49 20260220 120303 0048.jpg

Penggunaan Drama dalam Pembelajaran Bahasa Inggris

Penggunaan Drama dalam Pembelajaran Bahasa Inggris menjadi salah satu pendekatan inovatif yang semakin banyak diterapkan di dunia pendidikan. Metode ini tidak hanya membantu siswa memahami struktur bahasa Inggris, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri, kemampuan berbicara, serta pemahaman budaya. Dalam konteks pembelajaran modern, drama dianggap efektif karena mampu menggabungkan unsur kognitif, afektif, dan psikomotorik secara bersamaan.

Di lingkungan perguruan tinggi keguruan seperti Ma’soem University, khususnya di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), penggunaan drama dalam pembelajaran Bahasa Inggris menjadi strategi penting dalam menyiapkan calon guru yang kreatif, komunikatif, dan adaptif terhadap kebutuhan peserta didik.

Konsep Drama dalam Pembelajaran Bahasa Inggris

Drama dalam pembelajaran Bahasa Inggris bukan sekadar pementasan teater formal. Drama dapat berupa role play, simulation, improvisation, hingga short dialogue yang disesuaikan dengan materi pembelajaran. Melalui aktivitas drama, mahasiswa atau siswa dilibatkan secara aktif untuk menggunakan bahasa Inggris dalam konteks nyata.

Pendekatan ini sejalan dengan konsep Communicative Language Teaching (CLT), yang menekankan penggunaan bahasa sebagai alat komunikasi, bukan sekadar hafalan tata bahasa. Drama memberikan ruang bagi peserta didik untuk berekspresi, berinteraksi, dan belajar dari kesalahan secara alami.

Manfaat Penggunaan Drama dalam Pembelajaran Bahasa Inggris

1. Meningkatkan Kemampuan Berbicara (Speaking Skill)

Drama mendorong peserta didik untuk berbicara secara aktif menggunakan bahasa Inggris. Dialog dan peran yang dimainkan membantu mereka melatih pelafalan, intonasi, dan kelancaran berbicara. Berbeda dengan metode ceramah, drama menciptakan situasi komunikasi yang lebih hidup dan kontekstual.

2. Membangun Kepercayaan Diri

Banyak pelajar merasa takut berbicara bahasa Inggris karena takut salah. Melalui drama, kesalahan dianggap sebagai bagian dari proses pembelajaran. Aktivitas ini membantu siswa lebih percaya diri tampil di depan kelas dan berani menyampaikan ide.

3. Mengembangkan Kosakata dan Tata Bahasa

Drama memperkaya kosakata karena siswa mempelajari kata dan ungkapan baru sesuai konteks cerita. Selain itu, penggunaan tata bahasa menjadi lebih bermakna karena langsung dipraktikkan dalam dialog, bukan hanya dipelajari secara teori.

4. Menumbuhkan Kreativitas dan Kerja Sama

Drama melibatkan kerja tim, mulai dari menyusun naskah, pembagian peran, hingga pementasan. Hal ini melatih kreativitas, tanggung jawab, dan kemampuan bekerja sama—keterampilan penting bagi calon pendidik.

Implementasi Drama dalam Pembelajaran Bahasa Inggris

Penggunaan drama dapat disesuaikan dengan tingkat kemampuan peserta didik. Untuk pemula, guru dapat menggunakan dialog sederhana atau role play sehari-hari seperti percakapan di sekolah, pasar, atau tempat umum. Untuk tingkat lanjut, mahasiswa dapat diminta membuat naskah drama sendiri dengan tema tertentu.

Di FKIP, pendekatan ini sangat relevan untuk mata kuliah Teaching English as a Foreign Language (TEFL), microteaching, maupun praktik mengajar. Calon guru tidak hanya belajar bahasa, tetapi juga metode mengajarkannya secara menarik dan efektif.

Peran FKIP Ma’soem University dalam Pengembangan Metode Drama

FKIP di Ma’soem University berkomitmen untuk mencetak pendidik profesional yang mampu menerapkan metode pembelajaran inovatif, termasuk penggunaan drama dalam pembelajaran Bahasa Inggris. Kurikulum dirancang untuk mengintegrasikan teori dan praktik, sehingga mahasiswa memiliki pengalaman langsung dalam mengelola kelas yang aktif dan komunikatif.

Mahasiswa FKIP Ma’soem University dibekali dengan:

  • Pemahaman pedagogik modern
  • Keterampilan komunikasi dalam bahasa Inggris
  • Pengalaman praktik mengajar berbasis student-centered learning

Dengan dukungan dosen yang kompeten dan lingkungan akademik yang kondusif, mahasiswa dapat mengembangkan kreativitas dalam menyusun pembelajaran berbasis drama.

Drama sebagai Media Pembelajaran Berbasis Karakter

Selain aspek bahasa, drama juga berperan dalam pembentukan karakter. Nilai-nilai seperti kerja sama, empati, disiplin, dan tanggung jawab dapat ditanamkan melalui cerita dan peran yang dimainkan. Hal ini sejalan dengan tujuan pendidikan nasional yang tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pembentukan kepribadian.

Dalam pembelajaran Bahasa Inggris, drama dapat digunakan untuk mengangkat tema sosial, budaya, maupun moral yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, siswa tidak hanya belajar bahasa, tetapi juga memahami nilai-nilai kehidupan.

Tantangan dan Solusi dalam Penggunaan Drama

Meskipun memiliki banyak manfaat, penggunaan drama dalam pembelajaran Bahasa Inggris juga menghadapi beberapa tantangan, seperti keterbatasan waktu, rasa malu siswa, dan kurangnya pengalaman guru dalam mengelola aktivitas drama.

Solusinya adalah dengan:

  • Memulai dari aktivitas drama sederhana
  • Menciptakan suasana kelas yang mendukung dan tidak menghakimi
  • Memberikan contoh dan panduan yang jelas
  • Mengintegrasikan drama secara bertahap dalam proses pembelajaran

Calon guru yang dibina di FKIP Ma’soem University dipersiapkan untuk menghadapi tantangan ini melalui pembelajaran berbasis praktik dan refleksi.