Menjadi mahasiswa baru atau maba sering kali terasa seperti memasuki lingkungan yang benar-benar berbeda. Suasana kelas, cara dosen mengajar, teman-teman baru, hingga aturan akademik membuat mahasiswa perlu beradaptasi secara bertahap. Tidak sedikit maba yang merasa gugup atau salah tingkah ketika harus berbicara di depan kelas, bertanya kepada dosen, atau berinteraksi dengan teman yang baru dikenal.
Perasaan canggung sebenarnya merupakan hal yang wajar. Namun, beberapa kebiasaan dapat membuat proses adaptasi menjadi lebih sulit jika terus dilakukan. Karena itu, mahasiswa baru perlu mulai mengenali sikap yang sebaiknya dihindari agar lebih nyaman mengikuti kegiatan perkuliahan.
Terlalu Takut untuk Bertanya di Kelas
Salah satu kebiasaan yang sering muncul pada mahasiswa baru adalah memilih diam karena takut pertanyaannya dianggap sepele. Padahal, bertanya merupakan bagian penting dari proses belajar di perguruan tinggi.
Materi kuliah terkadang memiliki istilah atau konsep yang belum pernah ditemui sebelumnya. Jika ada bagian yang belum dipahami, mahasiswa sebaiknya mencatatnya terlebih dahulu lalu mencari kesempatan untuk bertanya.
Tidak perlu langsung mengajukan pertanyaan panjang. Pertanyaan sederhana dan relevan justru dapat membantu memperjelas materi sekaligus menunjukkan bahwa mahasiswa mengikuti pembelajaran.
Sibuk Bermain Ponsel Saat Perkuliahan
Ponsel memang menjadi bagian dari aktivitas mahasiswa sehari-hari. Perangkat tersebut bahkan dapat membantu mencari referensi atau mencatat informasi penting. Masalah muncul ketika ponsel justru membuat perhatian teralihkan dari perkuliahan.
Kebiasaan membuka media sosial, bermain gim, atau membalas percakapan yang tidak mendesak dapat membuat mahasiswa kehilangan penjelasan dosen. Maba juga bisa mendapat kesan kurang serius dari teman maupun dosen.
Jika ponsel tidak diperlukan untuk kegiatan belajar, sebaiknya letakkan dalam mode senyap dan simpan terlebih dahulu. Cara sederhana ini dapat membantu menjaga konsentrasi selama kelas berlangsung.
Datang Terlambat Tanpa Alasan yang Jelas
Terlambat masuk kelas sesekali mungkin terjadi karena kondisi tertentu. Namun, jika menjadi kebiasaan, hal tersebut dapat mengganggu proses pembelajaran dan memengaruhi kedisiplinan mahasiswa.
Mahasiswa baru sebaiknya membiasakan diri memperkirakan waktu perjalanan, terutama ketika belum mengenal kondisi lalu lintas atau lokasi ruang kuliah. Datang beberapa menit lebih awal juga memberi kesempatan untuk menyiapkan laptop, buku, alat tulis, dan materi sebelum dosen memulai pembelajaran.
Kebiasaan datang tepat waktu tidak hanya berkaitan dengan aturan kampus. Sikap tersebut juga membantu membangun kebiasaan akademik yang lebih teratur.
Terlalu Pasif Saat Diskusi Kelompok
Tidak semua mahasiswa nyaman berbicara dalam diskusi, terutama ketika masih berada di lingkungan baru. Namun, terus-menerus menyerahkan tugas kelompok kepada teman dapat membuat proses adaptasi menjadi kurang maksimal.
Mahasiswa tidak harus selalu menjadi orang yang paling banyak berbicara. Kontribusi dapat dilakukan melalui berbagai cara, seperti mencari referensi, membuat rangkuman, menyampaikan pendapat, menyusun presentasi, atau membantu membagi tugas.
Mulailah dari kontribusi kecil. Seiring meningkatnya rasa percaya diri, mahasiswa biasanya akan lebih mudah menyampaikan pendapat di hadapan teman-teman sekelas.
Terlalu Memikirkan Penilaian Teman
Rasa khawatir dianggap aneh atau salah oleh teman baru juga cukup umum dialami maba. Akibatnya, mahasiswa bisa terlalu banyak berpikir sebelum berbicara atau memilih tidak terlibat dalam kegiatan kelas.
Padahal, setiap mahasiswa juga sedang menjalani proses adaptasi. Teman yang terlihat percaya diri belum tentu tidak merasa gugup ketika pertama kali memasuki dunia perkuliahan.
