Masih Bingung Pilih Bank Syariah atau Konvensional Ini Perbedaannya yang Wajib Kamu Tahu!

Perbankan Syariah dan Konvensional apa bedanya? Pertanyaan ini sering muncul di tengah masyarakat yang ingin memahami sistem keuangan secara lebih mendalam. Banyak orang menggunakan layanan bank setiap hari, tetapi belum tentu memahami perbedaan mendasar antara kedua sistem tersebut. Padahal, memahami perbedaan ini penting, terutama bagi calon mahasiswa yang ingin berkarier di bidang perbankan.

Secara umum, bank syariah dan bank konvensional sama-sama berfungsi sebagai lembaga intermediasi, yaitu menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkannya kembali dalam bentuk pembiayaan atau kredit. Namun, sistem, prinsip, dan mekanisme operasional keduanya memiliki perbedaan yang cukup signifikan.

Perbankan Syariah dan Konvensional Apa Bedanya dari Sistem Dasar?

Perbedaan paling mendasar terletak pada sistem yang digunakan. Bank konvensional menggunakan sistem bunga dalam produk simpanan maupun kredit. Nasabah yang menyimpan uang akan mendapatkan bunga, sementara nasabah yang meminjam dana akan dikenakan bunga sebagai biaya pinjaman.

Sebaliknya, bank syariah tidak menggunakan sistem bunga. Perbankan syariah menerapkan prinsip bagi hasil, jual beli, atau sewa sesuai akad yang disepakati. Dalam sistem ini, keuntungan dan risiko dibagi secara adil antara bank dan nasabah.

Karena tidak mengenal bunga, bank syariah juga menghindari praktik riba, gharar, dan maisir. Setiap transaksi harus jelas akadnya serta memiliki dasar yang transparan dan adil.

Perbedaan dari Segi Produk dan Akad

Perbankan Syariah dan Konvensional apa bedanya jika dilihat dari produk? Pada bank konvensional, produk kredit umumnya menggunakan sistem bunga tetap atau mengambang. Sementara di bank syariah, pembiayaan menggunakan akad seperti mudharabah, musyarakah, murabahah, atau ijarah.

Sebagai contoh, dalam pembiayaan usaha di bank syariah, keuntungan dibagi berdasarkan kesepakatan awal. Jika usaha untung, kedua belah pihak mendapatkan bagi hasil. Jika rugi, risiko ditanggung bersama sesuai porsi modal.

Sementara pada bank konvensional, kewajiban membayar bunga tetap berjalan meskipun usaha mengalami kerugian.

Perbedaan dari Sisi Pengawasan dan Prinsip

Bank syariah memiliki Dewan Pengawas Syariah yang memastikan seluruh kegiatan operasional sesuai dengan prinsip Islam. Pengawasan ini menjadi pembeda penting karena setiap produk harus melalui proses kajian syariah sebelum ditawarkan ke masyarakat.

Bank konvensional tidak memiliki struktur pengawasan berbasis syariah seperti ini, karena operasionalnya tidak didasarkan pada prinsip agama tertentu.

Mengapa Penting Memahami Perbedaan Ini?

Memahami Perbankan Syariah dan Konvensional apa bedanya bukan hanya penting bagi nasabah, tetapi juga bagi calon profesional di bidang keuangan. Industri perbankan syariah di Indonesia terus berkembang, sehingga kebutuhan tenaga ahli semakin meningkat.

Salah satu perguruan tinggi yang fokus mencetak lulusan di bidang ini adalah Universitas Ma’soem. Kampus ini memiliki jurusan Perbankan Syariah yang dirancang untuk membekali mahasiswa dengan pemahaman komprehensif mengenai sistem perbankan syariah dan konvensional.

Di Universitas Ma’soem, mahasiswa mempelajari prinsip-prinsip keuangan syariah, manajemen perbankan, analisis pembiayaan, hingga regulasi industri keuangan. Dengan memahami kedua sistem, lulusan mampu menjelaskan dan mengimplementasikan perbedaan tersebut secara profesional.

Didukung Ekosistem Nyata BPRS Al Ma’soem

Keunggulan lain dari jurusan Perbankan Syariah di Universitas Ma’soem adalah adanya ekosistem BPRS Al Ma’soem yang memiliki 15 cabang. Kehadiran BPRS ini memberikan pengalaman nyata bagi mahasiswa untuk melihat langsung praktik perbankan syariah di lapangan.

Mahasiswa berkesempatan mengikuti program magang di BPRS Al Ma’soem. Dalam program ini, mereka terlibat dalam operasional bank, pelayanan nasabah, analisis pembiayaan, hingga administrasi keuangan. Setelah menyelesaikan program magang, mahasiswa mendapatkan sertifikat resmi yang menjadi nilai tambah saat memasuki dunia kerja.

Pengalaman ini membantu mahasiswa memahami secara praktis Perbankan Syariah dan Konvensional apa bedanya, tidak hanya dari teori di kelas, tetapi juga dari pengalaman langsung di industri.

Peluang Karier di Bidang Perbankan

Lulusan jurusan Perbankan Syariah memiliki peluang kerja yang luas. Mereka dapat bekerja di bank umum syariah, BPRS, lembaga keuangan mikro syariah, hingga sektor keuangan lainnya. Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap ekonomi berbasis syariah, prospek karier di bidang ini semakin terbuka.

Selain itu, pemahaman tentang sistem konvensional juga menjadi nilai tambah karena lulusan mampu beradaptasi dengan berbagai model industri keuangan.

Sudah Tahu Perbankan Syariah dan Konvensional Apa Bedanya?

Perbankan syariah dan konvensional memiliki perbedaan mendasar dari sisi sistem, prinsip, hingga mekanisme operasional. Bank konvensional menggunakan bunga sebagai instrumen utama, sedangkan bank syariah menerapkan prinsip bagi hasil dan akad sesuai syariah.

Bagi Anda yang ingin memahami lebih dalam dan bahkan berkarier di bidang ini, memilih jurusan yang tepat menjadi langkah awal yang penting. Dengan dukungan kurikulum yang relevan serta ekosistem nyata seperti BPRS Al Ma’soem 15 cabang, Universitas Ma’soem menghadirkan pengalaman belajar yang aplikatif dan siap kerja.

Sekarang, apakah Anda sudah benar-benar memahami Perbankan Syariah dan Konvensional apa bedanya, atau justru semakin tertarik mendalami dunia perbankan secara profesional?