Pernah membuka sebuah website melalui laptop dan melihat tampilannya rapi, tetapi ketika dibuka melalui HP justru terlihat berbeda? Kondisi seperti ini sebenarnya cukup umum. Perbedaan ukuran layar, resolusi, orientasi perangkat, hingga cara browser menampilkan halaman dapat membuat tampilan website tidak selalu sama. Karena itu, sebuah website perlu dirancang agar mampu menyesuaikan diri dengan perangkat yang digunakan pengunjung.
Ukuran Layar Menentukan Cara Website Ditampilkan
Hal paling mudah terlihat adalah perbedaan ukuran layar. Laptop memiliki area tampilan yang lebih lebar dibandingkan HP. Jika sebuah website dibuat hanya dengan memperhatikan ukuran layar laptop, beberapa elemen dapat terlihat terlalu besar, terlalu kecil, atau bahkan keluar dari area layar ketika dibuka melalui HP.
Misalnya, sebuah menu navigasi yang terlihat lengkap di laptop mungkin tidak dapat ditampilkan dengan cara yang sama pada layar HP. Agar tetap nyaman digunakan, menu tersebut dapat berubah menjadi tombol atau ikon yang bisa ditekan. Perbedaan tersebut bukan berarti websitenya rusak. Justru, perubahan tampilan dapat menjadi bagian dari desain website agar konten tetap mudah digunakan pada berbagai perangkat.
Mengenal Konsep Responsive Web Design
Di sinilah konsep responsive web design berperan. Responsive web design merupakan pendekatan dalam pembuatan website yang memungkinkan tampilan menyesuaikan ukuran layar perangkat.
Sederhananya, website tidak dipaksa memiliki satu bentuk untuk semua perangkat. Elemen di dalamnya dapat menyesuaikan ruang yang tersedia.
Beberapa penyesuaian yang biasanya dilakukan antara lain:
- Ukuran gambar berubah mengikuti lebar layar.
- Kolom yang berdampingan di laptop dapat tersusun ke bawah pada HP.
- Ukuran tulisan dapat disesuaikan agar tetap nyaman dibaca.
- Menu navigasi dapat berubah menjadi bentuk yang lebih sederhana.
- Jarak antar elemen dapat dibuat lebih sesuai dengan ukuran layar.
Dengan pendekatan tersebut, pengguna tetap dapat mengakses informasi tanpa harus memperbesar atau menggeser halaman secara berlebihan.
Mengapa Website Perlu Dipikirkan dari Dua Sisi?
Website yang nyaman digunakan di laptop belum tentu nyaman ketika digunakan di HP. Sebaliknya, desain yang terlihat sederhana di HP dapat terasa terlalu kosong ketika dibuka melalui layar laptop. Masalah ini biasanya terjadi ketika pembuat website hanya melakukan pengujian pada satu jenis perangkat. Akibatnya, beberapa elemen mungkin tidak bekerja sebagaimana mestinya ketika ukuran layar berubah.
Contohnya, tombol yang terlihat jelas di laptop dapat menjadi terlalu kecil di HP. Gambar yang terlihat proporsional pada layar besar juga dapat memenuhi hampir seluruh layar smartphone. Karena itu, proses pembuatan website sebaiknya mempertimbangkan pengalaman pengguna sejak awal, bukan baru diperiksa setelah website selesai.
Faktor Lain yang Membuat Tampilan Bisa Berubah
Ukuran layar bukan satu-satunya penyebab. Browser dan pengaturan perangkat juga dapat memengaruhi bagaimana halaman website ditampilkan.
Beberapa faktor yang dapat berpengaruh meliputi:
- Resolusi dan kepadatan piksel layar.
- Jenis browser yang digunakan.
- Pengaturan ukuran teks pada perangkat.
- Orientasi layar, seperti portrait atau landscape.
- Ukuran gambar dan elemen visual pada website.
- Kode CSS yang mengatur tampilan halaman.
Itulah sebabnya satu website dapat terlihat sedikit berbeda ketika dibuka menggunakan perangkat atau browser yang berbeda.
Ketika Tampilan Berantakan, Apa Masalahnya?
Bayangkan seorang pelanggan ingin membeli produk melalui website toko online. Saat menggunakan laptop, seluruh informasi produk terlihat lengkap. Namun ketika pelanggan membukanya melalui HP, gambar terlalu besar, tombol pembelian sulit ditemukan, dan tulisan saling bertumpuk.
Masalah seperti ini bukan hanya mengganggu tampilan. Pengguna bisa kesulitan menemukan informasi dan akhirnya meninggalkan website.
Solusinya adalah melakukan pengujian pada berbagai ukuran layar serta memastikan struktur halaman menggunakan teknik responsive design. Pembuat website juga perlu memeriksa apakah tombol, gambar, teks, formulir, dan menu tetap dapat digunakan dengan nyaman.
Belajar Memahami Sistem di Balik Tampilan Website
Memahami mengapa website dapat menyesuaikan tampilan membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan membuat desain yang menarik. Ada aspek pemrograman, struktur sistem, database, hingga pengalaman pengguna yang perlu dipahami secara bersamaan.
Ma’soem University menyediakan program studi S1 Sistem Informasi dan S1 Bisnis Digital yang dapat menjadi pilihan bagi mahasiswa yang ingin mempelajari hubungan antara teknologi, sistem informasi, dan kebutuhan bisnis. S1 Sistem Informasi lebih berkaitan dengan pengembangan dan pengelolaan sistem berbasis teknologi, sedangkan S1 Bisnis Digital menghubungkan pemanfaatan teknologi dengan proses serta strategi bisnis. Informasi mengenai perkuliahan dapat ditanyakan melalui Admin Univ Ma’soem di +62 851 8563 4253.
Website yang Bagus Bukan Hanya Soal Tampilan
Tampilan yang menarik memang penting, tetapi website yang baik juga harus mudah digunakan. Pengunjung seharusnya tidak perlu menebak-nebak tombol mana yang harus ditekan atau melakukan zoom berkali-kali hanya untuk membaca informasi.
Karena itu, saat membuat website, beberapa hal berikut perlu diperhatikan:
- Kenyamanan: konten mudah dibaca pada berbagai ukuran layar.
- Navigasi: pengguna dapat berpindah halaman dengan mudah.
- Kecepatan: elemen visual tidak membuat halaman terlalu berat.
- Konsistensi: identitas visual tetap terasa sama meskipun layout berubah.
- Fungsionalitas: tombol dan fitur tetap dapat digunakan pada perangkat berbeda.
Dari Masalah Tampilan Menjadi Solusi Digital
Perbedaan tampilan website di HP dan laptop pada akhirnya menunjukkan bahwa pembuatan website membutuhkan perencanaan yang matang. Setiap perangkat memiliki karakteristik berbeda sehingga desain dan sistem perlu dirancang dengan mempertimbangkan kondisi tersebut.
Jika ingin memahami lebih jauh bagaimana website dibangun, bagaimana sistem bekerja, serta bagaimana teknologi dapat digunakan untuk menyelesaikan kebutuhan bisnis, mempelajari Sistem Informasi dan Bisnis Digital dapat menjadi langkah yang relevan. Melalui pembelajaran tersebut, mahasiswa tidak hanya belajar membuat sesuatu yang terlihat menarik, tetapi juga memahami alasan di balik setiap sistem dan keputusan yang digunakan dalam sebuah produk digital.




