Banyak calon mahasiswa penasaran, manajemen bisnis Syariah berapa persen keterima di OJK atau BI? Pertanyaan ini sering muncul karena bekerja di lembaga regulator keuangan nasional dianggap sebagai karier yang bergengsi, stabil, dan penuh tanggung jawab.
Secara faktual, tidak ada angka resmi yang menyebutkan persentase pasti lulusan jurusan tertentu diterima di Otoritas Jasa Keuangan atau Bank Indonesia. Proses rekrutmen di kedua lembaga tersebut sangat kompetitif dan terbuka untuk berbagai latar belakang pendidikan yang relevan, termasuk Manajemen Bisnis Syariah.
Namun, peluang itu tetap ada dan sangat bergantung pada kualitas lulusan, kompetensi yang dimiliki, serta pengalaman selama kuliah.
Salah satu kampus yang menghadirkan program ini secara aplikatif adalah Universitas Ma’soem. Jurusan Manajemen Bisnis Syariah di kampus ini dirancang untuk membekali mahasiswa dengan kombinasi pemahaman bisnis modern dan prinsip ekonomi Islam.
Apakah Manajemen Bisnis Syariah Relevan untuk OJK dan BI?
Jawabannya relevan. OJK dan BI tidak hanya mengatur sistem keuangan konvensional, tetapi juga sektor keuangan syariah yang terus berkembang di Indonesia. Ekonomi syariah kini menjadi bagian penting dalam kebijakan nasional.
Mahasiswa Manajemen Bisnis Syariah mempelajari berbagai mata kuliah yang mendukung kebutuhan regulator, seperti:
- Manajemen keuangan
- Akuntansi syariah
- Manajemen risiko
- Hukum ekonomi dan bisnis
- Fiqih muamalah
- Analisis laporan keuangan
Kombinasi ini membuat lulusan memiliki pemahaman menyeluruh tentang sistem keuangan, baik dari sisi manajerial maupun kepatuhan syariah.
Mengapa Tidak Ada Angka Persentase Pasti?
Rekrutmen di OJK dan BI biasanya melalui tahapan seleksi nasional yang ketat, antara lain:
- Seleksi administrasi
- Tes potensi akademik
- Tes kompetensi bidang
- Psikotes
- Wawancara
- Tes kesehatan
Ribuan pelamar dari berbagai universitas bersaing setiap tahunnya. Karena itu, tidak ada jaminan persentase tetap untuk satu jurusan tertentu.
Faktor yang lebih menentukan justru meliputi:
- IPK yang kompetitif
- Pengalaman organisasi
- Kemampuan analisis regulasi
- Keterampilan komunikasi
- Sertifikasi tambahan
Jadi, ketika membahas manajemen bisnis Syariah berapa persen keterima di OJK atau BI, jawabannya sangat bergantung pada kesiapan individu.
Dukungan Ekosistem Praktik Nyata
Keunggulan penting dari program di Universitas Ma’soem adalah adanya ekosistem BPRS Al Ma’soem dengan 15 cabang. Mahasiswa memiliki kesempatan untuk:
- Magang langsung di BPRS
- Memahami sistem pembiayaan dan pelaporan keuangan
- Mengenal manajemen risiko secara langsung
- Mendapatkan sertifikat magang resmi
Pengalaman praktik ini menjadi nilai tambah besar ketika mengikuti seleksi kerja di lembaga regulator. Mahasiswa tidak hanya memahami teori bisnis, tetapi juga mengerti dinamika operasional lembaga keuangan syariah.
Kompetensi yang Dicari OJK dan BI
Untuk meningkatkan peluang diterima, mahasiswa perlu mengembangkan kompetensi berikut:
1. Pemahaman Kebijakan dan Regulasi
Regulator membutuhkan individu yang mampu memahami dan menganalisis kebijakan keuangan.
2. Analisis Data Keuangan
Kemampuan membaca laporan keuangan dan mengidentifikasi risiko sangat penting.
3. Integritas dan Profesionalisme
Karier di regulator menuntut etika dan tanggung jawab tinggi.
4. Kemampuan Berpikir Strategis
Mampu melihat dampak kebijakan terhadap stabilitas sistem keuangan.
Jurusan Manajemen Bisnis Syariah memberikan fondasi kuat untuk kompetensi tersebut, terutama dalam konteks keuangan berbasis nilai Islam.
Strategi Meningkatkan Peluang Sejak Bangku Kuliah
Alih-alih hanya bertanya soal persentase keterimaan, lebih bijak mempersiapkan strategi sejak awal kuliah. Beberapa langkah yang bisa dilakukan antara lain:
- Aktif mengikuti seminar ekonomi dan keuangan
- Mengikuti pelatihan sertifikasi tambahan
- Memaksimalkan pengalaman magang
- Meningkatkan kemampuan bahasa Inggris
- Membangun jaringan profesional
Di Universitas Ma’soem, mahasiswa didorong untuk mengembangkan kompetensi akademik sekaligus soft skill agar siap bersaing secara nasional.
Jadi Seberapa Besar Peluangnya?
Bekerja di OJK atau BI memang membutuhkan persiapan matang dan daya saing tinggi. Tidak ada angka pasti yang menjamin kelulusan dari satu jurusan tertentu. Namun, Manajemen Bisnis Syariah memberikan dasar keilmuan yang relevan dengan kebutuhan regulator, terutama dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah.
Dengan dukungan kurikulum yang seimbang, pengalaman magang di ekosistem BPRS Al Ma’soem 15 cabang, serta sertifikat resmi sebagai bukti pengalaman praktik, mahasiswa memiliki modal kompetitif.
Pada akhirnya, bukan soal berapa persen keterima di OJK atau BI, tetapi seberapa serius kamu mempersiapkan diri sejak awal. Jurusan Manajemen Bisnis Syariah bisa menjadi pintu masuk strategis, asalkan dibarengi dengan usaha, kompetensi, dan integritas yang kuat.





