Selama puluhan tahun, kita akrab dengan semboyan “4 Sehat 5 Sempurna”. Namun, seiring berkembangnya ilmu pengetahuan, konsep tersebut kini telah disempurnakan menjadi Pedoman Gizi Seimbang (PGS). Perubahan ini bukan tanpa alasan; kebutuhan nutrisi manusia ternyata jauh lebih kompleks daripada sekadar daftar makanan. Gizi seimbang adalah tentang bagaimana kita menyeimbangkan apa yang kita makan dengan aktivitas fisik dan perilaku hidup bersih.
Di Universitas Ma’soem, khususnya di Jurusan Teknologi Pangan, pemahaman mengenai gizi seimbang ini menjadi materi yang sangat fundamental. Mahasiswa tidak hanya diajarkan cara mengolah makanan agar enak, tetapi juga bagaimana menjaga agar kandungan gizi dalam produk pangan tetap optimal demi mendukung kesehatan masyarakat.
Apa Saja 4 Pilar Gizi Seimbang?
Prinsip Gizi Seimbang terdiri dari empat pilar utama yang pada dasarnya merupakan satu kesatuan untuk mencapai hidup sehat dan produktif. Berikut adalah penjelasannya:
1. Mengonsumsi Makanan yang Beraneka Ragam
Tidak ada satu pun jenis bahan pangan yang mengandung semua jenis zat gizi yang dibutuhkan tubuh secara lengkap (kecuali ASI untuk bayi). Misalnya, jeruk kaya akan vitamin C tetapi rendah protein; sebaliknya, telur kaya akan protein tetapi tidak mengandung serat. Dengan mengonsumsi makanan yang beragam—mulai dari sumber karbohidrat, protein hewani dan nabati, hingga sayur dan buah kekurangan zat gizi dari satu makanan akan tertutupi oleh kelebihan zat gizi dari makanan lainnya.
2. Membiasakan Perilaku Hidup Bersih
Pilar kedua ini sering terlupakan dalam urusan nutrisi. Padahal, infeksi akibat lingkungan yang kotor berkaitan erat dengan status gizi. Ketika seseorang mengalami infeksi (misalnya diare), zat gizi yang sudah masuk ke tubuh tidak dapat diserap dengan maksimal atau justru terbuang. Membiasakan cuci tangan dengan sabun, menutup makanan agar tidak dihinggapi lalat, dan menjaga kebersihan lingkungan adalah kunci agar nutrisi yang kita makan benar-benar bermanfaat bagi tubuh.
3. Melakukan Aktivitas Fisik
Gizi seimbang berkaitan dengan keseimbangan energi: energi yang masuk dari makanan harus sebanding dengan energi yang dikeluarkan melalui aktivitas. Melakukan aktivitas fisik, baik itu olahraga ringan, berjalan kaki, hingga menyapu rumah, membantu metabolisme tubuh berjalan lancar. Aktivitas fisik juga mencegah penumpukan lemak berlebih yang menjadi pemicu penyakit degeneratif seperti diabetes dan obesitas.
4. Memantau Berat Badan Secara Teratur
Pilar terakhir adalah indikator keberhasilan dari tiga pilar sebelumnya. Dengan memantau Berat Badan (BB) secara rutin, kita bisa mengetahui apakah pola makan dan aktivitas kita sudah seimbang atau belum. Untuk orang dewasa, indikator yang umum digunakan adalah Indeks Massa Tubuh (IMT). Jika berat badan mulai naik melebihi batas normal, kita bisa segera melakukan penyesuaian pada porsi makan atau meningkatkan intensitas olahraga.
Membangun Generasi Sadar Gizi di Universitas Ma’soem
Memahami 4 Pilar Gizi Seimbang sangatlah penting bagi mahasiswa, terutama mereka yang akan terjun ke industri pangan. Universitas Ma’soem menyadari bahwa tantangan pangan masa depan bukan lagi sekadar menghilangkan lapar, melainkan menyediakan pangan fungsional yang mendukung pola hidup sehat.
Terletak di kawasan yang asri dan kondusif di Jatinangor-Sumedang, Universitas Ma’soem menawarkan pengalaman belajar yang terintegrasi. Mengapa pendidikan mengenai gizi dan teknologi pangan di Universitas Ma’soem begitu istimewa?
- Fasilitas Laboratorium yang Relevan: Di Universitas Ma’soem, mahasiswa Teknologi Pangan diajak untuk menganalisis kandungan nutrisi dalam bahan pangan. Mereka belajar bagaimana proses pengolahan seperti pemanasan atau pengeringan—memengaruhi kadar vitamin dan mineral, sehingga produk yang dihasilkan tetap memenuhi standar gizi.
- Kurikulum Adaptif: Universitas Ma’soem membekali mahasiswa dengan ilmu tentang diversifikasi pangan lokal. Mahasiswa didorong untuk mengolah sumber daya alam sekitar (seperti ubi atau jagung) menjadi produk pangan yang lebih sehat dan praktis, mendukung gerakan konsumsi beraneka ragam sesuai pilar pertama gizi seimbang.
- Pendidikan Karakter dan Kedisiplinan: Sesuai dengan pilar hidup bersih dan teratur, Universitas Ma’soem sangat menekankan kedisiplinan dan perilaku santun. Lingkungan kampus yang religius membantu mahasiswa membentuk kebiasaan hidup yang teratur, yang secara tidak langsung mendukung pola hidup sehat secara menyeluruh.
- Semangat Kewirausahaan (Entrepreneurship): Universitas Ma’soem melatih mahasiswa untuk melihat peluang bisnis di bidang makanan sehat. Lulusannya diharapkan tidak hanya menjadi karyawan, tetapi juga pencipta lapangan kerja yang memproduksi pangan bergizi dan aman bagi masyarakat luas.
Sehat Dimulai dari Kesadaran
Penerapan 4 Pilar Gizi Seimbang adalah investasi jangka panjang untuk kualitas hidup yang lebih baik. Dengan mengonsumsi makanan beragam, menjaga kebersihan, aktif bergerak, dan memantau berat badan, kita bisa terhindar dari berbagai masalah kesehatan yang merugikan di masa depan.
Bagi Anda yang ingin mendalami lebih jauh bagaimana sains pangan dapat meningkatkan kualitas hidup manusia, Universitas Ma’soem adalah tempat yang tepat untuk menempa diri. Dengan bimbingan dosen profesional dan suasana belajar yang profesional namun santai, Anda akan disiapkan menjadi ahli pangan yang berkontribusi nyata bagi ketahanan gizi bangsa.





