yang tertarik pada dunia bisnis dapat memperkuat kemampuan manajemen dan kewirausahaan. Mahasiswa yang menyukai komunikasi dapat mengembangkan kemampuan pemasaran, penjualan, maupun penyuluhan.
Sementara itu, mahasiswa yang tertarik pada pengolahan hasil dapat mengembangkan kemampuan dalam bidang agroindustri dan pengembangan produk. Mahasiswa yang tertarik pada analisis dapat memperdalam kemampuan statistika, penelitian, serta pengolahan data.
Dengan pembelajaran yang menghubungkan pertanian dan bisnis, lulusan Agribisnis memiliki kesempatan untuk membangun karier pada berbagai bidang maupun mengembangkan usaha sesuai dengan potensi dan minat yang dimiliki.




