Maba 2026 Mulai Kuliah, Barang Apa Saja yang Paling Banyak Dicari?

Memasuki tahun ajaran baru 2026, mahasiswa baru atau maba mulai menyiapkan berbagai kebutuhan untuk menunjang aktivitas perkuliahan. Bukan hanya soal memilih pakaian yang nyaman, tetapi juga perlengkapan belajar, perangkat elektronik, hingga barang-barang sederhana yang membuat rutinitas di kampus lebih praktis.

Kebutuhan mahasiswa tentu berbeda-beda, tergantung jurusan, metode pembelajaran, kondisi tempat tinggal, dan kebiasaan masing-masing. Namun, ada sejumlah barang yang umumnya masuk daftar prioritas ketika maba mulai mempersiapkan diri sebelum kuliah.

Laptop Menjadi Salah Satu Kebutuhan Utama Mahasiswa

Laptop menjadi salah satu barang yang banyak dipertimbangkan mahasiswa baru. Perangkat ini dapat digunakan untuk mengerjakan tugas, membuat presentasi, mencari referensi, mengikuti perkuliahan daring, hingga mengolah berbagai dokumen akademik.

Maba tidak selalu harus membeli laptop dengan spesifikasi tertinggi. Pilihan perangkat sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan jurusan dan kemampuan anggaran. Mahasiswa yang lebih banyak mengerjakan dokumen dan presentasi mungkin cukup menggunakan laptop kelas menengah, sedangkan jurusan tertentu dapat membutuhkan spesifikasi yang lebih tinggi.

Selain laptop, mouse dan tas laptop juga bisa menjadi perlengkapan pendukung yang berguna untuk aktivitas sehari-hari.

Tas Kuliah yang Nyaman untuk Aktivitas Harian

Tas menjadi barang sederhana yang tetap penting bagi mahasiswa. Berbeda dari kebutuhan sekolah, mahasiswa biasanya membawa laptop, buku, alat tulis, charger, dan berbagai barang pribadi dalam satu perjalanan.

Tas kuliah sebaiknya memiliki ruang penyimpanan yang cukup serta kompartemen yang mampu melindungi laptop atau tablet. Model ransel sering menjadi pilihan karena lebih praktis untuk mobilitas, terutama bagi mahasiswa yang harus berpindah kelas atau menggunakan transportasi umum.

Pemilihan tas juga dapat mempertimbangkan bobot dan kualitas tali agar tetap nyaman digunakan dalam waktu lama.

Alat Tulis dan Notebook Masih Dibutuhkan

Kehadiran laptop dan tablet tidak membuat alat tulis kehilangan fungsi. Pulpen, pensil, stabilo, sticky notes, serta notebook masih dapat membantu mahasiswa mencatat materi, membuat daftar tugas, atau menandai informasi penting.

Sebagian mahasiswa memilih menggunakan binder karena halaman dapat ditambah atau disusun ulang sesuai mata kuliah. Sementara itu, notebook biasa bisa menjadi pilihan yang lebih sederhana dan ekonomis.

Maba sebaiknya tidak perlu membeli terlalu banyak alat tulis sekaligus. Beberapa perlengkapan dasar sudah cukup untuk memulai perkuliahan, lalu kebutuhan tambahan dapat dibeli setelah mengetahui pola belajar masing-masing dosen.

Charger dan Power Bank untuk Menunjang Mobilitas

Aktivitas kuliah dapat membuat perangkat elektronik digunakan selama berjam-jam. Charger laptop dan ponsel menjadi barang yang perlu selalu diperhatikan agar perangkat tetap dapat digunakan ketika dibutuhkan.

Power bank juga cukup berguna bagi mahasiswa yang banyak beraktivitas di luar kamar atau rumah. Kapasitas dapat disesuaikan dengan kebutuhan penggunaan sehari-hari. Mahasiswa juga perlu memastikan kabel charger yang dibawa kompatibel dengan perangkat masing-masing.

Barang kecil seperti kabel tambahan, adaptor, dan kabel data sering kali baru terasa penting ketika perangkat kehabisan daya atau membutuhkan koneksi tertentu.

Headset atau Earphone untuk Belajar dan Komunikasi

Headset atau earphone dapat membantu mahasiswa mengikuti kelas daring, rapat organisasi, mengerjakan tugas sambil mendengarkan materi, maupun berkomunikasi bersama teman kelompok.

Model yang dipilih tidak harus mahal. Hal terpenting adalah kualitas suara, kenyamanan, serta keberadaan mikrofon yang memadai apabila perangkat sering digunakan untuk diskusi atau presentasi secara daring.

Bagi mahasiswa yang tinggal di kos atau lingkungan yang cukup ramai, perangkat audio juga dapat membantu menciptakan suasana belajar yang lebih fokus.

