SNY0107

Mata Kuliah Praktikum di Jurusan Agribisnis, Banyak Turun Lapangan Nggak?

Banyak calon mahasiswa yang tertarik masuk jurusan agribisnis, tapi masih penasaran: apakah kuliahnya lebih banyak teori atau praktik? Apakah mahasiswa sering turun lapangan? Atau hanya belajar bisnis di dalam kelas?

Pertanyaan ini wajar banget muncul, apalagi kalau kamu tipe orang yang lebih suka belajar langsung di lapangan dibanding hanya mendengarkan penjelasan teori. Nah, di artikel ini kita akan membahas secara lengkap tentang mata kuliah praktikum di jurusan agribisnis, termasuk bagaimana sistem pembelajarannya di Universitas Ma’soem.


Jurusan Agribisnis Itu Teori atau Praktik?

Sebelum membahas lebih jauh, penting untuk memahami bahwa jurusan agribisnis adalah kombinasi antara ilmu pertanian dan ilmu bisnis. Artinya, mahasiswa tidak hanya belajar tentang budidaya atau produksi, tetapi juga manajemen usaha, pemasaran, analisis pasar, hingga kewirausahaan.

Karena sifatnya yang aplikatif, jurusan agribisnis tidak bisa hanya mengandalkan teori. Praktikum dan kegiatan lapangan menjadi bagian penting agar mahasiswa benar-benar memahami kondisi nyata di dunia agribisnis.

Jadi jawabannya: ya, ada banyak kegiatan praktik dan turun lapangan.


Mata Kuliah Praktikum di Jurusan Agribisnis

Di jurusan agribisnis, mata kuliah praktikum biasanya tersebar dari semester awal hingga akhir. Beberapa bentuk praktik yang umum dilakukan antara lain:

1. Praktikum Dasar Pertanian

Mahasiswa dikenalkan dengan proses produksi pertanian secara langsung. Mereka bisa belajar mengenai sistem budidaya, pengelolaan lahan, hingga pengamatan hasil panen.

2. Praktikum Analisis Usaha Tani

Di sini mahasiswa belajar menghitung biaya produksi, keuntungan, serta efisiensi usaha pertanian berdasarkan data nyata di lapangan.

3. Praktikum Riset Pasar

Mahasiswa melakukan survei langsung ke konsumen atau pelaku usaha untuk mengumpulkan data. Hasilnya kemudian dianalisis untuk menentukan strategi pemasaran.

4. Kunjungan Industri

Dalam jurusan agribisnis, mahasiswa sering melakukan kunjungan ke perusahaan pertanian, UMKM pangan, atau distributor komoditas untuk memahami alur bisnis secara langsung.

5. Praktik Kewirausahaan

Beberapa program bahkan mendorong mahasiswa untuk membuat simulasi usaha atau proyek bisnis berbasis pertanian.

Semua kegiatan ini membuat pembelajaran terasa lebih nyata dan tidak membosankan.


Apakah Banyak Turun Lapangan?

Kalau kamu membayangkan setiap minggu harus ke sawah, jawabannya tidak selalu seperti itu. Intensitas turun lapangan tergantung mata kuliah dan semester.

Namun secara umum, jurusan agribisnis memang memberikan pengalaman lapangan yang cukup signifikan, terutama pada mata kuliah berbasis praktik dan saat program magang atau kerja praktik.

Mahasiswa biasanya akan:

  • Melakukan observasi usaha tani
  • Wawancara petani atau pelaku usaha
  • Mengumpulkan data harga dan distribusi
  • Mengamati proses produksi dan pemasaran

Kegiatan ini penting agar mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga realitas di lapangan.


Pembelajaran Praktikum di Universitas Ma’soem

Di Universitas Ma’soem, jurusan agribisnis dirancang dengan pendekatan yang seimbang antara teori dan praktik.

Mahasiswa tidak hanya belajar konsep di kelas, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung melalui:

  • Studi kasus nyata
  • Praktikum berbasis proyek
  • Diskusi kelompok analisis lapangan
  • Magang di perusahaan atau UMKM agribisnis

Pendekatan ini membantu mahasiswa mengasah kemampuan analisis, komunikasi, dan problem solving. Jadi, ketika lulus nanti, mereka sudah terbiasa menghadapi kondisi nyata dunia usaha.

Lingkungan belajar yang suportif dan dosen berpengalaman juga membuat proses praktikum lebih terarah dan terstruktur.


Kenapa Praktikum Itu Penting di Jurusan Agribisnis?

Dalam dunia agribisnis, kondisi pasar dan produksi sering berubah. Harga komoditas bisa naik turun, permintaan konsumen bisa berubah, dan tantangan distribusi bisa muncul kapan saja.

Karena itu, mahasiswa jurusan agribisnis perlu terbiasa menghadapi situasi nyata. Praktikum membantu mereka:

  • Menghubungkan teori dengan praktik
  • Meningkatkan kepercayaan diri
  • Mengembangkan kemampuan analisis lapangan
  • Melatih kerja tim dan komunikasi

Tanpa praktik, lulusan mungkin akan kesulitan beradaptasi dengan dunia kerja.


Cocok untuk Kamu yang Aktif dan Suka Tantangan

Kalau kamu tipe mahasiswa yang suka aktivitas luar ruangan, senang bertemu orang baru, dan tertarik memahami proses bisnis secara langsung, maka jurusan agribisnis sangat cocok untukmu.

Praktikum dan kegiatan lapangan membuat perkuliahan tidak monoton. Kamu bisa belajar langsung dari pelaku usaha, melihat proses distribusi, hingga memahami bagaimana strategi pemasaran diterapkan di dunia nyata.


Prospek Setelah Lulus

Dengan pengalaman praktik yang cukup, lulusan jurusan agribisnis memiliki peluang karier yang luas, seperti:

  • Manajer usaha pertanian
  • Analis bisnis agribisnis
  • Konsultan pertanian
  • Wirausahawan di bidang pangan
  • Staf pemasaran perusahaan agrikultur

Pengalaman turun lapangan selama kuliah menjadi nilai tambah saat melamar pekerjaan.


Jadi, apakah mata kuliah praktikum di jurusan agribisnis banyak turun lapangan? Jawabannya: ya, cukup banyak dan sangat bermanfaat.

Praktikum menjadi bagian penting agar mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga siap menghadapi dunia usaha yang dinamis. Di Universitas Ma’soem, pembelajaran dirancang seimbang antara teori dan praktik, sehingga mahasiswa mendapatkan pengalaman belajar yang lengkap.

Kalau kamu ingin kuliah yang tidak hanya duduk di kelas, tetapi juga aktif dan aplikatif, jurusan agribisnis bisa menjadi pilihan terbaik untuk masa depanmu.