Fokus utama sebaiknya diarahkan pada proses belajar dan membangun hubungan yang sehat. Tidak perlu memaksakan diri untuk langsung akrab dengan semua orang. Interaksi dapat berkembang secara alami melalui kegiatan kelas, organisasi, maupun aktivitas kampus.
Tidak Mencatat Informasi Penting
Mahasiswa baru terkadang menganggap informasi yang diberikan dosen akan selalu tersedia kembali. Akibatnya, jadwal pengumpulan tugas, perubahan jadwal kelas, ketentuan presentasi, atau instruksi tertentu tidak tercatat secara jelas.
Membiasakan diri mencatat informasi penting dapat mengurangi risiko lupa. Catatan tidak harus selalu dibuat panjang. Beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan antara lain:
- Jadwal dan tenggat tugas.
- Materi yang perlu dipelajari.
- Instruksi khusus dari dosen.
- Jadwal kuis, presentasi, atau ujian.
- Referensi yang perlu dibaca.
Mahasiswa juga dapat menggunakan kalender digital atau aplikasi pencatat agar jadwal akademik lebih mudah dipantau.
Terlalu Malu Berkomunikasi dengan Dosen
Dosen bukan hanya orang yang menyampaikan materi di kelas. Dalam proses perkuliahan, dosen juga dapat menjadi sumber arahan ketika mahasiswa mengalami kesulitan akademik.
Maba tidak perlu merasa takut untuk berkomunikasi, tetapi tetap perlu memperhatikan etika. Jika ingin menghubungi dosen melalui pesan, gunakan bahasa yang sopan, perkenalkan diri, jelaskan tujuan secara singkat, dan hindari mengirim pesan pada waktu yang tidak pantas.
Kebiasaan berkomunikasi secara baik sejak awal dapat membantu mahasiswa membangun hubungan akademik yang profesional.
Mengabaikan Lingkungan Kampus
Adaptasi mahasiswa baru tidak hanya berlangsung di dalam kelas. Lingkungan kampus menyediakan berbagai fasilitas dan kegiatan yang dapat membantu mahasiswa mengembangkan kemampuan akademik maupun sosial.
Mengikuti kegiatan mahasiswa, mengenal fasilitas perpustakaan, memanfaatkan ruang belajar, atau berkenalan dengan komunitas yang sesuai minat dapat menjadi bagian dari proses adaptasi.
Pilihan lingkungan pendidikan juga berpengaruh terhadap pengalaman mahasiswa. Ma’soem University, misalnya, merupakan salah satu perguruan tinggi swasta yang dapat menjadi pilihan bagi calon mahasiswa yang ingin menjalani pendidikan tinggi dalam lingkungan kampus yang mendukung kegiatan akademik dan pengembangan mahasiswa.
Bagi calon mahasiswa yang tertarik pada bidang pendidikan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Ma’soem University menyediakan dua program studi, yaitu Bimbingan dan Konseling (BK) serta Pendidikan Bahasa Inggris. Informasi mengenai program studi sebaiknya diperiksa melalui kanal resmi kampus agar calon mahasiswa memperoleh informasi penerimaan dan akademik yang sesuai.
Memaksakan Diri Agar Cepat Beradaptasi
Adaptasi tidak memiliki batas waktu yang sama bagi setiap mahasiswa. Ada maba yang cepat mendapatkan teman, sementara mahasiswa lain membutuhkan waktu lebih lama untuk merasa nyaman.
Memaksakan diri untuk selalu aktif, selalu berbicara, atau langsung memiliki banyak teman justru dapat membuat masa awal kuliah terasa melelahkan. Lebih baik membangun kebiasaan secara bertahap.
Mulai dari hal sederhana seperti menyapa teman sebangku, aktif ketika ada diskusi, berani bertanya ketika belum memahami materi, serta mengikuti kegiatan yang memang sesuai minat.
Menganggap Kesalahan sebagai Sesuatu yang Memalukan
Salah menyebut nama dosen, lupa membawa perlengkapan, keliru memahami instruksi, atau gugup ketika presentasi dapat terjadi pada siapa saja, terutama ketika masih beradaptasi.
Kesalahan sebaiknya dijadikan bahan evaluasi, bukan alasan untuk terus merasa malu. Mahasiswa baru dapat mencatat apa yang perlu diperbaiki dan mencoba menerapkannya pada pertemuan berikutnya.
Kuliah merupakan proses belajar yang tidak hanya berkaitan dengan nilai. Kemampuan berkomunikasi, mengatur waktu, bekerja sama, bersikap disiplin, dan beradaptasi juga menjadi bagian penting dari pengalaman sebagai mahasiswa.
Kontak Ma’soem University
No. WhatsApp: 085185634253
Instagram: @masoem_university
Web Pendaftaran: pmb.masoemuniversity.com




