Pengangkutan merupakan salah satu tahap penting dalam rantai distribusi buah segar. Setelah dipanen, buah harus melewati proses pengumpulan, penyortiran, penyimpanan, hingga pengiriman kepada pedagang atau konsumen. Selama proses tersebut, buah berisiko mengalami benturan, tekanan, dan getaran yang dapat menyebabkan memar serta menurunkan kualitasnya.
Memar pada buah tidak selalu langsung terlihat dari bagian luar. Pada beberapa jenis buah, kerusakan dapat terjadi pada jaringan bagian dalam meskipun kulitnya tampak masih baik. Kondisi ini dapat mempercepat penurunan mutu, mengurangi daya tarik produk, dan menimbulkan kerugian bagi petani maupun pedagang. Karena itu, pemilihan wadah pengangkutan yang sesuai menjadi langkah penting untuk menjaga kualitas hasil panen.
Mengapa Buah Mudah Mengalami Memar saat Pengangkutan?
Buah segar memiliki karakteristik fisik yang berbeda-beda. Ada buah dengan kulit relatif kuat, tetapi ada pula yang memiliki permukaan tipis dan jaringan yang mudah rusak. Perbedaan tersebut memengaruhi kemampuan buah dalam menahan tekanan selama proses distribusi.
Memar biasanya terjadi ketika buah mengalami benturan dengan permukaan keras, tertekan oleh tumpukan produk lain, atau bergerak secara berlebihan di dalam wadah. Kondisi jalan, cara menyusun barang, serta proses bongkar muat juga dapat meningkatkan risiko kerusakan.
Beberapa faktor yang perlu diperhatikan antara lain:
- Benturan selama perjalanan, terutama ketika kendaraan melewati permukaan jalan yang tidak rata.
- Tekanan akibat penumpukan, ketika buah di bagian bawah menahan beban terlalu besar.
- Wadah yang terlalu longgar, sehingga buah mudah bergeser dan saling berbenturan.
- Permukaan wadah yang keras atau kasar, yang dapat menimbulkan tekanan pada bagian tertentu.
- Penanganan yang kurang hati-hati, terutama saat memindahkan buah dari tempat penyimpanan ke kendaraan.
Memahami penyebab tersebut membantu pelaku usaha menentukan jenis wadah dan cara pengangkutan yang lebih sesuai dengan karakteristik buah.
Memilih Wadah Berdasarkan Jenis Buah
Tidak semua buah cocok menggunakan wadah yang sama. Pemilihan wadah sebaiknya mempertimbangkan ukuran, bentuk, tingkat kematangan, kekuatan kulit, dan sensitivitas buah terhadap tekanan.
Buah yang relatif lunak, seperti stroberi dan buah persik, membutuhkan perlindungan lebih baik agar tidak mudah tertekan. Penggunaan wadah dengan sekat atau bahan pelindung dapat membantu membatasi pergerakan buah selama perjalanan.
Untuk buah seperti apel dan jeruk, peti atau wadah kokoh dapat digunakan selama ukuran wadah, pola penyusunan, dan kapasitas muatannya sesuai. Sementara itu, buah berukuran besar, seperti semangka, memerlukan wadah atau sistem penempatan yang mampu menahan beban tanpa menyebabkan buah terguling atau saling bertabrakan.
Pemilihan wadah juga perlu memperhatikan kebersihan, kemudahan penanganan, sirkulasi udara, dan ketahanannya selama digunakan berulang kali. Wadah yang kuat belum tentu menjadi pilihan terbaik apabila bentuknya membuat buah mudah bergerak atau sulit disusun dengan aman.
Jenis Wadah yang Dapat Dipertimbangkan
Pelaku usaha dapat mempertimbangkan beberapa jenis wadah sesuai kebutuhan distribusi.
1. Peti plastik
Peti plastik yang kokoh dapat digunakan untuk mengangkut berbagai komoditas buah. Wadah ini relatif mudah dibersihkan dan dapat digunakan kembali jika kondisinya masih layak. Namun, bagian dalam peti perlu diperiksa agar tidak memiliki sisi tajam yang berpotensi merusak buah.
