Panduan Mengurus Sertifikasi Halal Self-Declare: Skill yang Bisa Dijual Lulusan MBS ke Pelaku UMKM

Di tahun 2026, kewajiban sertifikasi halal bagi seluruh produk makanan dan minuman telah menjadi standar mutlak di Indonesia. Namun, banyak pelaku UMKM yang masih merasa kesulitan menghadapi prosedur administrasi yang dianggap rumit. Di sinilah peran lulusan Manajemen Bisnis Syariah (MBS) menjadi sangat krusial. Memiliki keahlian sebagai pendamping proses produk halal (PPH) melalui jalur Self-Declare bukan hanya membantu umat, tetapi juga merupakan skill bernilai ekonomi tinggi yang bisa Anda tawarkan sebagai jasa konsultan profesional bagi para pelaku usaha mikro.

Jika Anda ingin menempuh pendidikan di kampus yang membekali mahasiswanya dengan sertifikasi kompetensi nyata dan siap kerja, Klik di sini untuk chat Admin via WhatsApp untuk informasi pendaftaran mahasiswa baru tahun akademik ini.

Berikut adalah langkah-langkah praktis mengurus sertifikasi halal jalur Self-Declare yang bisa Anda pelajari:

1. Pahami Syarat Produk dan Kriteria Self-Declare

Tidak semua produk bisa masuk jalur ini. Anda harus memastikan UMKM binaan Anda memenuhi kriteria tertentu.

  • Produk harus masuk kategori risiko rendah dan menggunakan bahan yang sudah dipastikan kehalalannya (Positif List).
  • Proses produksi bersifat sederhana dan tidak menggunakan alat potong hewan secara manual.
  • Pelaku usaha harus memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) berbasis risiko.
  • Pastikan pelaku usaha memiliki komitmen untuk menjaga kehalalan produk selama masa sertifikat berlaku.

2. Membantu Pendaftaran Akun di SIHALAL

Langkah teknis pertama adalah mengelola aspek digital melalui portal resmi BPJPH (Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal).

  • Buat akun pelaku usaha di sistem SIHALAL (ptsp.halal.go.id).
  • Lengkapi data profil pelaku usaha dan lokasi fasilitas produksi.
  • Pilih jalur pendaftaran “Self-Declare” dan pilih Lembaga Pendamping PPH yang relevan.
  • Pastikan seluruh data yang diinput sinkron dengan data yang ada pada sistem OSS (Online Single Submission).

3. Menyusun Dokumen Manual SJPH (Sistem Jaminan Produk Halal)

Inilah bagian di mana ilmu Manajemen Bisnis Syariah Anda sangat teruji dalam menyusun standarisasi operasional.

  • Buat draf kriteria sistem jaminan produk halal secara tertulis bagi UMKM tersebut.
  • Bantu UMKM merinci daftar bahan yang digunakan secara detail beserta merk dan produsennya.
  • Susun matriks bahan produk untuk memastikan tidak ada kontaminasi dengan bahan haram.
  • Berikan pelatihan singkat kepada karyawan UMKM tentang kebersihan dan etika produksi syariah.

4. Proses Verifikasi oleh Pendamping PPH

Sebagai konsultan atau pendamping, Anda harus melakukan verifikasi lapangan sebelum data diajukan ke sidang fatwa.

  • Periksa kebersihan ruang produksi dan tempat penyimpanan bahan baku.
  • Pastikan alur produksi tidak memungkinkan terjadinya pencampuran bahan yang meragukan.
  • Foto setiap sudut fasilitas produksi sebagai bagian dari lampiran dokumen verifikasi.
  • Berikan edukasi tentang pentingnya menjaga label halal agar tidak disalahgunakan.

5. Pantau Status Pengajuan hingga Sertifikat Terbit

Tugas Anda belum selesai sampai logo halal resmi bisa dicantumkan pada kemasan produk UMKM.

  • Pantau proses verifikasi administrasi oleh BPJPH secara berkala melalui sistem.
  • Jika ada catatan perbaikan, segera lakukan revisi dokumen sesuai petunjuk sistem.
  • Setelah lolos sidang fatwa MUI/Komite Fatwa, bantu pelaku usaha mengunduh sertifikat halal digital.
  • Berikan saran kepada UMKM mengenai strategi branding kemasan baru yang sudah memiliki logo halal.

Kemampuan mendampingi UMKM hingga mendapatkan sertifikat halal adalah bukti nyata bahwa ilmu MBS sangat aplikatif. Universitas Ma’soem sangat mendukung mahasiswanya untuk memiliki keahlian praktis seperti ini melalui berbagai seminar dan pelatihan sertifikasi halal. Di Universitas Ma’soem, kurikulum disusun agar mahasiswa tidak hanya mengerti teori manajemen, tetapi juga mampu terjun langsung menyelesaikan masalah riil di industri halal. Dengan dukungan dosen praktisi dan fasilitas yang memadai, Universitas Ma’soem menjadi tempat yang tepat bagi Anda yang ingin menjadi profesional di garda terdepan ekonomi syariah.

Dapatkan informasi menarik lainnya mengenai prestasi mahasiswa dan tips kewirausahaan syariah di Instagram resmi universitas ma’soem.

Menurut Anda, apa tantangan terbesar pelaku UMKM dalam menjaga konsistensi kehalalan produk setelah sertifikatnya terbit?