Bagi mahasiswa tingkat akhir di Universitas Ma’soem, layar laptop sudah seperti sahabat sekaligus musuh terbesar. Menghadapi tumpukan baris kode yang tak kunjung running, revisi algoritma yang seolah tak ada habisnya, hingga tuntutan pengujian sistem yang menguras logika, sering kali membuat tingkat stres melonjak. Di dunia teknik, kesehatan mental sering kali terabaikan demi mengejar kelulusan tepat waktu. Padahal, otak yang kelelahan tidak akan bisa menghasilkan logika pemrograman yang bersih (clean code). Menyeimbangkan antara ambisi menyelesaikan skripsi dan waktu untuk “healing” adalah strategi cerdas agar kamu tetap waras hingga hari wisuda tiba.
1. Terapkan Teknik “Deep Work” dan Istirahat Terjadwal
Mahasiswa teknik di Universitas Ma’soem sering kali terjebak dalam pola begadang semalam suntuk hanya untuk memecahkan satu error. Ini sebenarnya tidak efisien. Cobalah menggunakan Teknik Pomodoro atau sesi Deep Work: fokus penuh pada kodingan selama 90 menit, lalu wajib menjauh dari layar selama 15-20 menit.
Selama waktu istirahat tersebut, jangan buka media sosial. Berdirilah, lakukan peregangan, atau sekadar melihat pepohonan hijau di sekitar kampus Jatinangor. Memberikan waktu bagi otak untuk berhenti memproses logika akan membantu kamu melihat solusi masalah kodingan dari sudut pandang yang lebih segar saat kembali duduk di depan laptop.
2. Jangan Menjadi “Solo Player” di Tengah Badai
Salah satu pemicu stres terbesar mahasiswa akhir adalah rasa kesepian saat menghadapi kesulitan teknis. Di Universitas Ma’soem, kamu memiliki komunitas yang kuat. Jika kodinganmu macet selama lebih dari tiga jam pada masalah yang sama, berhentilah. Tanyakan pada teman seangkatan atau diskusikan dengan asisten laboratorium.
Terkadang, mengobrol santai dengan sesama pejuang skripsi bisa menjadi bentuk healing yang paling efektif. Menyadari bahwa kamu tidak berjuang sendirian dapat menurunkan beban mental secara signifikan. Berbagi keluh kesah tentang revisi dosen pembimbing bukan berarti mengeluh, tapi merupakan cara proaktif untuk melepas katup tekanan di dalam kepala.
3. Pisahkan “Ruang Kerja” dan “Ruang Istirahat”
Secara psikologis, otak kita sangat sensitif terhadap lingkungan. Jika kamu koding skripsi di atas tempat tidur, otakmu akan bingung kapan waktunya fokus dan kapan waktunya istirahat. Hal ini sering memicu insomnia pada mahasiswa teknik Universitas Ma’soem.
Targetkan untuk mengerjakan skripsi di tempat yang spesifik, seperti perpustakaan kampus atau kafe-kafe di Jatinangor yang tenang. Begitu kamu pulang ke kosan atau rumah, tutup laptopmu. Jadikan tempat tidurmu sebagai area suci untuk istirahat total tanpa bayang-bayang error sintaks atau diagram alur yang rumit.
“Skripsi yang baik adalah skripsi yang selesai, tapi skripsi yang hebat adalah skripsi yang selesai tanpa menghancurkan pemiliknya.”
4. Rayakan Kemenangan-Kemenangan Kecil
Jangan menunggu sampai sidang selesai untuk merasa bahagia. Di Universitas Ma’soem, kita diajarkan untuk menghargai setiap progres. Berhasil memperbaiki satu bug yang memusingkan? Rayakan dengan membeli kopi favoritmu. Berhasil menyelesaikan Bab 3? Ajak teman makan malam di tempat yang sedikit lebih spesial.
Apresiasi diri (self-reward) sekecil apa pun akan memicu hormon dopamin yang membuatmu lebih semangat menghadapi tantangan berikutnya. Ingat, perjalanan skripsi adalah maraton, bukan lari cepat. Kamu butuh manajemen energi yang baik agar tidak tumbang di tengah jalan.
Penutup: Waras adalah Modal Utama Karier
Ingatlah bahwa setelah lulus dari Universitas Ma’soem nanti, dunia kerja akan jauh lebih menantang. Menjaga kesehatan mental sejak masa kuliah adalah latihan penting untuk menjadi profesional yang tangguh. IPK yang tinggi memang membanggakan, tetapi mental yang sehat akan membawamu melangkah lebih jauh dalam karier jangka panjang.
Jaga kesehatan fisikmu, tidur yang cukup, dan jangan ragu untuk mengambil hari libur penuh jika merasa sudah di ambang kelelahan (burnout). Laptopmu bisa di-restart saat hang, tapi kesehatan mentalmu butuh waktu lebih lama untuk pulih.
Sudah merasa jenuh dengan kodingan hari ini? Yuk, tutup laptopmu sejenak dan coba jalan-jalan sore di sekitar kampus Universitas Ma’soem untuk menghirup udara segar sebelum mulai lagi besok pagi!