2. Kotak karton bergelombang
Karton bergelombang dapat membantu melindungi buah dari benturan ringan. Jenis wadah ini juga sesuai untuk pengiriman yang memerlukan pengemasan lebih rapi. Penggunaannya perlu disesuaikan dengan kondisi kelembapan dan berat produk agar karton tidak mudah melemah.
3. Wadah dengan sekat
Sekat membantu menjaga jarak antarbuah sehingga gesekan dan benturan dapat dikurangi. Pilihan ini berguna untuk buah yang sensitif terhadap tekanan, terutama ketika penampilan produk menjadi pertimbangan penting dalam pemasaran.
4. Bahan pelindung tambahan
Bantalan atau bahan pelindung dapat digunakan pada bagian tertentu untuk meredam benturan. Bahan yang dipilih harus bersih, aman untuk penggunaan yang sesuai, dan tidak menimbulkan tekanan berlebihan pada buah.
Teknik Penyusunan Buah agar Tidak Mudah Memar
Pemilihan wadah perlu diikuti dengan cara penyusunan yang tepat. Buah sebaiknya ditempatkan secara rapi agar tidak memiliki terlalu banyak ruang untuk bergerak. Namun, penyusunan juga tidak boleh terlalu padat karena tekanan ant buah dapat menimbulkan kerusakan.
Buah dengan ukuran dan tingkat kematangan yang serupa sebaiknya dikelompokkan agar penempatannya lebih stabil. Hindari mencampurkan buah yang sangat matang dan lunak dengan buah yang masih keras apabila perbedaan kondisi tersebut meningkatkan risiko kerusakan.
Ketika wadah disusun di dalam kendaraan, pastikan tumpukan stabil dan beban terdistribusi dengan baik. Jangan meletakkan beban berat di atas kemasan yang tidak dirancang untuk menahannya. Proses bongkar muat juga perlu dilakukan secara hati-hati dengan menghindari kebiasaan melempar atau menjatuhkan wadah.
Pentingnya Penanganan Pascapanen dalam Agribisnis
Pengurangan memar pada buah berkaitan erat dengan penanganan pascapanen dan pengelolaan rantai distribusi. Pelaku agribisnis perlu memastikan bahwa kualitas produk tidak hanya dijaga ketika berada di kebun, tetapi juga selama penyimpanan dan pengiriman.
Di Ma’soem University, bidang pertanian dapat dipelajari melalui Fakultas Pertanian, yang memiliki dua program studi, yaitu Agribisnis dan Teknologi Pangan. Program Studi Agribisnis relevan bagi mahasiswa yang ingin memahami pengelolaan usaha pertanian, pemasaran hasil panen, distribusi produk, serta pengembangan rantai pasok. Sementara itu, Teknologi Pangan berfokus pada pengolahan, keamanan, dan mutu pangan.
Pengetahuan mengenai penanganan hasil pertanian dapat menjadi bekal untuk memahami hubungan antara kualitas produk dan keberhasilan pemasaran. Calon mahasiswa yang ingin mengetahui informasi program studi serta penerimaan mahasiswa baru dapat menghubungi WhatsApp Ma’soem University di +62 851 8563 4253 untuk memperoleh informasi pendaftaran.
Pemeriksaan Kualitas Setelah Pengangkutan
Pemeriksaan setelah pengiriman diperlukan untuk mengetahui apakah wadah dan metode pengangkutan yang digunakan sudah efektif. Buah perlu diperiksa secara visual untuk menemukan memar, luka, perubahan warna, atau kerusakan lain yang mungkin terjadi selama perjalanan.
Pelaku usaha juga dapat mencatat jenis wadah yang digunakan, kondisi buah sebelum dikirim, kondisi setelah tiba, dan bagian perjalanan yang berpotensi menimbulkan benturan. Catatan tersebut membantu menentukan apakah diperlukan perubahan pada bahan pelindung, cara penumpukan, atau proses bongkar muat.
Evaluasi secara berkala memungkinkan petani, pedagang, dan pengelola distribusi memilih metode pengangkutan yang lebih sesuai. Dengan wadah yang tepat dan penanganan yang hati-hati, risiko memar dapat ditekan, kualitas buah lebih terjaga, dan produk memiliki peluang lebih baik untuk memenuhi standar pembeli.





