Mengapa Makanan Plant-Based Semakin Populer? Ini yang Perlu Diketahui

Makanan plant-based semakin mudah ditemukan di berbagai pilihan kuliner, mulai dari susu berbahan kedelai dan oat, burger berbasis protein nabati, nugget sayuran, hingga berbagai produk olahan yang menggunakan bahan baku tumbuhan. Perubahan ini menunjukkan bahwa makanan berbasis nabati tidak lagi sekadar pilihan bagi kelompok tertentu, tetapi mulai menjadi bagian dari inovasi industri pangan.

Di Indonesia, perkembangan makanan plant-based juga memiliki peluang yang menarik. Penelitian mengenai pasar plant-based food di Indonesia menunjukkan bahwa perubahan pola konsumsi dan meningkatnya perhatian terhadap makanan sehat ikut mendorong pengembangan produk pangan berbasis nabati. Teknologi seperti fermentasi dan ekstrusi juga dapat digunakan untuk menghasilkan produk dengan karakteristik yang semakin mendekati makanan konvensional.

Apa Itu Makanan Plant-Based?

Plant-based food adalah makanan yang menggunakan bahan yang berasal dari tumbuhan sebagai komponen utama. Bahan tersebut dapat berupa kedelai, kacang-kacangan, serealia, sayuran, buah, umbi, biji-bijian, dan berbagai hasil pertanian lainnya.

Plant-based tidak selalu berarti seseorang harus sepenuhnya meninggalkan produk hewani. Istilah tersebut lebih banyak digunakan untuk menggambarkan pilihan makanan yang menempatkan bahan nabati sebagai bagian penting dalam pola konsumsi.

Perkembangan teknologi pangan membuat bahan nabati dapat diolah menjadi berbagai produk dengan bentuk, tekstur, rasa, dan karakteristik yang lebih beragam.

Kesadaran terhadap Pola Makan Sehat Semakin Meningkat

Salah satu alasan makanan plant-based semakin populer adalah meningkatnya perhatian masyarakat terhadap pola makan dan kualitas bahan pangan. Konsumen kini tidak hanya mempertimbangkan rasa, tetapi juga mulai memperhatikan kandungan gizi, bahan baku, proses produksi, serta informasi yang terdapat pada label produk.

Studi mengenai plant-based food di Indonesia juga menunjukkan bahwa kesadaran terhadap kesehatan menjadi salah satu faktor yang berkaitan dengan meningkatnya ketertarikan terhadap makanan berbasis nabati. Meski demikian, cita rasa, tekstur, harga, dan persepsi mengenai nilai gizi masih menjadi tantangan bagi pengembangan produk plant-based. (Jurnal Jomparnd)

Faktor Lingkungan Ikut Mendorong Tren Plant-Based

Selain kesehatan, perhatian terhadap lingkungan turut membuat makanan berbasis tumbuhan semakin dikenal. Generasi muda menjadi salah satu kelompok yang menunjukkan ketertarikan terhadap pilihan makanan yang dianggap lebih berkelanjutan.

Penelitian mengenai konsumsi plant-based food di Indonesia menemukan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dan nilai yang dirasakan konsumen dapat memengaruhi sikap serta keinginan untuk mengonsumsi produk berbasis nabati. (ScienceDirect)

Kondisi tersebut membuka peluang bagi industri pangan untuk menciptakan produk yang tidak hanya menarik dari sisi rasa, tetapi juga memiliki nilai tambah dari bahan baku dan proses produksinya.

Teknologi Pangan Membuat Produk Plant-Based Semakin Menarik

Popularitas plant-based food tidak dapat dipisahkan dari perkembangan teknologi pangan. Tantangan utama produk berbasis nabati adalah menghasilkan rasa, aroma, tekstur, warna, dan daya simpan yang sesuai dengan harapan konsumen.

Karena itu, diperlukan pemahaman mengenai karakteristik bahan pangan, proses pengolahan, keamanan pangan, pengemasan, hingga pengendalian mutu. Fermentasi, misalnya, dapat dimanfaatkan dalam pengembangan sejumlah produk pangan berbasis nabati. Teknologi ekstrusi dengan kadar air tinggi juga menjadi salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengembangkan produk alternatif berbasis protein nabati.

Di sinilah kebutuhan terhadap sumber daya manusia yang memahami ilmu pangan semakin relevan.