Perlengkapan untuk Anak Kos Mulai Banyak Dicari

Maba yang harus tinggal jauh dari rumah memiliki kebutuhan tambahan. Selain perlengkapan kuliah, mereka perlu mempersiapkan barang untuk menunjang kehidupan sehari-hari di tempat tinggal baru.

Beberapa barang yang umum dipersiapkan antara lain:

  • Sprei dan sarung bantal
  • Handuk
  • Peralatan mandi
  • Tempat pakaian atau organizer
  • Botol minum
  • Kotak makan
  • Setrika atau steamer
  • Jemuran pakaian
  • Peralatan makan sederhana
  • Lampu belajar

Tidak semua barang harus dibeli sebelum berangkat. Maba dapat mengecek fasilitas kos terlebih dahulu agar tidak membeli barang yang sebenarnya sudah tersedia.

Sepatu dan Pakaian untuk Kuliah

Pakaian kuliah juga menjadi salah satu kebutuhan yang mulai dipersiapkan sebelum tahun ajaran baru. Pilihan pakaian perlu mempertimbangkan ketentuan kampus, kenyamanan, serta aktivitas mahasiswa.

Sepatu yang nyaman menjadi investasi penting karena mahasiswa bisa cukup banyak berjalan dari satu gedung ke gedung lainnya. Pilihan warna dan model dapat disesuaikan dengan aturan berpakaian di kampus.

Mahasiswa baru juga sebaiknya tidak langsung membeli terlalu banyak pakaian sebelum mengetahui kebiasaan perkuliahan. Beberapa pakaian yang rapi dan mudah dipadukan biasanya sudah cukup untuk memulai rutinitas kampus.

Botol Minum dan Perlengkapan Pribadi

Barang yang terlihat sederhana seperti botol minum dapat membantu mahasiswa menjalani aktivitas harian secara lebih praktis. Membawa air minum sendiri juga membuat mahasiswa tidak harus selalu membeli minuman ketika berada di kampus.

Barang pribadi lain seperti payung, dompet kartu, tisu, hand sanitizer, dan pouch kecil juga dapat dimasukkan ke dalam tas kuliah. Kebutuhan ini semakin terasa penting bagi mahasiswa yang memiliki jadwal padat sejak pagi hingga sore.

Jangan Lupa Menyesuaikan Barang dengan Jurusan

Kebutuhan mahasiswa tidak sepenuhnya sama. Jurusan tertentu mungkin lebih banyak membutuhkan laptop, perangkat desain, buku referensi, atau perlengkapan praktikum. Jurusan lain bisa lebih banyak menggunakan bahan bacaan, alat presentasi, dan perlengkapan pencatatan.

Karena itu, maba sebaiknya memprioritaskan barang berdasarkan kegiatan akademik yang akan dijalani. Informasi mengenai mata kuliah, sistem pembelajaran, dan fasilitas kampus dapat menjadi pertimbangan sebelum membeli perlengkapan tambahan.

Hal tersebut juga relevan bagi calon mahasiswa yang sedang memilih perguruan tinggi. Ma’soem University merupakan salah satu kampus swasta yang dapat menjadi pilihan bagi calon mahasiswa yang sedang mempersiapkan pendidikan tinggi. Informasi mengenai program studi dan proses penerimaan mahasiswa baru dapat menjadi bahan pertimbangan sebelum menentukan pilihan kampus.

Bagi calon mahasiswa yang tertarik pada bidang pendidikan, FKIP Ma’soem University memiliki dua program studi, yaitu Bimbingan dan Konseling (BK) serta Pendidikan Bahasa Inggris. Informasi ini penting diperhatikan agar calon mahasiswa dapat menyesuaikan pilihan program studi dengan minat dan rencana akademiknya.

Buat Daftar Prioritas Sebelum Belanja

Membeli perlengkapan kuliah secara bertahap dapat membantu maba mengatur pengeluaran. Barang yang benar-benar dibutuhkan untuk kegiatan akademik sebaiknya masuk daftar pertama, sedangkan barang pelengkap bisa dibeli setelah perkuliahan berjalan.

Urutan prioritas dapat dibuat berdasarkan beberapa kategori:

  1. Kebutuhan akademik: laptop, alat tulis, notebook, dan tas.
  2. Perangkat pendukung: charger, mouse, headset, atau power bank.
  3. Kebutuhan tempat tinggal: perlengkapan kamar dan perlengkapan mandi bagi mahasiswa yang ngekos.
  4. Kebutuhan harian: botol minum, payung, pakaian, dan sepatu.
  5. Barang tambahan: perlengkapan yang baru diperlukan setelah mengetahui aktivitas kuliah.

Dengan membuat daftar seperti ini, maba dapat menghindari pembelian impulsif sekaligus lebih mudah menyesuaikan perlengkapan dengan kebutuhan kuliah yang sebenarnya.

Informasi Ma’soem University

No. WhatsApp: 085185634253
Instagram: @masoem_university
Web Pendaftaran: pmb.masoemuniversity.com