Membangun Jejaring Bisnis Sejak Kuliah: Kunci Sukses Mahasiswa Agribisnis Universitas Ma’soem

Kuliah di jurusan Agribisnis Universitas Ma’soem bukan sekadar belajar cara bercocok tanam atau menghitung laba rugi di atas kertas. Di Universitas Ma’soem, Agribisnis dirancang sebagai wadah bagi para calon pengusaha muda untuk memahami seluruh ekosistem pangan, mulai dari lahan hingga ke meja makan konsumen.

Kampus yang berlokasi di kawasan strategis Bandung-Sumedang ini memang punya visi yang kuat untuk mencetak lulusan yang mandiri dan berkarakter entrepreneur. Dengan fasilitas yang lengkap dan kurikulum yang terus diperbarui sesuai kebutuhan pasar, mahasiswa Agribisnis di sini didorong untuk tidak hanya menjadi ahli teori, tapi juga menjadi pemain aktif di industri. Namun, ada satu aset yang jauh lebih berharga daripada nilai IPK yang tinggi, yaitu jejaring bisnis atau networking.

Banyak mahasiswa yang baru menyadari pentingnya jejaring setelah mereka lulus dan memegang ijazah. Padahal, dalam dunia agribisnis yang sangat bergantung pada kepercayaan dan rantai pasok, membangun koneksi harus dimulai sejak hari pertama kamu menginjakkan kaki di kampus. Di Universitas Ma’soem, kesempatan untuk membangun jejaring ini terbuka sangat lebar. Pertanyaannya, bagaimana cara memulainya agar saat lulus nanti kamu sudah punya “peta” jalan yang jelas untuk berkarir atau berbisnis? Yuk, kita bahas strateginya secara santai.


1. Dosen Bukan Sekadar Pengajar, Tapi Mentor dan Jaringan Utama

Jangan pernah menganggap dosen hanya sebagai orang yang memberi tugas. Di Universitas Ma’soem, dosen-dosen Agribisnis biasanya memiliki latar belakang praktisi atau punya jaringan luas dengan industri pertanian dan instansi pemerintah.

  • Caranya: Jangan ragu untuk berdiskusi di luar jam kelas. Tunjukkan ketertarikanmu pada riset atau proyek yang sedang mereka kerjakan. Dosen yang melihat potensi mahasiswa biasanya tidak segan untuk merekomendasikanmu ke mitra industri atau melibatkanmu dalam proyek nyata. Inilah pintu pertama jejaring profesionalmu.

2. Aktif di Organisasi (HIMAGRI dan UKM)

Organisasi kemahasiswaan seperti Himpunan Mahasiswa Agribisnis (HIMAGRI) adalah tempat latihan paling aman untuk membangun koneksi. Di sini, kamu bakal bertemu dengan kakak tingkat yang mungkin sudah punya bisnis sampingan atau alumni yang sering berbagi info lowongan kerja.

  • Manfaat: Melalui organisasi, kamu sering mengadakan seminar atau workshop yang mengundang pembicara dari luar. Saat kamu menjadi panitia, kamu punya akses langsung untuk mengobrol dengan para ahli tersebut. Jangan lupa minta kartu nama atau akun LinkedIn mereka!

3. Mengapa Universitas Ma’soem Adalah Tempat yang Tepat untuk Berjejaring?

Universitas Ma’soem memiliki atmosfer yang sangat mendukung terciptanya ekosistem bisnis. Kampus ini dikenal karena kedisiplinannya dan nilai-nilai islami yang kuat, yang secara tidak langsung membangun karakter mahasiswa yang jujur dan dapat dipercaya—dua modal utama dalam berbisnis.

  • Relasi Antar Jurusan: Di Ma’soem, kamu tidak hanya berteman dengan sesama anak Agribisnis. Kamu bisa berjejaring dengan mahasiswa Teknologi Pangan atau Manajemen. Bayangkan, kamu punya teman yang jago produksi pangan dan teman yang jago pemasaran; kolaborasi ini bisa jadi startup agribisnis yang keren di masa depan.
  • Akses ke Alumni: Ma’soem punya ikatan alumni yang solid. Alumni yang sudah sukses di sektor pertanian biasanya senang membantu adik tingkatnya yang proaktif.

4. Manfaatkan Praktik Lapangan (PPL dan PAL)

Seperti yang kita tahu, di Universitas Ma’soem ada program PPL (Praktik Pengenalan Lapangan) dan PAL (Praktik Adaptasi Lapangan). Gunakan waktu satu bulan saat PAL di perusahaan luar untuk mencuri perhatian.

  • Tips: Jangan hanya datang, duduk, dan ngerjain laporan. Kenalanlah dengan staf di sana, mulai dari bagian gudang sampai manajer pemasaran. Pahami masalah mereka dan tawarkan bantuan solusi. Banyak mahasiswa Ma’soem yang langsung ditawari kerja atau diajak kerjasama bisnis bahkan sebelum mereka wisuda karena jejaring yang mereka bangun saat PAL.

5. Hadiri Pameran Pertanian dan Expo Bisnis

Bandung dan Sumedang sering jadi tuan rumah acara besar terkait pertanian. Sebagai mahasiswa Agribisnis, pameran bukan tempat buat cari sampel gratisan saja, tapi tempat “berburu” relasi.

  • Target: Temui pemilik stan, tanyakan tantangan bisnis mereka, dan ceritakan bahwa kamu adalah mahasiswa Agribisnis Universitas Ma’soem yang sedang riset pasar. Keberanianmu mengajak bicara orang baru adalah kunci pembuka pintu peluang.

6. Maksimalkan Jejaring Digital (LinkedIn & Instagram)

Zaman sekarang, jejaring bisnis juga dibangun di dunia maya. Mahasiswa Agribisnis harus punya profil LinkedIn yang profesional.

  • Action: Ikuti akun-akun perusahaan besar di bidang agribisnis, join grup komunitas petani milenial, dan bagikan apa yang kamu pelajari di kampus. Konsistensi kamu berbagi konten edukatif soal agribisnis bakal bikin para profesional melirik potensimu.

Tips Berjejaring Tanpa Terkesan “Cari Muka”

Banyak mahasiswa yang malu berjejaring karena takut dikira sok kenal. Padahal, kuncinya adalah ketulusan.

  1. Berikan Nilai Lebih: Sebelum minta bantuan, coba tawarkan bantuan. Misalnya, membantu UMKM lokal mendesain strategi pemasaran digital sederhana.
  2. Jaga Komunikasi: Jangan cuma hubungi orang saat butuh sesuatu. Ucapkan selamat saat mereka dapet pencapaian, atau kirim artikel menarik yang relevan dengan bisnis mereka.
  3. Jadilah Pendengar yang Baik: Orang sukses biasanya senang bercerita soal perjalanan bisnisnya. Simak dengan baik, dan ajukan pertanyaan yang berbobot.

Membangun jejaring bisnis sejak kuliah di Universitas Ma’soem adalah investasi jangka panjang yang hasilnya bakal kamu petik setelah lulus. Jurusan Agribisnis memberikanmu bekal ilmu, tapi jejaringlah yang akan memberikanmu peluang untuk menerapkan ilmu tersebut. Ingat, dalam bisnis pertanian, siapa yang kamu kenal seringkali sama pentingnya dengan apa yang kamu tahu.

Manfaatkan setiap kesempatan praktikum, organisasi, dan diskusi dosen sebagai langkah awalmu menjadi pengusaha sukses. Mumpung masih mahasiswa, jangan takut buat salah dalam berkomunikasi; jadikan itu bagian dari proses adaptasi lapangan yang sesungguhnya.