Mengapa Kemampuan Presentasi Sama Pentingnya dengan Kemampuan Menulis Algoritma

Bagi sebagian mahasiswa Teknik Informatika di Universitas Ma’soem, duduk di depan layar selama berjam-jam untuk menyempurnakan baris kode adalah zona nyaman. Namun, ada satu momen yang sering kali membuat bulu kuduk berdiri: saat harus berdiri di depan kelas atau penguji untuk mempresentasikan hasil karya tersebut. Pertanyaannya, mengapa mahasiswa teknik harus repot-repot belajar bicara jika kodenya sudah berjalan sempurna? Jawabannya sederhana: Algoritma sehebat apa pun tidak akan pernah “terjual” jika penciptanya tidak bisa menjelaskannya.

Kode yang “Bisu” Membutuhkan Suara Anda

Bayangkan kamu berhasil menciptakan sebuah aplikasi deteksi penyakit padi yang sangat akurat menggunakan Deep Learning. Secara teknis, itu adalah mahakarya. Namun, saat kamu berhadapan dengan calon investor atau penguji skripsi di Universitas Ma’soem, mereka tidak akan melihat ribuan baris kode Python-mu. Mereka akan melihat dirimu.

Di sinilah kemampuan presentasi berperan sebagai “penerjemah”. Mahasiswa teknik dituntut untuk mampu mengubah bahasa mesin yang rumit menjadi bahasa manusia yang persuasif. Di Universitas Ma’soem, kamu tidak hanya dididik menjadi coder, tapi menjadi komunikator teknis yang handal. Kemampuan menjelaskan kenapa algoritma ini penting dan bagaimana ia menyelesaikan masalah adalah nilai plus yang membuatmu berbeda dari sekadar “tukang ketik kode”.

Menjual Solusi, Bukan Sekadar Menampilkan Fungsi

Dunia industri manufaktur dan IT saat ini tidak lagi hanya mencari orang pintar, tapi orang yang bisa bekerja dalam tim dan meyakinkan klien. Mahasiswa Teknik Industri Universitas Ma’soem sering kali harus mempresentasikan usulan optimasi tata letak gudang kepada manajer pabrik. Jika presentasimu membosankan atau tidak jelas, ide brilianmu untuk menghemat biaya operasional bisa saja ditolak mentah-mentah.

Presentasi adalah tentang kepercayaan diri. Saat kamu mampu berdiri tegak, melakukan kontak mata, dan menjawab pertanyaan kritis dengan tenang, kamu sedang membangun kredibilitas profesional. Di Universitas Ma’soem, setiap tugas presentasi kelompok adalah simulasi dunia kerja yang nyata. Kamu belajar cara menyusun slide yang minimalis namun informatif, serta cara mengendalikan panggung agar audiens tetap fokus pada solusimu.

Soft Skill: Pembeda Utama di Pasar Kerja 2026

Di era AI yang semakin maju, kemampuan menulis kode dasar mungkin bisa dilakukan oleh mesin. Namun, kemampuan untuk bernegosiasi, bercerita (storytelling), dan menginspirasi orang lain lewat presentasi adalah kemampuan manusiawi yang tak tergantikan.

“Algoritma adalah otak dari sebuah sistem, tapi kemampuan presentasi adalah wajah dan suaranya.”

Lulusan Fakultas Teknik Universitas Ma’soem yang mahir bicara akan jauh lebih cepat naik jabatan menjadi Team Lead atau Project Manager. Perusahaan besar mencari sosok yang bisa menjembatani antara tim teknis dan jajaran direksi. Dengan mengasah kemampuan bicara sejak di kampus, kamu sedang menyiapkan dirimu untuk posisi kepemimpinan di masa depan.


Jadi, jangan lagi menganggap remeh tugas presentasi di kelas. Anggaplah itu sebagai latihan untuk “menjual” ide skripsimu nanti. Di Universitas Ma’soem, kami memastikan kamu pulang dengan membawa ijazah teknik dan kemampuan komunikasi yang memukau.

Ingin melatih mental bicaramu di depan publik sebelum sidang skripsi? Yuk, asah kemampuan presentasimu melalui berbagai Unit Kegiatan Mahasiswa dan seminar di Fakultas Teknik Universitas Ma’soem sekarang juga!