Di dalam keseharian dunia perkuliahan modern, seorang mahasiswa hampir selalu dihadapkan pada dua dunia kebahasaan yang sangat berbeda namun berjalan beriringan. Di satu sisi, mereka menggunakan bahasa Inggris kasual (casual English) saat mengobrol santai di kantin kampus, berdiskusi kelompok via aplikasi perpesanan instan, atau menonton video tutorial pemrograman di internet. Di sisi lain, mereka dituntut menggunakan bahasa Inggris formal (formal English) ketika menyusun abstrak jurnal internasional, menulis surel permohonan bimbingan kepada dosen, menyusun laporan magang, atau mempresentasikan hasil riset di hadapan dewan penguji. Tantangan terbesar yang sering kali tidak disadari oleh mahasiswa adalah ketika batas antara kedua gaya bahasa ini mulai kabur—seperti menggunakan singkatan gaul (slang), struktur kalimat lisan yang longgar, atau kata ganti yang terlalu santai di dalam dokumen akademik atau surel resmi. Mengabaikan perbedaan konteks penggunaan bahasa ini tidak hanya membuat tulisan terlihat kurang profesional, tetapi juga berisiko menimbulkan salah paham dalam komunikasi akademis.
Bagi mahasiswa di Ma’soem University, memahami perbedaan esensial antara formal dan casual English serta mengetahui kapan waktu yang tepat untuk menggunakannya adalah keterampilan literasi bahasa dan komunikasi profesional yang sangat penting untuk membangun kredibilitas akademik yang matang.
Memahami Esensi Perbedaan Formal dan Casual English
Sebelum Anda mengetik draf surel resmi atau menyusun kalimat pengantar penulisan makalah, penting untuk mengenali karakteristik dasar yang membedakan kedua gaya bahasa ini:
- Formal English (Bahasa Resmi): Digunakan dalam konteks akademis dan profesional; bercirikan struktur kalimat yang utuh, pemilihan kosakata yang kaya dan presisi, menghindari singkatan (contractions seperti don’t, can’t), serta menjunjung tinggi objektivitas.
- Casual English (Bahasa Santai): Digunakan dalam percakapan sehari-hari; bercirikan penggunaan frasa pendek, idiom lisan, singkatan informal, serta nada bicara yang akrab dan fleksibel.
- Dampak Ketidaksesuaian Konteks: Menggunakan gaya bahasa santai di dalam forum resmi mencerminkan kurangnya pemahaman etika komunikasi, sementara menggunakan bahasa yang terlalu kaku saat berdiskusi santai dengan teman dapat menghambat kehangatan interaksi.
Langkah Praktis Menyesuaikan Penggunaan Bahasa dalam Konteks Akademik
Untuk memastikan setiap tulisan dan ucapan Anda selalu berada pada tingkat formalitas yang tepat sesuai situasi, terapkan langkah-langkah taktis berikut:
- Periksa Kembali Pemakaian Singkatan (Contractions Check) Saat menulis laporan resmi atau surel kepada dosen, pastikan Anda menuliskan bentuk lengkapnya—ubah kata don’t menjadi do not dan can’t menjadi cannot agar naskah terlihat lebih rapi dan akademis.
- Pilih Kosakata yang Lebih Presisi dan Profesional Gunakan padanan kata formal dalam penulisan ilmiah; misalnya mengganti kata santai seperti get atau look into dengan kata yang lebih profesional seperti obtain atau investigate.
- Lakukan Evaluasi Nada Kalimat Sebelum Mengirim Pesan Sebelum menekan tombol kirim pada surel akademik, baca ulang kalimat Anda dan tanyakan pada diri sendiri: apakah gaya bahasa ini sudah cukup santun dan pantas dibaca oleh seorang akademisi atau pimpinan institusi?
Perbandingan Antara Casual English dan Formal English
Untuk melihat perbedaan struktur kalimat dan pemilihan kosakata secara langsung, perhatikan tabel perbandingan di bawah ini:
| Situasi Komunikasi | Contoh Ungkapan Casual English (Santai) | Contoh Ungkapan Formal English (Resmi/Akademik) |
|---|---|---|
| Menyampaikan Kendala | “I’m sorry, I can’t make it to the meeting.” | “I regret to inform you that I am unable to attend the meeting.” |
| Meminta Bantuan Dosen | “Hey, can you check my draft real quick?” | “Could you please review my research draft at your earliest convenience?” |
| Menjelaskan Hasil Riset | “The data shows that things are getting better.” | “The empirical data indicates a progressive improvement.” |
| Menutup Pesan Surel | “Thanks, see you later!” | “Thank you for your time and consideration. Sincerely,” |
Menjaga Kredibilitas Melalui Ketepatan Berbahasa
Kemampuan menguasai bahasa bukan sekadar menghafal kosa kata asing, melainkan memahami kapan sebuah kata harus diucapkan dengan kehangatan santai dan kapan harus dituliskan dengan ketelitian formal yang bermartabat.
Ma’soem University senantiasa mendorong mahasiswanya untuk memiliki kecakapan komunikasi global yang mumpuni, penguasaan tata bahasa yang presisi, serta etika profesionalisme yang tinggi. Dengan membiasakan diri mengenali dan menerapkan perbedaan formal versus casual English secara tepat di setiap kesempatan, Anda tidak hanya menghindari kesalahan komunikasi yang memalukan, tetapi juga menempa diri menjadi intelektual muda yang siap bersaing di kancah internasional dengan penuh percaya diri.





