Dalam beberapa tahun terakhir, jurusan Bisnis Digital menjadi salah satu pilihan yang cukup populer di kalangan calon mahasiswa. Banyak yang tertarik karena bidang ini dianggap dekat dengan perkembangan teknologi, startup, media sosial, dan dunia bisnis modern.
Namun di balik ketertarikan tersebut, masih banyak calon mahasiswa yang ragu. Salah satu pertanyaan yang paling sering muncul adalah: apakah masuk jurusan Bisnis Digital harus jago IT? Sebagian orang menganggap bahwa semua jurusan yang berhubungan dengan teknologi pasti membutuhkan kemampuan coding yang tinggi. Padahal, kenyataannya tidak selalu seperti itu.
Mengapa Banyak Orang Mengira Harus Jago IT?
Anggapan bahwa mahasiswa bisnis digital harus mahir IT biasanya muncul karena kata “digital” sering dikaitkan dengan dunia pemrograman atau teknologi komputer. Padahal dalam praktiknya, bisnis digital lebih menekankan pada bagaimana teknologi digunakan untuk mengembangkan dan menjalankan bisnis. Teknologi memang menjadi bagian penting, tetapi fokus utamanya tetap berada pada strategi bisnis di era digital. Karena itu, tidak semua mahasiswa di bidang ini dituntut menjadi programmer atau ahli coding.
Bisnis Digital adalah Perpaduan Bisnis dan Teknologi
Jurusan bisnis digital sebenarnya berada di tengah-tengah antara dunia bisnis dan teknologi. Mahasiswa belajar memahami bagaimana teknologi dapat membantu sebuah bisnis berkembang lebih cepat dan lebih luas.
Beberapa bidang yang biasanya dipelajari antara lain:
- Manajemen bisnis
- Kewirausahaan digital
- Strategi pemasaran online
- Pengelolaan bisnis berbasis internet
- Analisis data konsumen
Materi tersebut lebih menekankan pada pemahaman strategi bisnis, bukan pada pengembangan perangkat lunak secara mendalam. Dengan kata lain, mahasiswa belajar bagaimana memanfaatkan teknologi untuk kepentingan bisnis, bukan hanya mempelajari teknologinya saja.
Tetap Belajar Teknologi, Tapi Tidak Harus Jadi Programmer
Meskipun tidak harus menjadi ahli IT, mahasiswa bisnis digital tetap dikenalkan dengan berbagai teknologi yang digunakan dalam dunia bisnis modern. Tujuannya agar mereka memahami bagaimana sistem digital bekerja dan bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan untuk mendukung aktivitas bisnis. Beberapa hal yang biasanya dipelajari berkaitan dengan teknologi antara lain:
- Dasar sistem informasi
- Platform e-commerce
- Pengelolaan website bisnis
- Analisis data digital
Namun pembelajaran ini biasanya bersifat pengenalan dan pemanfaatan teknologi, bukan fokus pada coding tingkat lanjut seperti di jurusan teknik informatika.
Kemampuan yang Lebih Dibutuhkan di Bisnis Digital
Jika bukan kemampuan coding, lalu skill apa yang justru lebih penting di bidang bisnis digital? Beberapa kemampuan yang biasanya lebih dibutuhkan antara lain:
- Kemampuan berpikir kreatif
- Kemampuan memahami pasar digital
- Strategi pemasaran online
- Analisis perilaku konsumen
- Kemampuan komunikasi dan kerja tim
Skill-skill tersebut membantu mahasiswa memahami bagaimana bisnis dapat berkembang melalui platform digital.
Peluang Karier yang Beragam
Salah satu alasan mengapa bisnis digital semakin diminati adalah karena peluang kariernya yang cukup luas. Perusahaan saat ini membutuhkan tenaga profesional yang memahami bagaimana menjalankan bisnis di era internet.
Beberapa pekerjaan yang sering digeluti oleh lulusan bisnis digital antara lain:
- Digital marketing specialist
- Social media strategist
- E-commerce manager
- Business development
- Entrepreneur atau founder startup
Profesi-profesi tersebut menunjukkan bahwa bidang bisnis digital tidak selalu berkaitan langsung dengan coding, tetapi lebih pada strategi bisnis berbasis teknologi.
Lingkungan Kampus yang Mendukung Pembelajaran Teknologi dan Bisnis
Seiring dengan perkembangan industri digital, banyak perguruan tinggi mulai menghadirkan program pendidikan yang memadukan ilmu bisnis dan teknologi. Salah satu contohnya dapat ditemukan di Fakultas Komputer Ma’soem University. Fakultas ini menyediakan beberapa program studi yang dirancang untuk membantu mahasiswa memahami perkembangan teknologi sekaligus dunia bisnis modern.
Program studi yang tersedia antara lain:
- Bisnis Digital dengan biaya pendidikan sekitar Rp 10.000.000
- Komputerisasi Akuntansi dengan biaya pendidikan sekitar Rp 9.000.000
- Sistem Informasi dengan biaya pendidikan sekitar Rp 11.000.000
Melalui berbagai program tersebut, mahasiswa memiliki kesempatan untuk mempelajari berbagai keterampilan yang berkaitan dengan teknologi, pengelolaan data, serta strategi bisnis di era digital.
Jadi, Mitos atau Fakta?
Jika kembali pada pertanyaan awal, apakah masuk jurusan bisnis digital harus jago IT?
Jawabannya adalah tidak harus.
Mahasiswa memang akan mengenal teknologi sebagai bagian dari proses bisnis modern, tetapi fokus utama pembelajaran tetap berada pada strategi bisnis digital, pemasaran online, serta pengembangan ide usaha berbasis teknologi. Dengan pendekatan tersebut, jurusan bisnis digital menjadi pilihan yang menarik bagi mereka yang tertarik pada dunia bisnis modern tanpa harus menjadi ahli coding.