Belajar Inovasi Pangan di Ma’soem University

Bagi calon mahasiswa yang tertarik dengan perkembangan industri makanan, Ma’soem University memiliki Fakultas Pertanian (Faperta) dengan dua program studi, yaitu S1 Teknologi Pangan dan S1 Agribisnis. Keduanya memiliki fokus yang berbeda tetapi saling berkaitan dengan perkembangan sektor pangan dan pertanian. (Masoem University)

Program Studi S1 Teknologi Pangan Ma’soem University dapat menjadi pilihan bagi mahasiswa yang ingin mendalami pengolahan dan pengembangan produk pangan. Mahasiswa mempelajari berbagai aspek seperti pengolahan pangan, keamanan pangan, analisis pangan, pengendalian mutu, hingga pengembangan produk. Kompetensi tersebut relevan dengan kebutuhan industri yang terus mencari inovasi makanan baru, termasuk produk berbasis bahan nabati.

Sementara itu, S1 Agribisnis Ma’soem University berfokus pada pengelolaan sektor pertanian dari hulu hingga hilir. Mahasiswa tidak hanya mempelajari aspek pertanian, tetapi juga manajemen, pemasaran, rantai pasok, dan peluang pengembangan bisnis. (Masoem University)

Peluang Plant-Based Food untuk Mahasiswa Teknologi Pangan

Tren plant-based dapat menjadi contoh nyata bagaimana ilmu teknologi pangan diterapkan untuk menjawab perubahan kebutuhan konsumen.

Mahasiswa Teknologi Pangan dapat mempelajari bagaimana bahan baku seperti kedelai, kacang-kacangan, serealia, buah, sayuran, dan umbi dikembangkan menjadi produk bernilai tambah. Proses tersebut membutuhkan kemampuan dalam formulasi, pengolahan, pengujian kualitas, keamanan pangan, hingga pengemasan.

Tidak berhenti pada produk jadi, inovasi juga dapat diarahkan pada pengembangan produk pangan baru yang memiliki karakteristik berbeda dan sesuai dengan kebutuhan pasar.

Agribisnis Juga Punya Peran Penting

Perkembangan makanan plant-based bukan hanya membutuhkan inovasi di laboratorium. Produk tersebut juga membutuhkan bahan baku yang tersedia secara konsisten, sistem distribusi yang baik, strategi pemasaran, serta model bisnis yang mampu menjangkau konsumen.

Hal tersebut membuat ilmu Agribisnis memiliki peran penting dalam rantai industri pangan. Mahasiswa dapat memahami bagaimana komoditas pertanian memiliki nilai ekonomi lebih tinggi ketika dikelola secara efektif dari produksi hingga pemasaran.

Fakultas Pertanian Ma’soem University sendiri mengarahkan pendidikan pada pengembangan agroindustri dari hulu hingga hilir serta menyiapkan mahasiswa untuk menjadi profesional maupun wirausahawan di bidang pertanian dan pangan. (Masoem University)

Kuliah di Ma’soem University untuk Menyambut Industri Pangan Masa Depan

Perubahan tren makanan menunjukkan bahwa industri pangan membutuhkan lulusan yang mampu mengikuti perkembangan konsumen dan teknologi. Plant-based food hanyalah salah satu contoh bagaimana kebutuhan masyarakat dapat mendorong munculnya inovasi baru.

Ma’soem University melalui Fakultas Pertanian menyediakan dua pilihan program studi yang berkaitan erat dengan perkembangan tersebut, yaitu Teknologi Pangan bagi yang tertarik pada inovasi dan pengolahan produk pangan, serta Agribisnis bagi yang ingin mendalami bisnis dan pengelolaan sektor pertanian.

Program pengembangan di Fakultas Pertanian Ma’soem University juga mencakup kesempatan internship atau magang ke Jepang, MBKM, MSIB, project lapangan, dan mentoring startup. (Masoem University)

Info Pendaftaran Ma’soem University

Bagi calon mahasiswa yang ingin mengetahui informasi pendaftaran Ma’soem University, pilihan program studi, serta informasi penerimaan mahasiswa baru, dapat menghubungi WhatsApp:

+62 851 8563 4253

Informasi lebih lanjut mengenai S1 Teknologi Pangan dan S1 Agribisnis Ma’soem University dapat diperoleh melalui kontak tersebut.